Masyarakat Takut Polisi Main Ancam Saat Penegakan Larangan Mudik Mudik lebaran menjadi tradisi tahunan saat penumpang kapal di pelabuhan laut Biak.(ANTARA Papua/HO-Pelni)

Merahputih.com - Pengamat Transportasi Edison Siahaan mengkritik langkah Kepolisian yang mengancam bakal meminta kendaraan pribadi berputar balik dan penindakan saat larangan mudik diberlakukan. Apalagi sampai berujung penindakan hukum.

"Tolong polisi jangan bikin masyarakat semakin takut dengan ancaman seperti itu. Aturan larangan mudik aja belum ada kok polisi sudah mau ancam," kata Edison kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (22/4).

Baca Juga

Presiden Jokowi Resmi Larang Warga Mudik

Koordinator Indonesia Traffic Watch ini menilai larangan mudik baru sebatas wacana atau keinginan pemerintah. Belum berupa keputusan tetap yang memiliki landasan hukum dan peraturan.

"Polisi jangan terlalu majulah apalagi ancam akan ini akan itu kalau ada bandel tetap mudik. Sampai hari ini belum ada aturan yang resmi tentang larangan mudik, yang ada hanya imbauan," jelas Edison.

Agar upaya program larangan mudik itu efektif, sebaiknya tak hanya sebatas imbauan, tetapi harus disertai dengan aturan yang jelas. Tentu saja tak melanggar UU yang ada. "Serta ada sanksi yang dapat diterapkan agar tidak terjadi kekacauan dalam implementasinya;" sebut Edison.

Tentu pemerintah juga harus mempersiapkan konsekuensi atas larangan itu seperti para pengemudi travel, jasa angkutan dan pemilik usaha yang bakal terdampak larangan mudik.

"Paling penting menjamin tersedianya kebutuhan bahan pokok agar jang sampai terjadi gejolak sosial. Serta pelaksanaanya harus disertai koordinasi baik antar instansi dan pengawasan yang ketat," pungkas Edison.

Warga melintas di dekat spanduk seruan untuk menunda mudik menjelang puasa dan Lebaran di Jalan Sudirman, Serang, Banten, Kamis (9/4). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sementara, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebut pemeriksaan dan penyekatan kendaraan akan dilakukan di 19 titik pos pengamanan terpadu Operasi Ketupat 2020 tersebar di wilayah Jabodetabek.

Kendaraan pribadi, kendaraan umum baik roda empat maupun roda dua dilarang mengangkut penumpang keluar wilayah Jabodetabek. Hal ini tentunya guna mencegah warga pergi mudik sesuai larangan pemerintah.

"Kita akan melaksanakan pemeriksaan dan penyekatan. Apa itu pembatasan, pemeriksaan, dan penyekatan? Larangan mudik ini hanya berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi ataupun umum termasuk juga sepeda motor," ujarnya.

Dirinya menjelaskan kalau kendaraan angkutan barang, logistik, dan kebutuhan pokok yang masih diperbolehkan masuk dan keluar wilayah Jabodetabek.

Polisi juga tidak membatasi mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar Jakarta dari arah Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pihaknya juga masih membahas pembatasan mobilitas kendaraan yang masuk wilayah Jabodetabek dari arah Jawa Barat dan Banten.

Baca Juga

Pemerintah Larang Mudik, BPIP: Ini Untuk Selamatkan Orang yang Kita Cintai

Artinya, orang Bekasi masih bisa ke Jakarta, pekerja-pekerja dari Bintaro, Serpong misalnya masih bisa ke Jakarta. Termasuk juga dari Depok masih bisa ke Jakarta dan sebaliknya dari Jakarta juga masih bisa ke Depok, Bekasi dan sebagainya.

"Mekanismenya nanti akan dibahas lagi dengan Polda perbatasan Jawa Barat dan Banten (izin masyarakat yang akan masuk wilayah Jabodetabek)," kata dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Sembako Sampah Lapor, Polisi Buru Youtuber Ferdian Paleka
Indonesia
Korban Sembako Sampah Lapor, Polisi Buru Youtuber Ferdian Paleka

Candaan atau prank dengan memberikan bantuan sosial dalam kardus yang ternyata berisikan sampah.

Langgar Protokol Kesehatan, Gibran dan Bagyo Ditegur Bawaslu Solo
Indonesia
Langgar Protokol Kesehatan, Gibran dan Bagyo Ditegur Bawaslu Solo

Pelanggaran yang paling mencolok adalah mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.

Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan
Indonesia
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan

Cuaca cerah berawan diperkirakan berlangsung di tiga wilayah sejak siang hari, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Jatim Gelar Tes Kesehatan 41 Pasangan Cakada di 3 Rumah Sakit
Indonesia
Jatim Gelar Tes Kesehatan 41 Pasangan Cakada di 3 Rumah Sakit

Jadwal pelaksanaan tes kesehatan untuk calon kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Timur, dimulai 4-11 September 2020 dan pelaksananya adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ada Perbedaan Swab Pertama dan Kedua, Ini Hasil Tes COVID-19 Ketiga Karyawan RRI Surabaya
Indonesia
Ada Perbedaan Swab Pertama dan Kedua, Ini Hasil Tes COVID-19 Ketiga Karyawan RRI Surabaya

Sekarang ini hasil swab ketiga sudah keluar dan juga memperkuat swab kedua.

[HOAKS atau FAKTA} Mobil Esemka Berbahan Kayu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA} Mobil Esemka Berbahan Kayu

Akun Facebook @EdiTansil mengunggah sebuah foto mobil berbahan kayu dengan tulisan “esemka” pada bodi mobil.

Seorang Artis Ikut Terjerat Kasus Dugaan Prostitusi Setelah Hotelnya Digerebek
Indonesia
Seorang Artis Ikut Terjerat Kasus Dugaan Prostitusi Setelah Hotelnya Digerebek

Polda Metro Jaya menggerebek Hotel Alona terkait kasus dugaan prostitusi, di wilayah Kreo, Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Kapolsek Pasar Kliwon Solo Kalah Gugatan dari Pemilik Toko Miras
Indonesia
Kapolsek Pasar Kliwon Solo Kalah Gugatan dari Pemilik Toko Miras

Mereka digugat pemilik toko di Pengadilan Negeri (PN) Solo dan dinyatakan kalah dengan putusan harus mengembalikan puluhan krat miras bir pada pemiliknya.

Polda Metro Belum Terima Laporan Pembakaran Bendera PDIP
Indonesia
Polda Metro Belum Terima Laporan Pembakaran Bendera PDIP

"Bagaimana mau diperiksa orang nggak ada laporan polisi. Dasarnya apa periksa orang?," katanya.