Mayoritas Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas Berpangkat Tamtama Konferensi pers terkait penyerangan Polsek Ciracas, di Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Sebanyak 57 oknum prajurit TNI AD yang ditetapkan sebagai tersangka penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur mayoritas jenjang tamtama berpangkat Prada.

"Tadi kami sampaikan bahwa mereka itu dari 57 tersangka dari angkatan darat, 47 oknum tamtama, pangkatnya prajurit dua (prada). Dan itu lulusan tahun 2017," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko, dalam keterangan pers di Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).

Dodik mengungkapkan, 47 tamtama ini masih remaja yang berdinas di bawah perintah melayani pejabat. Dari jumlah itu, 21 di antaranya bertugas sebagai sopir.

Baca Juga:

Terus Bertambah, Oknum TNI Perusakan Polsek Ciracas Jadi 65 Orang

"Jadi dia tugasnya melayani pejabat. Karena kita dapat data, dari 57 tersangka itu, 21 di antaranya pengemudi," ungkapnya.

Dodik mengaku, memang selama ini, para tamtama yang bertugas melayani orang proses pembinaannya berjalan kurang maksimal.

"Sehingga kita sekarang ini sudah menekankan kepada siapa pun yang menggunakan pengemudi ya harus dibina juga dia. Karena itu prajurit kita, harus dibina dan disiapkan baik fisik maupun mental," tuturnya.

Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)
Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)

Sementara itu, Ketua Tim Penyidik TNI AL Kolonel Budi menambahkan, 7 oknum prajurit TNI Angkatan Laut ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antara mereka berasal dari satuan Marinir.

"Kami menyampaikan ada enam oknum TNI AL yang berada di wilayah Jakarta, itu tiga dari oknum satuan Marinir, dan tiga lagi dari oknum Markas Besar TNI Angkatan Laut. Kemudian sampai hari ini perlu kami laporkan, kami menambahkan satu orang yang kita naikkan statusnya menjadi tersangka berasal dari satuan di Armada I Jakarta," jelasnya.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan, sampai saat ini, jumlah pengaduan masyarakat yang menjadi korban penganiayaan fisik dan korban pengrusakan fasilitas pribadi tidak bertambah. Korban-korban yang telah mengadu ini juga telah mendapat ganti rugi.

"Sampai saat ini tidak ada penambahan. Rincian warga yang mengadu masih sama, yaitu 23 orang mengalami penganiayaan fisik dan 109 orang mengalami kerusakan materil. Deri 109 orang yang menjadi korban kerusakan materil, 13 di antaranya juga mengalami penganiayaan. Ganti rugi dan santunan dibebankan kepada pimpinan TNI AD, yaitu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Dudung.

Baca Juga:

Kru ANTV Korban Penyerangaan Polsek Ciracas Keluar Rumah Sakit

Menurut Dudung, terkait korban Muhammad Husni Maulana yang merupakan sopir ANTV telah diberikan santunan. Selain itu, mobil yang dirusak para oknum anggota TNI kala itu juga telah diperbaiki menjadi lebih baik.

"Korban yang merupakan sopir ANTV ini telah sembuh dan keluar dari rumah sakit pada 12 September 2020 lalu. Kepadanya juga telah diberikan santunan dari KSAD," lanjutnya.

Total biaya yang telah dikeluarkan oleh pimpinan TNI AD sebesar Rp778 juta. Biaya ini dikeluarkan sebagai ganti rugi terhadap warga yang menjadi korban dalam peristiwa penyerangan di Ciracas, Jakarta Timur.

Biaya perbaikan gedung Mapolsek Ciracas ditanggung oleh Kapolda Metro Jaya. Hal ini dilakukan, agar hubungan antara TNI dan Polri di Jakarta ini tetap harmonis. (Knu)

Baca Juga:

Demi Jaga 'Sinergitas' dengan TNI, Kapolda Metro Tanggung Kerusakan Polsek Ciracas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Rp150 Ribu, DPR: Aturan Harus Dibarengi Sanksi
Indonesia
Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Rp150 Ribu, DPR: Aturan Harus Dibarengi Sanksi

Rumah sakit yang menerapkan biaya tes cepat COVID-19 di atas ketentuan tarif tertinggi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan harus mendapatkan sanksi.

Upadate Kasus Corona di DKI Minggu (5/7)
Indonesia
Upadate Kasus Corona di DKI Minggu (5/7)

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 27.604 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 18.234 orang.

Kasus Jiwasraya, Ahli Jelaskan Direksi Punya Hak Diskresi Ubah Kebijakan Strategi Investasi
Indonesia
KPK Dinilai Melempem Usut Dugaan Korupsi Mensos Juliari
Indonesia
KPK Dinilai Melempem Usut Dugaan Korupsi Mensos Juliari

Pimpinan KPK beberapa kali menyebut komitmennya untuk menghukum mati tersangka pelaku korupsi di saat negara menghadapi bahaya pandemi COVID-19.

Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah yang Ditangkap Terus Bertambah
Indonesia
Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah yang Ditangkap Terus Bertambah

Densus 88 Antiteror menangkap tersangka baru terkait Jamaah Islamiyah Jawa Timur.

Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud
Indonesia
Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud

"Ketujuh orang itu sementara dipulangkan dengan status wajib lapor," ujar Yusri

Maklumat soal FPI, Polri Bantah Bredel Kebebasan Pers
Indonesia
Maklumat soal FPI, Polri Bantah Bredel Kebebasan Pers

"Itu ada tindak pidananya di UU ITE sehingga tidak diperbolehkan. Kami tidak artinya itu membredel berkaitan kebebasan pers, tidak,” sambungnya.

Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok
Indonesia
Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok

Dua wilayah administratif Jakarta, yakni Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu cerah berawan pada pagi hari

Tujuh Anggota DPRD DKI Jakarta Positif COVID-19
Indonesia
Tujuh Anggota DPRD DKI Jakarta Positif COVID-19

Mereka ada yang melakukan perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19

Rajin Cuci Tangan Turunkan Penularan Corona hingga 35 Persen
Indonesia
Rajin Cuci Tangan Turunkan Penularan Corona hingga 35 Persen

perilaku rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat menurunkan risiko penularan virus COVID-19 mencapai 35 persen.