Megapa Subur Ujaran Kebencian di Facebook? Komentar yang dihasilkan bisa berupa ujaran kebencian ataupun bukan. (Foto: Unsplash/Solen Feyissa)

MEDIA sosial seperti koin yang memiliki dua sisi. Sisi yang satu, bisa berfungsi positif, misalnya bisa dipakai untuk menambah jaringan pekerjaan hingga berjualan. Sisi satunya lagi, media sosial bisa menjadi gudangnya hoaks atau ujaran kebencian.

Fenomena ujaran kebencian di media sosial, khususnya di Facebook, diteliti oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Atwar Bajari. Ia melakukan riset mengenai fenomena ujaran kebencian pada komentar di media sosial Facebook di Indonesia.

Baca Juga:

Berdamai dengan Duka Kehilangan

penelitian
Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Atwar Bajari, M.Si, dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu 'Ujaran Kebencian dalam Kultur Media Sosial'. (Foto: Humas Unpad)

Dalam melakukan riset, Atwar berfokus pada dua isu, yaitu seputar Pilpres 2019 serta penanganan pandemi COVID-19. Ia menganalisis 11.504 komentar dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk melihat seberapa jauh ujaran kebencian tersebut muncul dalam ruang media sosial.

Di media sosial Facebook, Atwar menemukan bahwa ujaran kebencian dari kolom komentar suatu akun cenderung dua arah. Sebagai contoh, ketika kelompok pro-pemerintah melemparkan satu isu tertentu, maka pihak lain, dalam hal ini oposisi, akan melawan isu tersebut.

“Jika saya perhatikan, komentar ini seolah-olah seperti obrolan yang secara langsung,” ujarnya, saat menjadi pembicara pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu Ujaran Kebencian dalam Kultur Media Sosial yang diselenggarakan Dewan Profesor Unpad secara virtual, akhir pekan kemarin.

Menariknya, kendati status yang diunggah kelompok tersebut bersifat netral, atau tidak ada tendensi yang mengarah ke isu tertentu, komentar yang bernada ujaran kebencian tetap dapat ditemukan.

“Terkadang akun-akun pro-pemerintah atau oposisi tidak selamanya melemparkan kritik. Tetapi pada praktiknya tetap saja bisa menimbulkan serangan dalam bentuk kata-kata yang menyinggung dalam bentuk komentar netizen,” papar Prof. Atwar.

Sementara pada isu penanganan COVID-19, Prof. Atwar memetakan 10 isu unggahan di Facebook. Pemetaan isu tersebut dilakukan terhadap akun pro-pemerintah dengan akun oposisi. Nyatanya, hampir setiap unggahan akan menimbulkan respons ujaran kebencian.

Beberapa isu yang memiliki ujaran kebencian tertinggi adalah pada respons pada pemerintah lokal, kebijakan protokol kesehatan, hingga isu-isu agama tertentu.

Baca Juga:

Cara Sederhana untuk Tingkatkan Fokus dan Konsentrasi

facebook
Apapun yang dituliskan oleh admin (dua akun tersebut), selalu menimbulkan ujaran kebencian walaupun dalam jumlah sedikit. (Foto: Unsplash/Artem Baleiaikin)

“Komposisinya tidak jauh berbeda. Apapun yang dituliskan oleh admin (dua akun tersebut), selalu menimbulkan ujaran kebencian walaupun dalam jumlah sedikit,” imbuhnya.

Jika diklasifikan, jenis kata yang dilontarkan biasanya merupakan kelompok kata yang bersifat menjijikan, kasar, hingga pembodohan. Lontaran kata-kata ini bertujuan untuk melakukan penghinaan, intimidasi, tuduhan, sumpah serapah, mempromosikan kekerasan.

Ujaran kebencian tidak terlontar begitu saja. Ada proses yang melatarbelakangi warganet mengeluarkan komentar tersebut. Hal ini telah dimodelkan oleh Prof. Atwar.

