Mayoritas Wali Murid di Gresik Tolak Pembelajaran Tatap Muka Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah Gresik menuai pro dan kontra dari pengajar dan wali murid. Hal ini disebabkan wilayah Kabupaten Gresik masih zona oranye di tengah pandemi yang artinya masih perlu kewaspadaan terhadap penularan COVID-19.

Namun demikian, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik masih menunggu persetujuan dari seluruh wali murid. Halnya yang disampaikan Faizah (38) wali murid siswa SMPN 1 Gresik telah mengisi angket dari sekolah bahwa dirinya menolak untuk.pemberlakuan pembelajaran tatap muka.

"Kan masih pandemi ini, yah jelas kita belum berani dan khawatir dengan oenularan virus COVID-19 itu. Kalau PTM dilaksanakan bisa jadi muncul klaster baru. Yah jelas saya tidak setuju dan anak saya pun juga sama dengan saya pendapatnya," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (25/9).

Baca Juga

Update Kasus Corona DKI Jumat (25/9): 68.927 Positif, 54.352 Orang Sembuh

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 1 Gresik Sulistyorini mengungkapkan, angket yang tersebar di seluruh wali murid mulai kelas VII, hingga IX sudah terkumpul. Dan, hasilnya, kebanyakan wali murid pilih menolak pembelajaran tatap muka (PTM).

“Angket yang sudah terkumpul belum kami rekap dan belum seluruhnya. Dan ada beberapa yang menolak dan yang setuju. Tapi yah mayoritas menolak,” tutur Sulistyorini.

Ia menambahkan, kendati penolakan itu mendominasi, secara teknis pihak sekolah sudah siap melaksanakan PTM kendati belum maksimal.

“Kebutuhan PTM yang memenuhi protokol kesehatan sudah siap. Tinggal menyiapkan bangku saja yang harus berbilik. Dan biliknya tersebut juga cukup mahal bahwa Per unit Rp 300 ribu,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik Mahin menyatakan, sementara ini baru ada beberapa sekolah yang menyetrokan hasil angket dari deadline yang ditentukan masih akhir bulan nanti.

“Saya belum mengetahui apakah wali murid setuju atau tidak.Sebab dari hasil angket itu nanti kami bersama Kepala Cabang Dispendik Jawa Timur di Gresik. Yakni, Puji Astuti dan Kepala Kemenag Markus akan merapatkan lagi terkait hasil angket," imbuh Mahin.

Berbeda apa yang disampaikan Kasi Pendidikan Cabang Dispendik Jawa Timur di Gresik, Rita Riana yabg menyampaikan sekitar 90 persen angket dari SMA dan SMK yang dilaporkan ke dinas. Hasilnya, untuk SMA 90 persen setuju PTM sedangkan SMK 97 persen setuju PTM.

Baca Juga

Pemprov DKI Cari Lahan Baru untuk Pemakaman Jenazah COVID-19

“Ini mayoritas setuju, namun keputusan PTM tetap ada di bupati. Ya nantinya kita tinggal menyesuaikan. Jika kesiapan sekolah sudah siap, ya tinggal menunggu lampu hijau dari bupati untuk melaksanakan,” pungkas Rita. (Andika Eldon/Surabaya)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH