Mawas Diri, Romy Ingatkan Pendukung Jokowi-Ma'ruf Tidak Terbuai Hasil Survei Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MerahPutih.Com - Sejumlah hasil survei terkait Pilpres 2019 menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang. Apalagi selisih suara dengan Prabowo-Sandi selalu menyentuh dua digit.

Unggul versi lembaga survei, menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy bukan alasan bagi pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk berpangku tangan apalagi menepuk dada. Menurut politikus yang akrab disapa Romy ini, hasil survei bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi menimbulkan optimisme dan harapan, di tepi lain justru berpotensi melumpuhkan kerja keras dan daya juang.

Lebih lanjut Romy menegaskan lembaga survei bukan satu-satunya jaminan indikator kemenangan baik Pemilu legislatif maupun Pilpres 2019.

"Hari ini kita melihat sebagian lembaga survei tidak hanya sebagai potret, tetapi untuk membangun opini. Saya tidak ingin masyarakat tersesat oleh opini yang dibangun sebagian lembaga survei itu," kata Romy di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/11) kemarin.

Gus Romy bersama KH Ma'ruf Amin
Romahurmuziy bersama KH Ma'ruf Amin (Foto: Twitter @MRomahurmuziy)

Menurut dia, meskipun PPP juga menggunakan lembaga survei kredibel, tidak sepenuhnya diekspos dan hanya dijadikan tolok ukur untuk melihat sejauh mana peran survei terhadap hasil risetnya, mengingat jumlah sampel yang diambil secara acak.

Selain itu, tidak hanya mengandalkan survei, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh kader untuk bergerak dengan menjalankan "door to door" dan pencatatan calon pemilih itu siapa apakah terdaftar atau tidak.

Dengan demikian, lanjut Romy, survei-survei tersebut itu hasilnya nantinya akan terbantahkan dengan hasil pemilu yang dilaksanakan apabila salah melakukan riset di lapangan.

"Survei kami dari waktu ke waktu berada di tengah di atas 3 persen. Namun, pada kenyataanya jauh dari itu. Target tiga besar pemenang pemilu masih tetap. Bila melihat Pemilu 2004, PPP masih tiga besar dalam perolehan kursi meskipun dalam suara nomor empat, kami yakin itu bisa," katanya.

Ketua Umum PPP bersama Pemimpin Partai lainnya
Ketua Umum PPP Gus Romy bersama OSO (Foto: Twitter @MRomahurmuziy)

Mengenai dengan target, Romahurmuziy mengatakan bahwa partai menargetkan 11 persen. Mengapa 11 persen? Karena dari semboyan 10 lebih 10 bisa diartikan maknanya 11 persen, dan itu sama dengan 66 kursi di parlemen.

Kontribusi untuk Sulsel, menurut Romi, tiga kursi tetap disumbang dari Sulsel. Kendati disebutkan dari salah satu lembaga survei (Denny J.A.) PPP hanya mendapat 2,2 persen, kata dia, tidak ada yang gratis di politik.

"Saya ingin tegaskan bahwa survei yang ada itu tidak ada gratisan. Kalau tidak order, siapa yang mendapat. Kami tidak order, tidak dipublikasikan. Mohon maaf kalau dinaikkan kemudian dipublikasikan tanpa fakta akurat ibaratnya itu onani politik yang asyik sendiri," kata Romy sebagaimana dilansir Antara.

Semua jenis survei dilakukan dan telah dipakai untuk kepentingan internal. PPP selalu melihat sisi kelemahan dari survei itu sehingga digunakan sebagai dasar evaluasi untuk kepartaian.

Pada elektoral, lanjut dia, di dalam internal PPP ada dua hal, yakni ingin menang pemilu, bukan menang survei. Meskipun ada partai yang surveinya tinggi, tidak bisa serta-merta sesuai dengan diramalkan lembaga survei itu.

Saat ditanyakan tentang melihat perkembangan sosialisasi capres-cawapres salah satunya seorang Sandiaga Uno di Sulbar dan Sulsel, khususnya di Makassar melakukan cara-cara blusukan, Gus Romy mengatakan bahwa cara itu semua sudah dijalankan Joko Widodo.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Airbus Tawarkan Sejumlah Produk Pesawat Canggih Kepada Indonesia



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH