Mayoritas Pemilih Muslim Ragu Pilih Jokowi, Ini Saran Pengamat Direktur Median Rico Marbun. (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Hasil riset Media Survei Nasional (Median) yang digelar awal Februari 2018 menemukan banyaknya komunitas muslim yang masih ragu menjatuhkan pilihan pada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Tercatat, sebesar 67,4 persen pemilih alternatif beragama Islam belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi.

Namun, di pihak lain, komunitas non muslim menjadi penyumbang terbesar suara Jokowi.

Menilai fenomena itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Median Rico Marbun mengingatkan agar Jokowi berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang bersentuhan dengan komunitas muslim.

Pasalnya, menurut Rico, persepsi yang terbangun terkait persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis muslim masih berlangsung. Jadi, bukan tidak mungkin melorotnya elektabilitas Jokowi Karana faktor ini.

"Saran saya itu dimulai dengan dalam tanda kutip (memperbaiki hubungan dengan aktivis Islam) karena publik mayoritas masih memandang ada upaya ini kan persepsi ya upaya kriminalisasi terhadap aktivis politik Islam," kata dia kepada awak media di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Selanjutnya, ujar dia, Jokowi harus banyak sowan ke basis massa Parpol Islam atau komunitas massa Islam lainnya yang dinilai bersebrangan dengan pemerintah.

"Problemnya adalah basis-basis partai Islam yang didatangi Pak Jokowi ini bukan ke kelompok-kelompok yang tadi tapi justru basis lama yang memang itu pernah mendukung Ahok di Pilgub DKI," imbuhnya.

Dan terakhir, menurutnya bagi pendukung Jokowi yang kerap bermedsos ria untuk tidak asal membalas dan membully netizen yang kontra Jokowi.

"Kalau kita bicara di medsos itu kan saling kritik saling caci tidak hanya dari pihak yang berseberangan terhadap Pak Jokowi banyak juga terhadap orang yang mengkritik Pak Jokowi diserang habis di media sosial juga banyak dicerca habis tapi orang- orangnya tidak pernah berurusan dengan itu," ucap dia.

Bisa jadi pengguna medsos yang mengkritik Jokowi tidak sama sekali terlibat dukung- mendukung dengan pasangan calon, sehingga akibat dibully, netizen pun antipati terhadap Jokowi.

"Itu kan dilihat dan di-record publik mungkin publik tidak berani bicara tetapi nanti pada saat pemilihan dia bicara di situ itu yang lebih bahaya sebenarnya," pungkas Rico Marbun.(Fdi)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH