Megawati Disebut Tengah "Marah" karena Politik Dinasti Dianggap Kebablasan Megawati Soekarnoputri saat pengarahan kepada calon kepala daerah usungan PDIP. (Foto: Tim Media PDIP)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI) Karyono Wibowo menilai, pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri terkait politik dinasti yang disampaikan saat memberi sambutan pengumuman paslon Pilkada 2020 adalah ekspresi kekecewaan. Pasalnya, saat ini fenomena politik dinasti yang semakin kebablasan.

"Ini sebagai bentuk peringatan yang ditujukan kepada semua kader partai dan para bakal calon kepala daerah," kata Karyono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/2).

Baca Juga:

Pengamat Nilai Sindiran Megawati Bentuk Kritik ke Lawan Politik

Karyono menyatakan, munculnya pernyataan itu tentu diyakini ada latar belakangnya.

Megawati merasa kekuasaan politik yang dibangun atas dasar keluarga kian masif dan berlangsung terus-menerus.

Namun jika disimak secara seksama, Megawati dalam pidatonya memberi penjelasan bahwa kader partai justru didorong untuk membina dan mengajak anak-anak dan keluarganya agar aktif untuk membesarkan partai.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan dalam pemberian rekomendasi Cakada PDIP di Pilkada Serentak 2020 (Foto: Tim Media PDIP)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan dalam pemberian rekomendasi Cakada PDIP di Pilkada Serentak 2020 (Foto: Tim Media PDIP)

Di saat bersamaan, lanjut dia, Megawati juga mendorong generasi muda untuk menjadi pemimpin, dengan syarat harus memiliki kemampuan.

"Di sisi lain, Megawati mengingatkan agar kader partai tidak memaksakan anak-anaknya yang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian Megawati tidak serta-merta menolak sepenuhnya politik dinasti," tutur dia.

Baca Juga:

Tanggapi Pernyataan Mega, Ketua DPC PDIP Solo: Kalau Anaknya Tak Mampu, Jangan Dipaksakan, Dong

Menurut Karyono, pernyataan Megawati tersebut berpotensi menimbulkan multitafsir dan berbagai pendapat yang spekulatif. Tentu ada yang menafsirkan pernyataan tersebut mengarah pada putra dan menantu presiden dan putri wakil presiden yang saat ini sedang mengikuti kontestasi pilkada.

"Sehingga, pernyataan Megawati membuka ruang penafsiran secara liar di tengah euforia demokrasi dan kultur politik yang gemar menggoreng isu," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH