Melaporkan Kejahatan Seksual Terhadap Anak Masih Dianggap Tabu Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polri mengakui masih kesulitan mengungkap kasus kekerasan seksual pada anak. Pasalnya, ada eberapa kendala yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah orangtua yang merasa sungkan untuk melaporkan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anaknya lantaran masih dianggap sebuah aib.

“Sekali lagi ini menyangkut anak-anak di bawah umur, yang harus kita pahami pasti mikirnya panjang ketika dilaporkan ke polisi, ini aib,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra, Sabtu (3/8).

Baca Juga: Komnas Perempuan Sebut Banyak Anggapan Salah soal Pelecehan Seksual

“Melaporkan kejahatan seksual terhadap anak itu masih dianggap tabu, menjadi hal dilema pada akhirnya tidak dilaporkan, ini jadi problem kita,” lanjutnya.

Ilustrasi (Foto: Pixabay/cocoparisienne)

Selain menganggap pelecehan seksual pada anak dianggap sebagai sebuah aib dan tabu, Asep juga menyebutkan kalau kasus tersebut terkadang melibatkan orang-orang terdekat, sehingga tidak bisa melaporkan.

“Satu sisi memahami kejahatan itu terjadi pada anak pada lingkup sebuah keluarga itu jadi diskusi, kalau tidak dapat dilaporkan efeknya apa, bahwa semuanya tidak dapat dilaporkan,” ungkap Asep.

Baca Juga: Sekelompok Perempuan Gelar Aksi Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Lebih lanjut, Asep Adi mengungkapkan kalau kekerasan seksual pada anak semakin menyeruak karena adanya kecanggihan teknologi. Maka dari itu, kasus tersebut pun kerap terjadi di media sosial.

“Problem lainnya adalah ketika bicara perkembangan media sosial saat ini, bahwa pelaku kejahatan seksual sudah banyak memanfaatkan teknologinya dengan sangat cermat ya dalam tanda kutip,” tutupnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH