berita-singlepost-banner-1
Melonjak Drastis, Pasien Positif Corona di DIY Berjumlah 18 Orang Ilustrasi - Petugas medis membawa seorang PDP COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Jumlah pasien positif corona di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melonjak drastis. Pemda DIY mencatat adanya penambahan pasien sebanyak 12 orang pada hari ini, Rabu (25/3).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY Berty Murtiningsih menyebutkan, lonjakan terjadi karena akumulasi uji laboatorium sebelumnya yang belum keluar.

Baca Juga:

Pasien Positif Corona di DIY Bertambah Satu, Pendatang Wajib Isolasi Mandiri

"Jadi hasil test uji SWAB PDP di BBTKLPP yang kemarin-kemarin ada keterlambatan, baru keluar hari ini. Total per hari ini ada 18 yang positif corona," ujar Berty di Yogyakarta, Rabu (25/03).

Berty melanjutkan, keterlambatan hasil tes disebabkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit BBTKLPP Yogyakarta sempat mengalami kekosongan bahan baku uji spesimen dengan metode PCR (polymerase chain reaction). Metode ini mendeteksi mikroorganisme tertentu secara cepat di dalam tubuh.

Ke-12 pasien baru itu berdomisili di DIY dan luar DIY. Dua pasien berasal dari Kecamatan Bambanglipuro dan Kasihan (Bantul), enam pasien berasal dari Kecamatan Depok, Ngemplak, Gamping, Ngaglik, dan Kalasan (Sleman), satu pasien dari Wates (Kulon Progo), satu pasien dari Ponjong (Gunung Kidul), satu pasien dari Umbulharjo (Kota Yogyakarta), serta satu pasien dari Kebumen, Jawa Tengah.

Dua dari tiga pasien yang dikonfirmasi positif terserang COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjalani perawaran di RSUD Panembahan Senopati Bantul. (ANTARA/Hery Sidik)
Dua dari tiga pasien yang dikonfirmasi positif terserang COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjalani perawaran di RSUD Panembahan Senopati Bantul. (ANTARA/Hery Sidik)

Dua di antara 12 pasien baru itu meninggal dunia, yaitu satu pasien laki-laki berusia 69 tahun berasal dari Sleman dan satu lainnya laki-laki berusia 54 tahun berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, pada Rabu (25/03), total data PDP DIY yang sudah diperiksa berjumlah 115 orang. Dari jumlah tersebut, 18 orang positif, 33 orang dinyatakan negatif dan 64 orang masih menunggu hasil.

Baca Juga:

Di Batam, Azan Mulai Dikumandangkan dengan Seruan Salat di Rumah

Tiga dari 18 yang positif corona meninggal dunia dan satu orang sembuh.

Pemda DIY telah meminta Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-DIY lebih mewaspadai munculnya para pendatang atau pemudik dari luar daerah. Para pendatang juga sudah diberikan edukasi untuk isolasi mandiri selama 14 hari dan apabila ada gejala agar ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan). (*)

Berita ini merupakan kiriman dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Gugus Tugas Libatkan Multipihak dalam Tangani Pademi Corona


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6