GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker Gerakan Pakai Masker. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Masyarakat Indonesia dinilai masih malas menggunakan masker karena tidak terbiasa merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas. Padahal, mengguakan masker menjadi salah satu cara paling murah untuk terhindar dari penularan COVID-19.

Bukan hanya soal masker, masyarakat juga dinilai masih kurang informasi tentang COVID-19, bahkan tidak percaya bahwa virus corona ini benar-benar ada. Sehingga diperlukan berbagai sosialisasi dan edukasi.

"Kultur juga menyebabkan masyarakat malas menggunakan masker, hal ini menjadi tantangan GPM untuk membentuk budaya memakai masker sebagaimana cara berpakaian fashion atau adat. Hal ini tentunya membutuhkan waktu," ujar Inisiator Gerakan Pakai Masker (GPM) Dumasi Samosir.

Baca Juga:

Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Dumasi mengaku, mempunyai cara agar masyarakat tidak malas untuk memakai masker. Solusinya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terus menerus secara berulang. Hal ini menjadi kunci utama perubahan perilaku.

GPM
Kampanye GPM membagi-bagikan masker ke publik. (ANT)

Gerakan masker ini, kata ia, sama seperti sosialisasi penggunaan helm dan safety belt saar berkendara. Meski awalnya banyak yang malas melakukannya, tapi pada akhirnya akan sadar bahwa penting untuk menyelamatkan nyawa mereka.

"Memang, hal ini juga harus disertai contoh yang baik dari para pimpinan, disamping adanya penegakan hukum yang menyertai," katanya.

Ia menegaskan, jika langkah pemakaian masker yang benar ini diikuti dengan disipIin menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, maka hal ini dapat mencegah penularan sampai 90.

GPM, kata ia, telah melakukan penyuluhan sebanyak 5 angkatan dalam kurun waktu 3 bulan dengan sasaran pada 1.580 pengelola pasar dan kurang lebih 7 juta pedagang pasar di seluruh Indonesia.

Penggagas GPM
Aktivis dan penggagas GPM. (Dok GPM)

Kemudian Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Berau, Biduk-Biduk Kalimantan Timur (Kaltim), Bromo, Banyuwangi, dan Bali.

Selain itu, menyasar pesantren dengan melakukan penyuluhan sebanyak 6 angkatan dalam kurun waktu 2 bulan, yang menjangkau 65 pesantren 91.188 santri dan 3.361 guru.

Sosialisasi dan edukasi tentang pemakaian masker yang benar dan diikuti disiplin jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun diyakini bakal mengurangi penularan.

"Kesadaran masyarakat akan bertambah dan angka penyebaran dan penularan corona bisa menurun," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Bawaslu Keluarkan 70 Surat Tertulis Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Akui Udara Jakarta Berstatus Berbahaya
Indonesia
Anies Akui Udara Jakarta Berstatus Berbahaya

Polusi udara di DKI Jakarta, kata mantan Menteri Pendidikan ini, melampaui batas yang ditetapkan oleh oraganisasi kesehatan dunia atau WHO.

Eks Legislator PDIP Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Suap Rp3,5 M
Indonesia
Eks Legislator PDIP Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Suap Rp3,5 M

Nyoman Dhamantra didakwakan pasal 12 ayat (1) huruf a atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999

Incar Kemenangan di Pilwakot Tangsel, ini Strategi Benyamin Davnie-Pillar Saga
Indonesia
Incar Kemenangan di Pilwakot Tangsel, ini Strategi Benyamin Davnie-Pillar Saga

Pasangan Calon Wali kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie-Pillar Saga Ichsan mulai tampil ke publik. Mereka pun berusaha meyakinkan masyarakat akan visi misinya ke depan.

Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir
Indonesia
Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir

Gerebek Lumpur ini membantu mengurangi proses pendangkalan dengan mengerahkan alat berat berskala hingga tiga kali lipat dari kapasitas biasanya.

Duh, Awal September Harga Emas Antam per Gram Anjlok Rp10.000
Indonesia
Duh, Awal September Harga Emas Antam per Gram Anjlok Rp10.000

Padahal beberapa hari terakhir emas Antam mencetak rekor harga tertinggi dalam sejarah

Menag Fachrul Razi Waspadai Dampak Aksi Terorisme di Eropa
Indonesia
Menag Fachrul Razi Waspadai Dampak Aksi Terorisme di Eropa

Menurut Menag, terorisme adalah persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Anies Baswedan menampung aspirasi mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa memprotes Undang-undang (UU) Omnibus Law.

BATAN Temukan Penyebab Paparan Radioaktif di Perum Batan Tangsel
Indonesia
BATAN Temukan Penyebab Paparan Radioaktif di Perum Batan Tangsel

"Dari hasil clean up, bahan penyebab paparan radiasi ditemukan telah bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium BATAN," tuturnya.

Tantangan Petugas Saat Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca
Indonesia
Tantangan Petugas Saat Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Hujan ditargetkan turun sebelum memasuki wilayah Jabodetabek

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Negara Tiongkok Jadi Brimob
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Negara Tiongkok Jadi Brimob

“Ini penampakan beberapa ORANG TIONGKOK berseragam BRIMOB/POLISI”.