Maulid Nabi Momentum Perbaikan Akhlak Berbangsa dan Beragama Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kiri) berfoto bersama dengan para peserta dalam Silaturahmi Forum Kerukunan Umat Beragama di Istana Negara.

MerahPutih.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2017 merupakan momentum yang paling tepat bagi umat Islam di Indonesia untuk memperbaiki akhlak dalam kehiduoan berbangsa dan bernegara.

Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Dr Ansari Yamamah, mengatakan esuai dengan "hadits" yang diajarkan, salah satu tujuan utama kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah memperbaiki akhlak manusia.

Karena itu, sangat wajar jika perayaan Maulid yang merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dijadikan momentum dalam memperbaiki akhlak berbangsa dan beragama.

Belakangan ini, ada fenomena negatif yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dengan adanya perilaku saling menghujat antara satu dengan lainnya.

Bahkan tidak jarang, muncul indikasi saling fitnah meski faktor yang dibahas tidak terlalu substansi dan memiliki tingkat relativitas yang tinggi.

Untuk itu, umat Islam di Indoneisa perlu meneladani sikap dan kebijakan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW yang selalu mempraktikkan perilaku saling menghormati dalam kehidupan berbangsa.

Hal itu dapat dilihat dari sejarah ketika Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian "Hudaibiyah" yang berisi ketentuan untuk saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Meski berbeda suku dan agama, tetapi tercipta sikap saling menghormati antara satu kelompok dengan kelompok lainnya," kata Ansari seperti dilansir Antara, Jumat (1/12).

Kemudian, kata Ansari, Maulid Nabi Muhammad SAW juga momentum perbaikan akhlak dalam beragama dengan mematuhi rambu-rambu dalam agama.

Umat Islam di Indonesia diharapkan mampu menerapkan dan membuktikan ruh ajaran Islam yakni "rohmatan lil 'alamin" (membawa rahmat bagi seluruh alam).

Umat Islam di Indonesia harus mampu memberikan keteduhan dalam beragama sebagaimana yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW.

Alumni Leiden University Belanda menilai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak akan memberikan makna jika tidak disertai dengan berbagai perbaikan, terutama dalam akhlak.

"Jika tidak disertai perbaikan, maka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hanya terjebak dalam rutinitas belaka," ujar Ansari Yamamah.

Kredit : dika

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH