Mata Novel Cacat Permanen, Eks Pimpinan KPK: Buka Kornea Palsunya, Buta Total Dia Novel Baswedan. (Ant)

MerahPutih.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyebut akibat penyiraman air keras mata penyidik senior KPK Novel Baswedan tak bisa pulih selamanya atau cacat permanen.

"Coba buka kornea palsunya, buta total dia. Mata Novel itu rusak permanen. Hari pertama penyerangan itu ada saya," kata Laode dilansir saat diskusi publik bersama media bertajuk "Keadilan dan Hukum Kasus Novel Baswedan," Rabu (17/6).

Baca Juga

Penerornya Dituntut 1 Tahun Penjara, Novel: Fakta Rusaknya Hukum di Indonesia

Laode mengaku mendengar langsung kalimat itu dari dokter di Singapura yang merawat Novel pada 12 April 2017. Saat Novel dirawat di Singapura, Laode satu-satunya pimpinan lembaga antirasuah yang mendampingi penyidik senior KPK tersebut.

"Dan yang mengetahui persis kondisi mata Novel adalah dokter Jo dan saya. Dia tidak sanggup menyampaikan ke Novel. Setelah disampaikan, saya takut," ungkap Laode.

Saat itu, kata Laode, dokter mengatakan bahwa mata Novel sulit untuk diobati. Namun, dokter tetap memberi harapan dengan mengatakan ada kemungkinan mata Novel tidak mengalami buta total.

"Cuma dia bilang, dokter itu kan selalu memberikan harapan walau sedikit. Seandainya syaraf-syarafnya itu bisa disupply ke kornea, nanti mungkin bisa. Kemungkinan besarnya harus pakai kornea palsu," kata Laode.

novel baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Sebelumnya tim kuasa hukum Novel Baswedan menyesalkan nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan tim hukum terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Pasalnya, dalam sidang pledoi, tim hukum menyebut kerusakan mata yang dialami Novel Baswedan salah penanganan.

"Menurut saya omong kosong. Fakta di persidangan tidak menjelaskan soal kesalahan penanganan, bahkan keterangan ahli atau saksi dokter yang menangani Novel Baswedan di rumah sakit di Indonesia tidak menjelaskan kesalahan penanganan," kata Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Baca Juga

Otak Sekaligus Eksekutor Penyiram Novel Dituntut 1 Tahun Penjara

Alghiffari mengatakan terdapat bukti rekaman medis dari Rumah Sakit di Singapura tempat Novel Baswedan menjalani perawatan kalau kondisi mata penyidik KPK itu memang parah. Menurut mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta ini, pembelaan tim hukum terdakwa ingin menggiring opini bahwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan penganiayaan ringan.

Meski demikian, Alghiffari menilai wajar, lantaran tim hukum kedua pelaku penyerangan Novel Badwedan yang merupakan anggota Polri juga berasal dari Korps Bhayangkara. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tim Dokter Mabes Polri Bungkam Usai Dimintai Keterangan Oleh Komnas HAM
Indonesia
Tim Dokter Mabes Polri Bungkam Usai Dimintai Keterangan Oleh Komnas HAM

Komnas HAM juga tengah mendalami rekaman CCTV di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50

DPR Pastikan UU Cipta Kerja Larang Perusahaan Kurangi Upah Buruh
Indonesia
DPR Pastikan UU Cipta Kerja Larang Perusahaan Kurangi Upah Buruh

Seluruh fraksi di panitia kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja DPR RI bersama pemerintah sepakat

Korek Saksi Hubungan Spesial Istri Nurhadi dan Kardi, Ini Temuan KPK
Indonesia
Korek Saksi Hubungan Spesial Istri Nurhadi dan Kardi, Ini Temuan KPK

KPK juga telah memeriksa saksi wiraswasta Sofyan Rosada selaku pemimpin Ponpes tempat keduanya diduga melakukan nikah siri.

COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat
Indonesia
COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat

Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan 3M

Hendak Ikut Aksi Bebaskan Rizieq, Belasan Remaja Ditangkap
Indonesia
Hendak Ikut Aksi Bebaskan Rizieq, Belasan Remaja Ditangkap

Anak yang diamankan tersebut, dianggap melanggar protokol kesehatan

Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia
Indonesia
Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia

Sebelumnya Andi Irfan Jaya didakwa oleh JPU menjadi perantara suap terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari

Gerebek Panti Pijat Vins 3 di Gading Serpong, Polisi Amankan Terapis hingga Tamu
Indonesia
Gerebek Panti Pijat Vins 3 di Gading Serpong, Polisi Amankan Terapis hingga Tamu

Polres Tangerang Selatan menggerebek sebuah panti pijat di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

'Disentil' KPAI, Panitia Apel Siaga Ganyang Komunis Buka Suara
Indonesia
'Disentil' KPAI, Panitia Apel Siaga Ganyang Komunis Buka Suara

Pihaknya sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan

Jokowi Bisa Umumkan Reshuffle Kabinet Pagi Atau Siang Hari
Indonesia
Jokowi Bisa Umumkan Reshuffle Kabinet Pagi Atau Siang Hari

Langkah reshuffle memang semakin mendesak

Pandemi COVID-19 Tingkatkan Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Indonesia
Pandemi COVID-19 Tingkatkan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Angka kekerasan dalam keluarga di Kota Bandung berpotensi mengalami peningkatan.