Mayjen Chairawan, Asisten Khusus Prabowo Tulis Buku Motivasi Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI Purnawirawan Chairawan Nusyirwan (tengah) didampingai kuasa hukum Hendriansyah (kanan) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/6). (ANTARA/Dyah Dwi)

MerahPutih.com - Mayjen TNI (Purn) Chairawan Nusjirwan yang merupakan Asisten Khusus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meluncurkan buku berjudul The Lessons of Life. Buku ini bertemakan motivasi.

"Tidak semua orang suka dan mau tahu autobiografi saya. Tetapi kalau seperti ini sifatnya universal. Bisa dibaca siapapun dan bermanfaat bagi siapapun," kata Chairawan di Jakarta, belum lama ini.

Mantan anggota Kopassus TNI AD itu menuliskan kiat-kiat menjalani hidup dalam buku yang baru saja ditulisnya yaitu mengenai acceptable, capable, hard work/never give up dan destiny. Pengalamannya selama ini menjadi prajurit juga diceritakan olehnya.

Baca Juga

'Hantu Laut' Turun Tangan Bubarkan Pendemo Omnibus Law, Marinir-Massa Berpelukan

Acceptable adalah tentang bagaimana membuat diri seseorang disenangi orang lain. Menurut Chairawan, sikap luwes sangat menentukan dalam perjalanan menuju cita-cita.

Capable berarti mampu mengerjakan atau menyelesaikan suatu hal. Chairawan menilai kecerdasan memang penting, tapi lebih penting lagi kecerdasan dalam mencari solusi, terobosan baru dan berpikir kritis.

"Orang cerdas itu biasa, tapi orang cerdas yang kreatif, inovatif, solutif itu baru luar biasa," kata Chairawan.

Hard work berkenaan dengan tekad yang pantang menyerah. Chairawan yakin tekad sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang mencapai cita-cita. Chairawan mengatakan AQ (adversity quotient) sangat berperan dalam hal ini terutama ketika bertahan menghadapi berbagai kesulitan.

Destiny dijadikan poin terakhir karena Chairawan yakin segala jenis upaya yang dilakukan manusia tetap harus diikuti dengan sikap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Doa perlu mengiringi di setiap usaha yang dilakukan seseorang dalam mencapai cita-citanya.

Chairawan (empat dari kiri) saat masih berdinas di Satuan Kopassus TNI AD bersama Prabowo Subianto. (Dok. Istimewa)
Chairawan (empat dari kiri) saat masih berdinas di Satuan Kopassus TNI AD bersama Prabowo Subianto. (Dok. Istimewa)

Di setiap penjelasannya, Chairawan selalu menyelipkan kisah tokoh-tokoh Indonesia dan dunia yang menginspirasi. Semuanya dipaparkan sebagai contoh bahwa tokoh-tokoh itu telah melewati berbagai rintangan demi menggapai cita-citanya.

Mulai dari Chairul Tandjung, Jenderal Soedirman, Soekarno, Warren Buffet, Alexander the Great, Sun Tzu, Jack Ma, JK Rowling, Jimmy Carter dan beberapa tokoh lainnya. Semua dikemas dan seirama dengan penjelasan tentang kiat menjalani hidup yang dituliskan Chairawan.

"Saya harap buku ini bermanfaat bagi semua kalangan. Cerita-cerita di sana juga tokoh dari berbagai latar belakang, sehingga semua orang bisa meneladani," kata Chairawan.

Cover buku The Lessons of Life sendiri bergambar foto Chairawan Nusjirwan saat masih aktif di Kopassus TNI AD dengan pangkat kolonel. Dia terlihat memakai baret merah dan loreng khas Kopassus.

Ada 3 orang Jenderal TNI yang memberikan testimoni. Mereka adalah Jenderal TNI Purn Luhut B. Pandjaitan, Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu, dan Letjen TNI Purn Prabowo Subianto.

