Media Sosial Pengaruhi Keputusanmu dalam Hal Kesehatan, ini Efek Positif dan Negatifnya Sedikit banyak, media sosial memengaruhi keputusanmu dalam hal kesehatan. (foto: BBC good food)

BERAWAL dari mencoba sesi olahraga dari Facebook, sampai mengikuti tren jus seledri dari Instagram, kamu semua mungkin pernah membuat keputusan mengenai hidup sehat berdasarkan beranda di media sosial.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Statista.com, pengguna internet rata-rata menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk membuka media sosial. Merupakan hal yang wajar jika teman atau para social media influencers yang kamu ikuti di dunia maya bisa memengaruhi keputusan sehari-harimu di dunia nyata.

Namun, seberapa besar media sosial memengaruhi keputusan kamu di dunia nyata? Apa efek baik, dan apakah akan ada efek negatif dari hal tersebut?

1. Sisi baik media sosial menampilkan kesehatan

media sosial
Media sosial dapat mendorong kamu untuk hidup sehat. (Foto PatientEngagementHIT)

Akan banyak kamu temukan foto-foto salad yang estetik ketika kamu sedang melihat-lihat Pinterest atau Instastory, dan terkadang mendapatkan gambaran tentang makanan sehat dapat membuat tersiratnya ide di kepalamu untuk memilih sayur-sayuran untuk makan malamu nanti.

Selain itu, banyak juga para pengguna Instagram yang menemukan resep-resep sehat yang unik. Ternyata, media sosial juga bisa memperluas pengetahuanmu tentang makanan dan resep-resep. Beberapa postingan media sosial juga bisa meningkatkan motivasi kita terhadap berolahraga untuk mendapatkan masa depan yang lebih sehat.

Menurut pengakuan dari Aroosha Nekonam, seorang pengguna media sosial yang mengalami anorexia, para binaragawan dari Instagram dan Youtube membantunya untuk mengalahkan gangguan makan yang dialaminya.

2. Sisi buruk pandangan media sosial mengenai kesehatan

media sosial
Media sosial juga bisa menciptakan ekspektasi tidak realistis. (Foto Body Envy By Trudie German)

Setelah mengulas tentang sisi baik, ternyata ada juga sisi buruk dari bagaimana pandangan kesehatan dari media sosial yang bisa membuat kita putus asa. Salah satu masalah terbesarnya adalah media sosial menampilkan ekspektasi yang tidak realistis dari kesehatan itu sendiri.

Ketika gambar yang kita temukan di media sosial menampilkan kesempurnaan, kita akan merasa bahwa makanan sehat dan kebugaran fisik adalah hal yang sulit untuk dicapai. Menurut Erin Palinski-Wade, seorang ahli nutrisi dan diabetes, media sosial dapat memberikan impresi bahwa mengolah makanan yang sempurna itu mudah dilakukan.

Di kenyataannya, itu bukanlah hal yang mudah, dan para pengguna media sosial dapat mengalami frustasi dan merasa bahwa mereka tidak melakukannya dengan benar sehingga membuat mereka cenderung lebih mudah untuk menyerah.

3. Jangan jadikan jumlah pengikut di media sosial sebagai konfirmasi bahwa seseorang kredibel

media sosial
Jangan jadikan jumlah pengikut di media sosial menjadi patokan kredibilitas. (Foto sprout social)

Konten kesehatan di media sosial merupakan hal yang sangat mudah untuk ditemukan. Media sosial menyediakan banyak sumber mulai dari resep sehat, video tentang cara berolahraga dirumah, sampai tips dan jawaban untuk berbagai pertanyaan kesehatan.

Internet membuat kita dimudahkan untuk mengetahui informasi tentang produk kesehatan beserta informasi-informasi penting tentang kesehatan.

Meskipun begitu, media sosial dapat mempromosikan "ahli kesehatan" yang palsu serta produk kesehatan yang menipu. Menerima saran kesehatan dari influencer yang kualifikasinya hanya dilihat dari banyaknya jumlah pengikut nampaknya bisa mendatangkan berbagai konsekuensi.(shn)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH