Mayoritas Pelanggar Ganjil Genap 'Ngeles' Saat Ditindak Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp

Merahputih.com - Ratusan pengendara roda empat masih kedapatan melanggar kebijakan ganjil-genap Jakarta yang diterapkan mulai Senin 3 Agustus 2020 kemarin.

Beragam alasan pengendara roda empat yang kedapatan melanggar. Namun, alasan yang paling sering diutarakan atau bisa disebut alasan klasik pengendara adalah belum tahu kalau kebijakan ini sudah diberlakukan lagi.

"Dari beberapa yang ditegur paham sih bahwa mereka memang salah, tapi ada beberapa juga yang belum tahu juga bahwa ganjil genap sudah berlaku," ucap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).

Baca Juga

Hati-Hati, Ini 5 Pasar Tradisional di Jakarta yang Pedagangnya Positif COVID-19

Namun, polisi belum menilang pengendara yang melanggar sejak Senin 3 Agustus sampai Rabu 5 Agustus 2020 karena masih tahap sosialisasi.

Pengendara yang melanggar hanya akan ditegur saja. Namun, setelah tanggal itu mereka yang masih kedapatan melanggar akan ditilang. Para pelanggar kebijakan ganjil genap dapat dikenakan sanksi tilang dengan mewajibkan membayar denda tilang sebesar Rp500 ribu.

"Pasal untuk pelanggar gage yaitu Pasal 287 ayat 1 pelanggaran tentang rambu, UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009. Dendanya maksimal Rp500 ribu subsider dua bulan kurungan," kata Sambodo.

Pada tahap awal kebijakan ganjil genap, akan diberlakukan untuk kendaraan roda 4, kecuali 13 jenis kendaraan yang dikecualikan sesuai Pergub Nomor 88 Tahun 2019.

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil-genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil-genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Penerapan dilakukan setiap hari Senin-Jumat di waktu sibuk, yaitu pukul 06:00-10:00 WIB dan pukul 16:00-21:00 WIB pada 25 ruas jalan, yaitu:

1. Jalan Medan Merdeka Barat

2. Jalan MH Thamrin

3. Jalan Jenderal Sudirman

4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto

5. Jalan Gatot Subroto

6. Jalan MT Haryono

7. Jalan HR Rasuna Said

8. Jalan DI Panjaitan

9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan

10. Jalan Pintu Besar Selatan

11. Jalan Gajah Mada

12. Jalan Hayam Wuruk

13. Jalan Majapahit

14. Jalan Sisingamangaraja

15. Jalan Panglima Polim

16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang

Baca Juga:

Nasib Ganjil Genap Jakarta Ada di Tangan Anies

17. Jalan Suryopranoto

18. Jalan Balikpapan

19. Jalan Kyai Caringin

20. Jalan Tomang Raya

21. Jalan Pramuka

22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro

23. Jalan Kramat Raya

24. Jalan Stasiun Senen

25. Jalan Gunung Sahari. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 Terus Meroket, PKS: Lakukan PSBB, Bahkan Lockdown Total
Indonesia
Hingga Juni 2021, KKB Lakukan Puluhan Gangguan Keamanan hingga Tewaskan 22 Orang
Indonesia
Hingga Juni 2021, KKB Lakukan Puluhan Gangguan Keamanan hingga Tewaskan 22 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat ulah dari kelompok kriminal bersenjata dalam periode bulan Januari sampai Juni 2021 yaitu, 22 orang meninggal dunia

KPU Solo Belum Terima Bukti Tidak Ada Sengketa dari MK
Indonesia
KPU Solo Belum Terima Bukti Tidak Ada Sengketa dari MK

Mahkamah Konstitusi (MK) justru belum menerbitkan surat Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) atau bukti formal tidak ada sengketa hasil Pilwakot Solo 2020.

Gapeka 2021 Berlaku, Waktu Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Lebih Singkat
Indonesia
Gapeka 2021 Berlaku, Waktu Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Lebih Singkat

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021 mulai 10 Februari. Kebijakan ini membuat waktu perjalanan kereta api jarak jauh lebih singkat.

Kimia Farma Pastikan Tarif Test Swab PCR Turun Jadi Rp 495 Ribu
Indonesia
Kimia Farma Pastikan Tarif Test Swab PCR Turun Jadi Rp 495 Ribu

Kata petugas Kimia Farma tersebut, harga Swab Test PCR senilai Rp 495.000. Kemudian untuk Test Antigen ada yang diharga Rp 85 ribu dan Rp 125 ribu.

Hotel di Bandung yang Layani Pasien Isoman Dapat Keringanan Pajak
Indonesia
Hotel di Bandung yang Layani Pasien Isoman Dapat Keringanan Pajak

Relaksasi lainnya yakni pengurangan 75 persen terhadap pemohon pengurangan oleh Wajib Pajak

Temukan Bansos Tak Tepat Sasaran, Komisi E Minta Dinsos Perbaiki Data Penerima
Indonesia
Temukan Bansos Tak Tepat Sasaran, Komisi E Minta Dinsos Perbaiki Data Penerima

Komisi E DPRD DKI Jakarta mengaku, masih menemukan di lapangan terkait pendataan bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Akibatnya banyak warga yang berhak menerima justru tidak mendapatkan bansos.

Segera, Masuk Kantor Wali Kota Jakbar Wajib Pakai Aplikasi Pedulilindungi
Indonesia
Segera, Masuk Kantor Wali Kota Jakbar Wajib Pakai Aplikasi Pedulilindungi

Sebagai contoh nanti kita terapkan di lingkungan kantor-kantor lain

Satgas Anti Mafia Tanah Diminta Tuntaskan Sengketa Lahan di Cakung
Indonesia
Satgas Anti Mafia Tanah Diminta Tuntaskan Sengketa Lahan di Cakung

IPW berharap, pengusutan kasus tersebut tidak diintervensi oleh pihak-pihak yang bermain. Terlebih, ia mendengar ada rencana untuk menghentikan atau SP3 kasus tersebut.

Akses ke Jakarta Via Daan Mogot Diperketat, Banyak Warga Diputar Balik
Indonesia
Akses ke Jakarta Via Daan Mogot Diperketat, Banyak Warga Diputar Balik

Berdasarkan pantauan MerahPutih.com di lapangan, akses Tangerang ke Jakarta di sekitar Terminal Kalideres, Jalan Daan Mogot mulai ditutup.