Chairawan mengaku kenal dekat dengan mereka. Luhut dan Prabowo adalah atasannya saat masih berdinas di Satgultor 81 Kopassus TNI AD. Sementara Ryamizard pernah memberikannya kesempatan menjadi komandan di daerah operasi militer Aceh.

"Ketiganya kenal baik dan juga saya berguru kepada mereka," kata Chairawan.

Kemudian, ada tiga orang lainnya yang turut memberikan testimoni, yaitu pengusaha Chairul Tandjung, Rektor Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti, serta Rektor Univ. Moestopo Rudy Harjanto.

Chairawan merupakan mantan prajurit TNI AD angkatan 1980. Dia pernah aktif di satuan penanggulangan teror 81 Kopassus, Kepala BIN Daerah Aceh lalu mengundurkan diri pada 2012 dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Baca Juga

Lempari Aparat Pakai Batu, TNI Turun Tangan Bujuk 'Adik-Adik' Pulang

Selama di TNI, Chairawan pernah ikut dalam operasi Seroja, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, serta daerah operasi militer di Aceh. Usai berhasil membebaskan sandera di Mapenduma.

Chairawan mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi kolonel. Dia juga pernah berdinas di luar negeri, yakni di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, Belanda, Tiongkok, Hongaria, Rumania, Swiss, Korea Selatan serta Turki. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Dugaan Pertemuan Kepala Kajari Jaksel-Pengacara Djoko Tjandra Diambil Alih Kejagung
Indonesia
Kasus Dugaan Pertemuan Kepala Kajari Jaksel-Pengacara Djoko Tjandra Diambil Alih Kejagung

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan karena Anita Kolopaking adalah pengacara terpidana Djoko Soegiarto Tjandra

Jubir Jokowi: Istana Biasa Saja tak Terpengaruh Ledakan Monas
Indonesia
Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Meninggal Dunia
Indonesia
Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Meninggal Dunia

Kadiv Propam Irjen Ignatius Sigit, meninggal dunia

Pemprov DKI Raup Rp92 Juta Sanksi Denda Pelanggar PSBB Transisi
Indonesia
Pemprov DKI Raup Rp92 Juta Sanksi Denda Pelanggar PSBB Transisi

Satpol PP DKI Jakarta mengumpulkan uang sanksi denda sebesar Rp97.200.000 dari pelanggar protokol kesehatan selama PSBB transisi.

Polri Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Dugaan Korupsi Asabri
Indonesia
Polri Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Dugaan Korupsi Asabri

Argo belum bisa membeberkan secara rinci mengenai proses penyelidikan yang dilakukan polisi terkait kasus ini.

Muncul 'Klaster Perkantoran', Anies Minta Karyawan Pelanggar Protokol Kesehatan Ditegur
Indonesia
Muncul 'Klaster Perkantoran', Anies Minta Karyawan Pelanggar Protokol Kesehatan Ditegur

Setidaknya ada tiga perusahaan yang telah melaporkan ada pegawainya terpapar corona

Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Indonesia
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB

Operasional KA Bandara Solo Dihentikan
Indonesia
Operasional KA Bandara Solo Dihentikan

Penghentian operasional tersebut dilakukan akibat sepinya penumpang terkait pandemi virus corona atau COVID-19 dan diberlakukannya PSBB di Jakarta.

 KPK Lakukan Koordinasi Cegah Korupsi Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Lakukan Koordinasi Cegah Korupsi Bansos COVID-19

Dalam pelaksanaannya, kata Ipi, KPK masih menemukan kesemrawutan terkait penyaluran bansos. Masalah utamanya disebabkan belum adanya DTKS yang diperbaharui di sejumlah daerah.

Simalakama COVID-19 Jadi Ujian Berat Presiden Jokowi
Indonesia
Simalakama COVID-19 Jadi Ujian Berat Presiden Jokowi

"Kebijakan yang akhirnya mulai diberlakukan pada awal April 2020 yakni PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) belum mampu menertibkan masyarakat lantaran belum diterapkan sanksi tegas," kata Kreshna.