Mau Ikut Upacara HUT ke-77 RI di Istana? Yuk Simak Caranya Presiden Jokowi saat menjadi inspektur upacara HUT RI di Istana. Foto: Setkab

MerahPutih.com - Sekretariat Presiden mengajak masyarakat umum untuk mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan RI secara fisik (luring) dan secara virtual (daring) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upacara tersebut, bisa mendaftar melalui laman Pandang Istana yang beralamat di https://www.pandang.istanapresiden.go.id mulai Selasa (2/8)

Baca Juga

Mantan Presiden dan Wapres Diundang Ikuti Upacara HUT ke-77 RI di Istana

"Mari bergabung bersama kami dalam memperingati detik-detik proklamasi yang ke-77 di pandang.istanapresiden.go.id," ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Jakarta, hari ini.

Heru mengatakan undangan untuk berpartisipasi secara fisik diberikan dalam jumlah terbatas. Untuk undangan upacara secara fisik, Istana menyediakan 2.500 undangan pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-77 Republik Indonesia dan 2.500 undangan upacara fisik pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih. Sedangkan untuk mengikuti upacara secara virtual, Istana menyediakan 77 ribu undangan bagi masyarakat.

"Di tahun ini harapan kami bisa diikuti oleh 77 ribu undangan virtual dan wajib mengikuti di situ ada hiburan, dan di luar itu juga masyarakat bisa berinteraksi sesama, kita berikan kesempatan berinteraksi, berdiskusi, dan berbicara satu sama lain. Mungkin ada yang dari Aceh, dari Ambon, itu bisa bertemu walaupun dari kejauhan, tapi kita mempersatukan di dalam sebuah acara virtual memperingati 17 Agustus," papar Heru.

Jumlah undangan virtual tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 40 ribu.

Baca Juga

Perayaan HUT Ke-77 RI di Istana Negara Berlangsung Terbuka

Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden M. Yusuf Permana menjelaskan bahwa penambahan undangan tersebut dikarenakan tingginya animo masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upacara HUT Kemerdekaan RI.

"Animo masyarakat untuk hadir dan ikut menyemarakkan hari ulang tahun Republik Indonesia sangat tinggi. Bukan hanya masyarakat di Jakarta, masyarakat di daerah, masyarakat dari Sabang sampai Merauke, bahkan masyarakat diaspora yang tinggal di luar negeri juga ingin sekali hadir di upacara virtual dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan," ungkap Yusuf.

Yusuf melanjutkan bahwa pemohon yang mendaftar untuk kuota undangan tersebut akan terlebih dahulu dilakukan verifikasi data dan kemudian memperoleh pesan melalui WhatsApp serta surat elektronik yang berisi ketentuan untuk mengikuti jalannya upacara secara langsung, serta melalui konferensi video, dan informasi detail pengambilan undangan fisik.

"Tak hanya itu, Sekretariat Presiden juga akan memberikan berbagai macam hadiah dengan berbagai kategori kepada beberapa pemenang, dan hadiah hiburan bagi 100 orang pertama yang bergabung pada upacara virtual Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-77 dan 100 orang pertama yang bergabung pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih, selain itu akan ada hiburan yang sangat menarik," tutur Yusuf.

Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan bahwa pelaksanaan upacara secara virtual juga memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, hal paling menantang adalah bagaimana memindahkan atmosfer upacara fisik di lapangan ke virtual.

"Tantangannya kan kalau virtual seperti itu, bagaimana memindahkan atmosfer di darat ke online (daring). Saya pikir yang kedua itu lebih baik lagi ada hiburan, ada segala macam, sehingga seolah-olah peserta atau undangan yang kita hadirkan secara online itu seolah-olah hadir di Istana," ujar Bey. (*)

Baca Juga

Jelang HUT Ke-77 RI, Presiden Jokowi Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemudik Masih Padati Terminal di Jakarta
Indonesia
Pemudik Masih Padati Terminal di Jakarta

Berdasarkan data Terminal Terpadu Pulo Gebang terdapat 112 bus keberangkatan dari terminal tersebut dengan membawa penumpang sebanyak 864 orang pada 3 Mei 2022.

PPP Akui di Era Anies Jakarta Sangat Kondusif Berbeda dengan Rezim Sebelumnya
Indonesia
PPP Akui di Era Anies Jakarta Sangat Kondusif Berbeda dengan Rezim Sebelumnya

"Pak Anies kami anggap sebagai tokoh dan pemimpin pemersatu, dimana sejak awal bertugas di Balai Kota DKI, alhamdulillah, kita semua merasakan, betapa era kepemimpinan Pak Anies hampir tidak ada suasana gaduh di Jakarta. Sangat kondusif. Berbeda dengan era sebelumnya," jelas Gus Najmi.

Politisi PKS Dukung Langkah Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina
Indonesia
Politisi PKS Dukung Langkah Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina

Sukamta mendukung langkah Jokowi bertemu kedua Kepala Negara guna mendukung perdamaian di diantara kedua negara.

[HOAKS atau FAKTA] Sumur Resapan Memakan Korban
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Sumur Resapan Memakan Korban

Beredar sebuah video melalui akun Facebook Lilis Joics Jendrawati yang mengatakan bahwa terdapat seseorang yang terperosok ke dalam sumur resapan.

KPK Periksa Sekretaris DPC Demokrat Terkait Dugaan Suap Bupati PPU
Indonesia
KPK Periksa Sekretaris DPC Demokrat Terkait Dugaan Suap Bupati PPU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris DPC Partai Demokrat, Balikpapan, Alam dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utra (PPU).

Wagub Riza Bantah Anies Lakukan Malaadministrasi Ganti Rugi Rusun Petamburan
Indonesia
Wagub Riza Bantah Anies Lakukan Malaadministrasi Ganti Rugi Rusun Petamburan

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria membantah Anies melakukan malaadministrasi karena tidak menjalankan putusan pengadilan terkait pembayaran ganti rugi kepada warga penggusuran rusunami Petamburan.

[HOAKS atau FAKTA] Cacar Monyet Disebabkan dari Efek Samping Vaksin AstraZeneca
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Cacar Monyet Disebabkan dari Efek Samping Vaksin AstraZeneca

“Klaim bahwa cacar monyet adalah penyakit menular pernapasan adalah kebohongan untuk mengendalikan [orang] dan [cacar monyet] sangat mungkin menjadi efek samping yang ditunjukkan pada orang yang disuntik dengan vaksin AstraZeneca.”

Gibran Tanggapi Wacana Pemekaran Daerah Istimewa Surakarta
Indonesia
Gibran Tanggapi Wacana Pemekaran Daerah Istimewa Surakarta

Wacana pemekaran Daerah Istimewa Surakarta (DIS) kembali muncul dipermukaan.

[HOAKS atau FAKTA]: Polisi Tak Berhak Menilang Kendaraan Bermotor yang Pajaknya Sudah Mati
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Polisi Tak Berhak Menilang Kendaraan Bermotor yang Pajaknya Sudah Mati

Dari aspek hukum, pajak mati dapat dilakukan penegakan hukum

Bawaslu Soroti Potensi Persoalan Gangguan Sipol Terulang di Pemilu 2024
Indonesia
Bawaslu Soroti Potensi Persoalan Gangguan Sipol Terulang di Pemilu 2024

Mengakses Sistem Informasi Politik (Sipol) jadi syarat utama untuk mendaftar di Pemilu 2024.