Inspiratif
Melatih Mental Juara di Basket Jalanan ala Richard 'Insane' Richard Insane tidak patah semangat saat awal merintis streetball.(Foto Instagram_@richardinsane)

PERJALANAN dalam membangkitkan dan mempopulerkan basket jalanan (streetball) di Indonesia bukan lah hal yang mudah untuk Richard ‘Insane’. Sebelum dijuluki 'Godfather Streetball Indonesia', Richard sempat dicaci maki banyak orang.

Saat tampil di Podcast Anak Gawang, Jumat (13/11), Richard mengatakan pernah dijuluki ‘topeng monyet’. Hal itu karena ia melakukan gerakan freestyle saat bermain basket. Namun, semua cacian tersebut ia terima. Tak sekali pun cacian itu membuatnya patah semangat. Sebaliknya, ia ingin lebih membuktikan bahwa streetball akan menjadi ‘sesuatu’.

BACA JUGA:

Berani, Kiki Aulia Munculkan Format Baru Synchronize Fest kala Pandemi

Bagi Richard, komentar miring dan negatif yang ditujukan kepadanya layaknya sebuah latihan mental ala jalanan. Ia mengakui tak mudah bermain basket bersama orang baru dan melakukan gerakan-gerakan yang belum dikenal. "Lu jadi orang pertama yang memopulerkan itu. Jadi wajar ketika orang membenci lu," katanya.

Kini, Richard bisa berbangga karena menjadi sosok yang membangkitkan dan memopulerkan kembali streetball di Indonesia. Meskipun memang basket pinggir jalan sudah ada sejak lama, Richard muncuk mengenalkan streetball dengan gaya baru atau new school.

Petualangan Richard di dunia streetball berawal dari video And1 mixtape volume tiga yang dioutar di acara ulang tahun Perbasi. Video itu menginspirasinya untuk mempelajari gerakan-gerakan streetball. Sejak menonton mixtape tersebut, Richard bertekad ia harus jadi orang pertama yang bisa melakukan gerakan tersebut.

Tak mau hanya berangan-angan, ia gigih mencari cara agar bisa mendapatkan video yang pada saat itu hanya bisa ditonton melalui video Betamax. Beruntung ia punya teman-teman yang jago ‘mengakali’ untuk mendapatkan mixtape tersebut. Richard akhirnya bisa mempelajari gerakan dalam mixtape tersebut.

Di Kota Bandung, Richard memulai perjalanannya mengenalkan streetball. Bersama teman-teman, ia membagun komunitas Future Streetball. Richard merasa ia dan komunitasnya harus membuat mixtape dan VCD sendiri. Setelah itu, video itu haruslah disebarkan. Seiring berjalan waktu, video itu ia unggah juga ke Youtube. Hasilnya, makin banyak yang mengenal dan tertarik dengan streetball. Salah satu stasiun televisi swasta bahkan berkunjung ke Bandung untuk menemui Future Streetball.

Video buatan Richard rupanya menarik perhatian legenda basket Indonesia, mendiang Amran A Sinta. Amran yang memiliki sport agency menemui Insane di Bandung. Ia mengatakan kepada Richard bahwa streetball harus memiliki liga tersendiri. Meski senang dengan tawaran tersebut, Richard sempat ragu karena streetball belum populer. Namun, Amran meyakinkannya. Dengan menyiapkan berbagai macam materi dan kumpulan mixtape, Richard berangkat ke Jakarta bersama Amran untuk mempresentasikan streetball ke berbagai klien. Selama dua minggu ia berada di Jakarta. Akhirnya PT Djarum setuju untuk membiayai liga itu.

Terciptalah ajang LA-Streetball di 2005. Acara itu digelar secara tur ke tiga kota. Baginya, itulah pencapaian besar dalam hidupnya. "Ejekan ‘topeng monyet’ dulu kini menjadi suatu acara besar," katanya.

Ajang itu sukses. Berbagai komunitas streetball bermunculan di Indonesia. Richard kemudian ditawari untuk menjadi juri di kompetisi streetball 2006. Pada 2007, karena masalah dengan pihak sponsor, Richard sempat menghilang dari dunia basket jalanan. Selama tiga tahun, ia bekerja di majalah. Namun, setelah tiga tahun, ia kembali ke dunia streetball hingga kini.

Kecintaannya pada dunia basket jalanan ia manfaatkan untuk membantu kawan-kawannya yang terjerumus ke pergaulan negatif. Ia bercerita teman temannya tersebut untuk bermain basket demi menghindari ‘pergaulan buruk’ dan melakukan kegiatan yang lebih positif

Kini, Richard aktif mengurus komunitas streetball dan bermain basket bersama teman-teman dan komunitas lainnya. Saat awal pandemi COVID-19 terjadi, ia sempat tidak percaya bisa menahan diri untuk tidak bermain basket selama kurang lebih satu bulan. Buatnya, itu rekor. Tak hanya itu, pandemi juga menunda peluncuran sepatu signature miliknya.

"Dulu, gue bawa basket jalanan ke mana-mana, kini basket yang membawa gue ke mana-mana,” tutup Richard.(Kna)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dolly Parton Mendapatkan Vaksin Moderna yang Dia Bantu Danai
ShowBiz
Dolly Parton Mendapatkan Vaksin Moderna yang Dia Bantu Danai

Dolly Parton menyumbangkan USD1 juta (Rp142,6 juta) ke pusat medis Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee.

Intip Keseruan Babak Spirit Bar di ICiGSC
Fun
Intip Keseruan Babak Spirit Bar di ICiGSC

Kompetisi ICiGSC di ICE 2021 sudah dimulai.

3 Fitur Canggih Kamera Smartphone yang Mungkin Belum Kamu Ketahui
Fun
3 Fitur Canggih Kamera Smartphone yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

'Be a smart user' dan maksimalkan fitur ponsel pintarmu.

Tips Mengatasi Jerawat 'Fungal'
Fun
Tips Mengatasi Jerawat 'Fungal'

Kenali cara mengatasi dan mencegah jerawat 'fungal' atau jerawat jamur.

Netflix akan Merilis Serial Live-Action Pokemon?
ShowBiz
Netflix akan Merilis Serial Live-Action Pokemon?

Netflix dikabarkan tengah bekerjasama untuk menghadirkan serial live-action Pokemon.

Air Radioaktif Ternyata Pernah Dijual Bebas
Fun
Air Radioaktif Ternyata Pernah Dijual Bebas

Pada awal abad keduapuluh, air radioaktif yang disebut "obat", populer di kalangan sosialita kaya.

Metalheads Harap Bersabar, Hammersonic Festival Diundur Hingga 2022
ShowBiz
Metalheads Harap Bersabar, Hammersonic Festival Diundur Hingga 2022

Hammersonic Festival resmi ditunda kembali hingga 2022.

Jalankan Pedoman Gizi Seimbang, ini 4 Poin Pentingnya
Hiburan & Gaya Hidup
Jalankan Pedoman Gizi Seimbang, ini 4 Poin Pentingnya

Pedoman Gizi Seimbang mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet.

 'Visions', Ajakan tak Pantang Menyerah dari Dylan Pearce
ShowBiz
'Visions', Ajakan tak Pantang Menyerah dari Dylan Pearce

Menghadirkan tema tentang manifestasi.