Mathla'ul Anwar Harap Jokowi Buka Muktamar dan Milad Ke-105 Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (2/3/2021). ANTARA/Twitter @setkabgoid/pri. (ANTARA/Twitter @setkabgoid)

MerahPutih.com - Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menyatakan harapannya agar Presiden Joko Widodo membuka Muktamar ke-20 Mathla’ul Anwar dan Milad ke-105 ormas Islam tersebut awal April 2021.

“Seperti Muktamar ke-19 dan Milad ke-100 Mathla’ul Anwar pada 2015, kami berharap Muktamar dan Milad Mathla’ul Anwar tahun ini pun dapat dibuka oleh Bapak Presiden,” kata Ketua Umum PBMA KH Ahmad Sadeli Karim di Serang, Banten, Rabu (3/3).

Ketua Umum PBMA mengemukakan keterangan tersebut kepada wartawan terkait akan dilaksanakannya Muktamar ke-20 dan Milad atau Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 Mathla’ul Anwar tanggal 1 hingga 3 April 2021.

Baca Juga:

Guru Besar Ilmu Hukum Bandingkan Kerumunan Jokowi dengan Rizieq

Seperti dikutip Antara, KH Sadeli Karim menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat undangan ke Istana serta merasa yakin bahwa jika tidak ada halangan presiden akan berkenan membuka Muktamar Mathla’ul Anwar tahun 2021 sebagaimana yang dilakukannya pada Muktamar Mathla’ul Anwar tahun 2015.

Pada Muktamar ke-19 dan Milad ke-100 Mathla’ul Anwar yang berlangsung tanggal 8 Agustus 2015 di Pandeglang Banten, Presiden Jokowi menyatakan bahwa Mathla’ul Anwar yang didirikan oleh KH M Yasin, KH Tb M Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman mempunyai dua modal, yakni modal sosial dan modal kultural.

Presiden meminta dua warisan itu mampu dijadikan pijakan Ormas Islam tersebut dalam mencerdaskan bangsa sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan dan keteladanan para leluhur dan pendiri di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Ahmad Sadeli Karim (Foto: ANTARA/Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Ahmad Sadeli Karim (Foto: ANTARA/Istimewa)

Ia juga berharap berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Mathla’ul Anwar mampu menyelaraskan pemahaman keagamaan dengan ilmu pengetahuan untuk mendukung pemberdayaan umat dan mengimplementasikan Islam yang toleran, moderat, dan menjunjung tinggi kebhinekaan.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Muktamar ke-20 Mathla’ul Anwar, Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) Muktamar XX dan HUT 105 Mathla’ul Anwar Andi Yudi Hendriawan (AYH) menyatakan bahwa Pemprov DKI akan menyediakan tempat yang representatif untuk pelaksanaan acara itu.

Menurut AYH, Pemprov DKI siap memfasilitasi dengan menyediakan tempat di Grand Cempaka Resort (GCR) Cipayung Megamendung Bogor. Semula acara itu akan dilaksanakan di Jakarta, namun tidak jadi karena hotel milik Pemprov DKI di Jakarta masih dipakai untuk kepentingan tenaga kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Mohammad Zen menyatakan, karena masih dalam suasana pandemi COVID-19 peserta Muktamar akan dibatasi serta diterapkan protokol kesehatan secara ketat.

Adapun agenda Muktamar Mathla’ul Anwar 2021 yang bertema “Menata umat, merekat bangsa” itu adalah pemilihan Ketua Umum PBMA periode 2021-2026, selain juga penyempurnaan AD-ART, perumusan program kerja, dan penyampaian rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Akan Tunjuk Anggota Dewas KPK Pengganti Artidjo Alkostar

Ketua OC juga mengemukakan, Mathla’ul Anwar mendukung kebijakan Pemerintah menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, setiap peserta wajib menunjukkan hasil swab antigen negatif, dan untuk itu Panitia akan berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 DKI Jakarta.

Mathla’ul Anwar itu sendiri adalah Ormas Islam yang didirikan pada 1916 di Menes, Pandeglang Banten. Saat ini Ormas tersebut mempunyai perwakilan di hampir semua provinsi di Indonesia serta mengelola ribuan satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Mathla’ul Anwar juga telah memiliki perwakilan di beberapa negara, yaitu di Amerika, Turki, Jepang, Russia, Belanda, Singapura, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Mesir, dan Saudi Arabia. (*)

Baca Juga:

Cabut Perpres Miras, Jokowi Dinilai Siap Terima Kritik dari Rakyat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Tewas Gempa Majene Terus Melonjak, BNPB Cari Relawan
Indonesia
Korban Tewas Gempa Majene Terus Melonjak, BNPB Cari Relawan

BNPB mengajak organisasi sukarelawan untuk bersinergi dalam penanganan darurat bencana gempa

Ambisi Politik Gatot Cs, Jualan Politik "Komunis" Jelang 2024 hingga Picu Keributan di TMP
Indonesia
Ambisi Politik Gatot Cs, Jualan Politik "Komunis" Jelang 2024 hingga Picu Keributan di TMP

Gatot dan sejumlah purnawirawan sempat bersitegang dengan Dandim 0504/Jakarta Selatan Kolonel (Inf) Ucu Yustia ketika hendak masuk ke area makam.

Tiongkok Kembali Kirim Bahan Baku Vaksin ke Indonesia
Indonesia
Tiongkok Kembali Kirim Bahan Baku Vaksin ke Indonesia

Hingga saat ini, vaksin yang sudah ada di Indonesia berjumlah 28 juta dosis vaksin dan calon vaksin.

Berpotensi Lawan Independen di Pilwakot Solo, Begini Respon Gibran
Indonesia
Berpotensi Lawan Independen di Pilwakot Solo, Begini Respon Gibran

Ia menegaskan siap melawan siapapun baik dari calon yang diusung parpol, independen, melawan kotak kosong di Pilwakot Solo.

TNI Mulai Bangun Markas Komando Gugus Tempur Laut I di Natuna
Indonesia
TNI Mulai Bangun Markas Komando Gugus Tempur Laut I di Natuna

Natuna merupakan kepulauan yang terdiri dari 272 pulau di wilayah paling utara Selat Karimata, yaitu berada di antara Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Pengguna KRL Selama Libur Panjang Berkurang
Indonesia
Pengguna KRL Selama Libur Panjang Berkurang

PT KCI juga tetap mengoperasikan 975 perjalanan KRL per harinya

Genjot PAD, DPRD Minta Pemprov DKI Berikan Stimulus Keringanan Pajak
Indonesia
Genjot PAD, DPRD Minta Pemprov DKI Berikan Stimulus Keringanan Pajak

Salah satu stimulus yang dapat dilakukan Pemprov DKI yakni menggratiskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk warga DKI.

Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG

"Jangan sampai pasien dengan gejala sakit sedang apalagi berat tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit secara memadai sehingga rawan menjadi lebih parah," kata dia.