Matakin: Imlek Bukan untuk Pesta Pora, Apalagi Berhura-hura Ketua Umum Matakin, Budi S Tanuwibowo (kanan) di Hotel Novotel, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Kamis (9/11) (MP/Asropih)

Merahputih.com - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) mengajak umatnya untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili (2019 Masehi) dengan kesederhanaan.

"Agar merayakan dengan kesederhanaan, karena hakikat Imlek bukan untuk pesta pora, apalagi berhura-hura, ini momentum refleksi diri, memperbanyak ibadah, lebih peduli terhadap sesama dan meningkatkan silaturahim antarsesama warga bangsa," kata Ketua Umum Matakin, Budi Santoso Tanuwibowo, Selasa (5/2).

Dia mengatakan kepedulian terhadap sesama itu selaras dengan tema Imlek tahun ini yaitu 'Penimbunan Kekayaan akan Menimbulkan Perpecahan di antara Rakyat, Tersebarnya Kekayaan akan Menyatukan Rakyat'.

Tahun Baru Imlek (Pixabay/PublicDomainPictures)

Menurut dia, sebagaimana dikutip Antara, penting bagi umat Khonghucu untuk selalu bisa berbagi seiring masih banyaknya orang miskin yang perlu dibantu. Orang beragama sudah seharusnya ikut membantu kesulitan orang lain.

Budi mengatakan pembangunan memang membawa pada kemajuan, tapi tetap saja akan ada ketimpangan yang terjadi, seperti munculnya orang miskin. Jika hal itu dibiarkan akan rawan terhadap segala sesuatu, seperti ketidakstabilan.

"Jurang antara kaya dan miskin masih tinggi, banyak yang masih di bawah garis kemiskinan, tentu kita tidak boleh menutup mata dan lebih melakukan upaya-upaya agar mereka yang ada di garis kemiskinan dapat terangkat," tutupnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH