Masyarakat Nilai SP3 Kasus Habib Rizieq Cuma Pencitraan Pemerintahan Jokowi Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diperiksa di Polda Jabar, Senin (13/2). (Foto MP/Rina Garmina)

MerahPutih.Com - Sebagian besar responden yang ditanya oleh surveyor Median mengungkapakan bahwa penerbitan SP3 Kasus Habib Rizieq merupakan pencitraan pemerintahan Jokowi.

Hal tersebut dinyatakan Direktur Riset Median Sudarto saat merilis hasil survei Median di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Sudarto mengungkapkan, hasil survei lembaganya menemukan bahwa sebesar 35,50 persen responden menilai SP3 terhadap HRS merupakan pencitraan.

"Lebih besar pencitraannya ketimbang penilaian tulus dari responden yang hanya 24,20 persen," kata dia.

Habib Rizieq
Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)

Terkait hal itu, Sudarto menilai ada sentimen negatif dari kalangan Islam politik yang dimunculkan pada figur Jokowi jelang Pilpres 2019 mendatang.

"Ini menjadi salah satu PR Jokowi untuk melakukan penetrasi terhadap masyarakat Islam," kata dia.

Menambahkan, Sudarto mengatakan isu tersebut perlu menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih pendampingnya di Pilpres 2019.

Direktur Riset Median Sudarto
Direktur Riset Median Sudarto (Foto: MP/Fadhli)

"Ini menjadi faktor menurut kami harus dimasukkan Jokowi ke dalam variabel ketika beliau meramu atau merancang siapa yang akan menjadi cawapres beliau pada Pilpres," terangnya.

Survei Median digelar pada 6-15 Juli 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang yang memiliki hak pilih dan tersebar proporsional atas populasi provinsi dan Gender.

Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Rencana Anies Bongkar JPO Diganti Underpass Disebut Makan Biaya

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH