Mediasi dengan Luhut Tak Kunjung Terjadi, Haris Azhar Diperiksa Polisi Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar (tengah) bersama Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti (kanan) di Mapolda Metro Jaya. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

MerahPutih.com - Perkara kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan terus bergulir.

Terlapor yang juga Direktur Lokataru Haris Azhar terkini diperiksa atas kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut itu.

Haris Azhar yang mengenakan pakaian berwarna biru ini hadir di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada pukul 10.25 WIB. Ia didampingi kuasa hukumnya Nurkholis Hidayat.

Baca Juga:

Santai Hadapi Mediasi dengan Haris Azhar-Fatia KontraS, Luhut: Persiapannya Sudah Kuat

Haris enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan agenda pemeriksaan lanjutan ini.

Ia menyebut akan hadir terlebih dahulu di depan penyidik.

"Ya hadir dulu," kata Haris seraya berjalan memasuki ruang penyidik di Polda Metro Jaya kepada wartawan, Senin (22/11).

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti selaku terlapor kedua tidak hadir dalam pemeriksaan.

Haris yang mengenakan masker putih menyebut, Fatia akan menyusul diperiksa pada Selasa (23/11) esok.

"Fatia besok ya," lanjut Haris dengan nada bicaranya yang santai.

Sementara itu, terkait dengan agenda mediasi yang disebut gagal oleh pihak Luhut, Haris hanya menjawab secara singkat.

"Untuk soal mediasi kan, saya sama Fatia enggak bisa," terang Haris yang memakai celana krem ini.

Baca Juga:

Tugas Negara Diharap Tak Tunda Mediasi Luhut dengan Haris Azhar-Fatia KontraS

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Luhut menyatakan, kasus ini tak menemui titik terang.

Ia kemudian akan melanjutkan perkara ke pengadilan dan akan mengajukan tuntutan perdata.

"Saya sudah menyampaikan, dan saya pikir lebih bagus jika bertemu di pengadilan saja. Tidak tahu istilahnya apa, tapi yang penting saya sudah datang mediasi, tapi Saudara Haris tidak datang ya sudah," jelas Luhut.

Adapun kasus ini bermula ketika Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia ke Polda Metro Jaya.

Kasus yang dilaporkan dugaan pencemaran nama baik serta gugatan perdata senilai Rp 100 miliar.

Usut punya usut, pencemaran nama baik yang dimaksud Luhut ialah saat keduanya memaparkan hasil kajian beberapa lembaga yang termuat dalam video konten berjudul "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya, Jenderal BIN Juga Ada".

Pelaporan sudah teregistrasi dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021. Dalam laporan itu, para pihak terlapor diduga melanggar pasal 45 juncto pasal 27 Undang-Undang ITE. (Knu)

Baca Juga:

Mediasi Luhut dengan Haris Azhar dan Fatia Kontras Kembali Kandas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kementan Klaim Impor Cabai Hanya 1 Persen Dari Total Produksi Nasional
Indonesia
Kementan Klaim Impor Cabai Hanya 1 Persen Dari Total Produksi Nasional

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai nasional pada 2020 mencapai 2,77 juta ton. Angka ini mengalami peningkatan 7,11 persen dibandingkan pada 2019.

Ingin Segera Vaksinasi, Menkes Budi Minta Masyarakat Bersabar
Indonesia
Ingin Segera Vaksinasi, Menkes Budi Minta Masyarakat Bersabar

"Banyak negara belum bisa mendapatkan vaksinnya. Dari total 7,8 miliar populasi manusia di bumi, sebanyak 70 persennya atau sekitar 5,5 miliar jiwa butuh 11 miliar vaksin agar mendapatkan herd immunity, maka proses vaksinasi bertahap dan butuh waktu," kata Menkes Budi

Tiga Terminal Bus di Jakarta Bakal Ditutup saat Pelarangan Mudik
Indonesia
Tiga Terminal Bus di Jakarta Bakal Ditutup saat Pelarangan Mudik

Sebanyak tiga terminal di wilayah DKI Jakarta akan ditutup terkait pelarangan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021.

Jokowi Pastikan Pencarian KRI Nanggala 402 Masih Akan Dilakukan
Indonesia
Jokowi Pastikan Pencarian KRI Nanggala 402 Masih Akan Dilakukan

Kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL hilang kontak di perairan utara Bali membawa 53 awak di dalamnya.

Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya
Indonesia
Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya

Satuan Tugas (satgas) Nemangkawi menangkap Litiron Weya (LW), salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). LW diduga penembak Letda Inf Amran Blegur, di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Ratusan Personel Satpol PP Jaga Titik Rawan Kerumunan di Jakpus
Indonesia
Jan Ethes Sabet Medali Emas Taekwondo, Langsung Ditelepon Jokowi
Indonesia
Jan Ethes Sabet Medali Emas Taekwondo, Langsung Ditelepon Jokowi

Suami Selvi Ananda ini mengatakan Ethes baru sebulan ikut Taekwondo

Viral Kartu Nikah Terdapat Empat Kolom Foto Istri, Ini Kata Kemenag
Indonesia
Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga
Indonesia
Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga

Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) membuka warung makan gratis untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Aloha, Sidoarjo, Jawa Timur.

Polda Jatim Periksa Anggota Polisi Terkait Tewasnya Mahasiswi Brawijaya
Indonesia
Polda Jatim Periksa Anggota Polisi Terkait Tewasnya Mahasiswi Brawijaya

Kasus kematian perempuan berinisial WNR (23), yang diduga tewas akibat bunuh diri viral di media sosial.