Melawan Saat Ditangkap, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88 Poliai memperlihatkan barang bukti yang disita dari 23 teroris kelompok Jamaah Islamiyah di Kantor Bareskrim Polri. ANTARA/Anita Permata Dewi

Merahputih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati dua terduga teroris di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/1).

Dua terduga teroris itu yakni Moh Rizaldy S dan Sanjai Ajis. Mereka melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

"Masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (6/1).

Baca Juga:

Peneliti LIPI Sebut FPI Bisa Dibubarkan Jika Anggotanya Terbukti Terlibat Terorisme

Rizaldy S dan Sanjai Ajis merupakan pendukung ideologi khilafah. Mereka sebelumnya bersama ratusan jamaah menyatakan baiat ke ISIS pada 2015 lalu di Pondok Pesantren Aridho pimpinan Basri.

Adapun Basri sendiri juga terlibat dalam kasus teror dan telah meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan.

"Pada 2016, bersama keluarga hijrah atau bermaksud bergabung dengan ISIS di Suriah, namun dapat dibatalkan di Bandara Soekarno Hatta," jelas dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)

Mereka juga diduga terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral Jolo Filipina. Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung.

Fasilitator pelarian Andi Baso yang merupakan DPO bom gereja Oukumene Samarinda tahun 2017.

Baca Juga:

Ribuan Kotak Amal Sumber Dana Teroris, Polisi Koordinasi dengan Kemenag

Saat dilakukan penangkapan kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Belum Berpikir Bubarkan OJK
Indonesia
Pemerintah Belum Berpikir Bubarkan OJK

Saat ini pemerintah pusat ingin setiap lembaga negara fokus pada tugasnya masing-masing sesuai perundang-undangan.

Dites Corona, Begini Kondisi Anak Buah Moeldoko
Indonesia
Dites Corona, Begini Kondisi Anak Buah Moeldoko

Kepastian itu diperoleh setelah KSP melakukan cek terhadap staf di lima kedeputian yang ada.

Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Kapolri Mutasi 8 Kapolres, ini Daftar Lengkapnya

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis merombak besar-besaran sejumlah perwira menengah.

PM Kosovo Positif Terinfeksi COVID-19
Dunia
PM Kosovo Positif Terinfeksi COVID-19

Pemerintah Hoti menuai kritik karena tidak banyak melakukan upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Menag Minta Khotbah Idul Adha Diperpendek
Indonesia
Menag Minta Khotbah Idul Adha Diperpendek

Fachrul mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan saat salat Idul Adha. Terkhusus untuk para khotib, diimbau ceramahnya jangan terlalu panjang.

Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung
Indonesia
Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung

Penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) karena bara rokok dari perkerja bangunan di lantai 6.

KPK Diminta Periksa Istri dan Anak Nurhadi
Indonesia
KPK Diminta Periksa Istri dan Anak Nurhadi

Saat ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Nurhadi diketahui bersama istri, anak, menantu, cucu, serta pembantunya.

KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast
Indonesia
KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast

Uang dan aset itu diduga hasil korupsi sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Wamenag Minta Masyarakat Hentikan Perdebatan soal Kehalalan Vaksin COVID-19
Indonesia
Wamenag Minta Masyarakat Hentikan Perdebatan soal Kehalalan Vaksin COVID-19

"Saya harap masyarakat menghentikan polemik tentang halal dan haram vaksin ini," kata dia.

 Presiden Jokowi Pastikan Pembahasan Omnibus Law Ditunda
Indonesia
Presiden Jokowi Pastikan Pembahasan Omnibus Law Ditunda

Presiden mengatakan penundaan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah dan DPR mendalami substansi omnibus law itu. Selain itu, untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.