Ia memaparkan, awal mula kemunculan dari ujaran kebencian di Facebook dipicu dari sebuah peristiwa yang diproduksi menjadi suatu berita. Berita yang diproduksi bisa saja benar atau bahkan bisa menjadi palsu (hoaks).

Berita tersebut kemudian dikomentari tokoh elit, pemengaruh (influencer), atau pendengung (buzzer) melalui status yang diunggah di akun media sosialnya. Unggahan tersebut kemudian direspons oleh pengikutnya. Komentar yang dihasilkan bisa berupa ujaran kebencian ataupun bukan.

“Begitu menyusun statusnya di ruang timeline, biasanya dimulailah produksi ujaran kebencian oleh para netizen,” kata Atwar. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Emoji 'Pregnant Man' akan Hadir di Apple iOS 15.4

Tiktok Sangkal Kebocoran Data
Fun
Twitter Perbarui Desain Ikon di Platformnya
Fun
Tiktok Sangkal Kebocoran Data
Fun
Twitter Perbarui Desain Ikon di Platformnya
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kangen Bukber Tapi Dilarang Ngobrol, Masih Bisa Asyik Enggak Sih?
Hiburan & Gaya Hidup
Kangen Bukber Tapi Dilarang Ngobrol, Masih Bisa Asyik Enggak Sih?

Selalu ada cara untuk tetap asyik saat bukber.

Film 'Gara-Gara Warisan' Segera Tayang di Bioskop
ShowBiz
Film 'Gara-Gara Warisan' Segera Tayang di Bioskop

Film 'Gara-Gara Warisan' Segera Tayang di Bioskop Indonesia pada tanggal 30 April 2022

Raisa Tampil Soulful di Panggung Flavs Festival 2022
ShowBiz
Raisa Tampil Soulful di Panggung Flavs Festival 2022

Raisa pun sangat mengerti menempatkan vokalnya, lirih dan tak terlalu banyak cengkok.

Banyak Anak Banjir Berkah, Benarkah?
Fun
Banyak Anak Banjir Berkah, Benarkah?

Ungkapan ini muncul dari masa tanam paksa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada perkebunan yang menanam tanaman yang laku di pasaran dunia.

Produser James Bond Konfirmasi Potensi Idris Elba Sebagai 007 Selanjutnya
ShowBiz
Produser James Bond Konfirmasi Potensi Idris Elba Sebagai 007 Selanjutnya

Diskusi telah dimulai pada November dan saat itu masih belum ada nama yang muncul.

Banjarmasin Dilahap Api: Peristiwa Jumat Kelabu
Fun
Banjarmasin Dilahap Api: Peristiwa Jumat Kelabu

Seperti bom waktu, tragedi ini menjadi tragedi di Banjarmasin.

Warna Keberuntungan 2022 Berdasarkan Shio, Yuk Sering-Sering Pakai dalam Keseharian
Fun
Warna Keberuntungan 2022 Berdasarkan Shio, Yuk Sering-Sering Pakai dalam Keseharian

Gunakan dalam memilih pakaian selama tahun 2022 untuk meningkatkan kemujuran selama satu tahun kedepan.

Dua Kali Menangi Emmy Aktris Utama, Zendaya Catat Rekor
ShowBiz
Fakta Unik di Balik Kerja Sama Rumah Mode Indonesia dengan Film 'The King's Man'
ShowBiz
Fakta Unik di Balik Kerja Sama Rumah Mode Indonesia dengan Film 'The King's Man'

Kerjasama dengan Film The King's Man, Rumah Mode Indonesia Ini Buat Jas dalam Waktu Dua Minggu

Asteroid Sebesar 2,5 Kali Empire State Building Dekati Bumi
Hiburan & Gaya Hidup
Asteroid Sebesar 2,5 Kali Empire State Building Dekati Bumi

Melintas mendekati Bumi pada 18 Januari.