Melihat Masa Depan Manusia di Film "I Am Mother" I Am Mother sangat layak ditonton penggemar film (Sumber: Penggemardc.com)

PERKEMBANGAN teknologi saat ini memang tak dapat dibendung lagi. Dulu orang yang hanya bisa berkomunikasi jarak jauh dengan surat menyurat, kini dengan mudahnya melakukan perbincangan melalui ponsel. Bahkan mobil terbang yang ada di film-film fiksi ilmiah mulai muncul, meski masih dalam tahap pengembangan.

Kita juga disuguhkan dengan teknologi canggil lainnya seperti kecerdasan buatan (AI), virtual reality (VR), cognitive interfaces dan augmented reality (AR). Bahkan dari hasil riset IDC diprediksi masa dengan manusia akan didominasi oleh AI atau robot.

Sebuah film berjudul I Am Mother yang akan rilis tanggal 7 Juni mendatang (di Amerika Serikat) sepertinya menggambarkan situasi masa depan tersebut. Film thriller Australia-Amerika ini menjelaskan kalau robot berteknologi AI akan mengambil alih fungsi ibu untuk merawat anak, sejak masih berbentuk embrio hingga tubuh dewasa.

I Am Mother seakan menggambarkan masa dengan manusia (Sumber: SciFiNow)
I Am Mother seakan menggambarkan masa dengan manusia (Sumber: SciFiNow)

Film ini bercerita tentang seorang robot bernama Mother (Rose Byrne) yang membesarkan gadis perempuan (Clara Rugaard) di tempat perlindungan usai terjadinya kiamat di Bumi atau post-apocalyptic. Mother memilih satu dari 63 ribu embrio manusia untuk dihidupkan dan dibesarkan.

Awalnya, tak ada keanehan bahkan tampak bahagia. Hingga suatu ketika orang asing (Hillary Swank) muncul di tempat perlindungan. Saat anak bertemu orang asing tersebut, situasi berubah dan seakan Mother adalah sosok antagonis.

Film ini seakan menggambarkan masa depan manusia yang selalu bergantung pada robot. Di lain sisi, manusia malah melakukan pengerusakan hingga mengakibatkan kiamat untuk diri mereka sendiri. Banyak plot twist yang akan dihadirkan pada I Am Mother.

Film garapan sutradara Grant Sputore dengan penulis skenario Michael Lloyd Green. Kisah I Am Mother kemungkinan terinspirasi dari buku The Search for WondLa karya Tony DiTerlizzi. Film ini sebenarnya sudah tayang terlebih dulu di Sundance Film Festival pada 25 Januari 2019 lalu. (*)

Kredit : dwi


Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH