Mati Listrik Massal, Karding: Ini Bukti Buruknya Manajemen PLN Anggota DPR Abdul Kadir Karding (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/jh)

MerahPutih.Com - Anggota Komisi VII DPR Abdul Kadir Karding menyatakan kejadian mati listrik massal yang terjadi di sebagian wilayah Pulau Jawa menunjukkan buruknya manajemen yang dimiliki PT. PLN (Persero).

Untuk itu, ia meminta agar manajemen PLN segera berbenah demi menghadirkan listrik yang berkualitas bagi masyarakat.

Baca Juga: Mati Listrik, DPR Sebut PLN Suplier Tunggal Tapi Banyak Kelemahan dan Kurang Fokus

"Ini menunjukan bahwa PLN manajemennya buruk, dan untuk itu saya kira perlu ada harusnya mereka memiliki antisipasi-antisipasi terhadap ketersediaan listrik di tempat-tempat atau wilayah tertentu, dan juga di sektor-sektor publik yang vital bagi masyarakat dan negara," ujar Abdul Kadir Karding, kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/8).

Ia mengaku prihatin atas kejadian pemadaman listrik yang terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Abdul Kadir Karding. Foto: Fraksi PKB
Abdul Kadir Karding. Foto: Fraksi PKB

“Sekelas negara besar seperti Indonesia ini harus ada kepastian bahwa tidak pernah akan mati lampu. Terutama di daerah-daerah vital dan sektor-sektor penting, misalnya pelayanan publik seperti KRL, ini kan berbahaya. Jakarta, Jawa ini tidak boleh ada mati lampu dalam waktu cukup lama," tuturnya.

Karding menyampaikan, kedepannya perlu ada perbaikan dalam manajemen ketersediaan listrik. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan dilakukannya sistem cluster terhadap pembangkit listrik.

"Ini pengalaman bagi kita. Kedepan mungkin harus sistem ketersediaan listrik, pengelolaan manajemen listrik ini harus di-cluster, jadi tidak terpusat pada satu pembangkit listrik yang tersalur ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Dia harus di-cluster, biasanya perprovinsi di Jawa, DKI, Banten itu harus di-cluster," ucap politisi PKB ini.

Baca Juga: DPR Minta PLN Jelaskan ke Masyarakat Penyebab Pemadaman Listrik

Hal itu perlu dilakukan agar pembangkit listrik tidak hanya berpusat pada satu titik. Selain itu juga untuk meminimalisir potensi yang dapat membahayakan negara.

"Jadi tidak tergantung pada satu induk atau satu pusat energi listrik, kalau ini yang terjadi terus menerus maka kita dalam bahaya, negara bisa dalam bahaya dan sangat mudah disabotase. Kalau terpusat, ketika ada sedikit masalah, semua terganggu," tutup Abdul Kadir Karding.(Knu)

Baca Juga: Jokowi: Pemadaman Listrik Rusak Reputasi PLN, Masyarakat Dirugikan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH