Melantai Hari Ini, Saham BMHS Langsung Meroket Hampir 25 Persen Ilustrasi (Ist)

Merahputih.com - PT Bundamedik Tbk (Perseroan) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/7) dengan kode saham BMHS.

Melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) Perseroan menawarkan sebanyak 682.000.000 saham baru atau sebanyak 7,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum dengan harga penawaran sebesar Rp 340 setiap saham.

Baca Juga

Agresif Bangun Swab Center Baru, Diagnos Lab Cetak Laba Rp21,7 Miliar

Perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (Employee Stock Allocation/ESA) dengan jumlah sebanyak 0,25 persen dari saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum atau sebanyak 1.538.600 saham.

“PT Bundamedik Tbk merupakan perusahaan induk sekaligus emiten ke-2 dari grup usaha yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia setelah PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS), perusahaan asosiasi Perseroan yang lebih dulu telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia," ujar ungkap Direktur PT Bundamedik Tbk Nurhadi Yudiyantho dalam keterangannya, Selasa (6/7).

Saham BMHS Langsung Meroket Hampir 25 Persen (Foto: istimewa)

Selama Masa Penawaran Umum 30 Juni hingga 2 Juli 2021, respons dari investor publik sangat positif. Saham BMHS mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) pada penjatahan terpusat (pooling allotment) sebanyak lebih dari 40 kali. Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia.

Baca Juga

Di Tengah Pandemi, Diagnos Laboratorium Bukukan Laba 486 Persen

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini sekitar Rp 232 miliar (sebelum dikurangi biaya emisi) akan digunakan oleh Perseroan untuk membeli kembali sisa pokok obligasi Perseroan setelah pelaksanaan konversi obligasi, dan untuk modal kerja, antara lain pembelian obat, alat medis, dan kebutuhan penunjang lainnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional terkait pelayanan kesehatan Perseroan.

Saham Perseroan masuk dalam Daftar Efek Syariah, berdasarkan surat keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: Kep-28/D.04/2021, tanggal 28 Juni 2021 tentang Penetapan Saham PT Bundamedik Tbk Sebagai Efek Syariah. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Pastikan Masih Buru Harun Masiku
Indonesia
KPK Pastikan Masih Buru Harun Masiku

Alexander Marwata memastikan pihaknya masih terus memburu buronan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku.

Sertifikat Tanah Bisa Jadi Jaminan Buat KUR Petani dan Nelayan
Indonesia
Sertifikat Tanah Bisa Jadi Jaminan Buat KUR Petani dan Nelayan

Total realisasi KUR dari Januari sampai 8 Oktober 2020 telah mencapai Rp130,91 triliun untuk sekitar 3,85 juta debitur.

Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Sri Padma Kencana
Indonesia
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Sri Padma Kencana

Olah TKP ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan

Fakta Baru dari CDC Tiongkok: Bir Tidak Kebal COVID-19
Dunia
Fakta Baru dari CDC Tiongkok: Bir Tidak Kebal COVID-19

Temuan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, Tiongkok

Soal Alutsista Rp1.700 Triliun, Guru Connie Rahakundini: Kemhan Sudah Sesuai Prosedur
Indonesia
Soal Alutsista Rp1.700 Triliun, Guru Connie Rahakundini: Kemhan Sudah Sesuai Prosedur

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan tengah menggodok rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam). Anggaran Apalhankam senilai Rp1.700 triliun itu menuai kontroversi.

DPRD NTT Desak Pemerintah Daerah Tanggap Darurat Fasilitas Vital
Indonesia
DPRD NTT Desak Pemerintah Daerah Tanggap Darurat Fasilitas Vital

Komisi V DPRD NTT mendesak pemerintah provinsi agar segera melakukan langkah tanggap darurat fasilitas vital

Gelar Aksi di KPK, BEM SI Desak Firli Bahuri Mundur
Indonesia
Gelar Aksi di KPK, BEM SI Desak Firli Bahuri Mundur

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di sekitar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kadin Sebut Kondisi Ekonomi Masih Dipenuhi Ketidakpastian
Indonesia
Kadin Sebut Kondisi Ekonomi Masih Dipenuhi Ketidakpastian

Angka proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 itu jauh lebih rendah dibanding realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang sebesar 7,07 persen (yoy).

Sejumlah Hotel di Sawah Besar Digerebek Polisi
Indonesia
Sejumlah Hotel di Sawah Besar Digerebek Polisi

Polisi melakukan penggerebekan terhadap sejumlah hotel di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Wapres Tinjau Simulasi Vaksinasi COVID-19 di Bekasi
Indonesia
Wapres Tinjau Simulasi Vaksinasi COVID-19 di Bekasi

Pemerintah menagetkan, vaksinasi COVID-19 di Indonesia diharapkan terealisasi pada akhir 2020 atau awal 2021.