Masyarakat Euforia Seolah Tak Ada COVID-19, BPJT: Pandemi Masih Berlangsung Dokumentasi - Botol kecil berlabel stiker "Vaksin COVID-19" dan jarum suntik medis, terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada (10/4/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri.

Merahputih.com - Transportasi umum di Jakarta rentan terjadi penularan COVID-19. Apalagi saat warga berdesakan mengantre potensinya cukup tinggi.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menjelaskan, ada euforia di kalangan masyarakat menyambut adaptasi kebiasaan baru, seolah-olah tidak ada lagi ancaman COVID-19.

“Pandemi sebenarnya masih berlangsung, dan aktivitas-aktivitas yang semula dihentikan saat PSBB penuh sekarang ini sudah dibolehkan, jadi justru resiko penularan makin tinggi, “ kata Polana kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/7).

Baca Juga:

Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tahap Ketiga di UEA

Oleh karena itu Polana meminta masyarakat untuk memaksa diri membangun kebiasan baru agar mengurangi resiko sebesar mungkin dari penularan COVID-19.

“Transportasi pada masa pandemi tidak mungkin dapat melayani masyarakat dengan protokol kesehatan yang memadai jika demandnya masih persis sama dengan sebelum pandemi,” ujar Polana.

Hal ini tidak lain karena kapasitas angkutan harus dikurangi agar dapat menegakkan physical distancing.

Vaksin corona dikembangkan (Ant)
Ilustrasi (Ant)

Polana menuturkan, jika sebagian masyarakat ternyata sudah terbiasa bekerja dengan baik dari rumah (Work From Home) tanpa ada hambatan berarti sebaiknya tetap dilanjutkan.

Ataupun jika tetap perlu ke kantor frekuensinya dapat dikurangi misalnya dari semula 5 hari/minggu menjadi cukup 2 hari/minggu dengan pengaturan jadwal.

Demikian pula untuk pekerjaan-pekerjaan yang menuntut datang ke tempat kerja setiap hari, pemilik kerja harus bersedia mengatur jadwal berangkat/pulang pegawainya agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

Baca Juga:

Laboratorium Vaksin Flu Burung Bakal Disulap Jadi Tempat Produksi PCR

Sampai saat ini sudah cukup banyak ketentuan peraturan yang mengatur soal demand ini, mulai dari Peraturan Kepala Daerah, Gugus Tugas COVID-19 hingga Peraturan Menteri, tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaannya.

“WHO pernah menyatakan bahwa transportasi menjadi salah satu faktor potensial penularan dan penyebaran COVID-19, untuk itu kami berjuang keras agar transportasi komuter di wilayah Jabodetabek terhindar dari hal itu, namun semua itu sulit diwujudkan tanpa partisipasi masyarakat, “ tutup Polana. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkab Cirebon Tanggung Biaya 329 Ribu Warga Dalam Program JKN-KIS
Indonesia
Pemkab Cirebon Tanggung Biaya 329 Ribu Warga Dalam Program JKN-KIS

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengatakan, bahwa dari jumlah 2,1 juta warga Kabupaten yang terdaftar dalam JKN-KIS, sebanyak 329.059 jiwa di antaranya biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Pemerintah Tak Mungkin Berbohong Soal Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Pemerintah Tak Mungkin Berbohong Soal Kebakaran Gedung Kejagung

Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya bahwa berkas-berkas perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung

FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual
Indonesia
FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual

Semua pihak saat ini harus berperan aktif menjaga diri

Kebijakan Gas dan Rem Bawa Optimisme Pada Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Kebijakan Gas dan Rem Bawa Optimisme Pada Pemulihan Ekonomi

Langkah ini, tercermin pada pemulihan ekonomi yang mulai terlihat pada kuartal III yaitu minus 3,49 persen dari minus 5,32 persen pada kuartal II

WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa
Dunia
WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa

Sedangkan anak usia 6 - 11 tahun harus menggunakan masker dengan prosedur berbasis risiko.

Tiga Oknum Relawan KAMI Jadi Tersangka Penganiayaan Polisi
Indonesia
Tiga Oknum Relawan KAMI Jadi Tersangka Penganiayaan Polisi

Tiga oknum relawan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi tersangka kasus penganiayaan polisi saat adanya aksi massa di DPRD Jawa Barat.

Ini Peran Lima Tersangka Kasus Penggunaan Alat Tes Antigen Bekas
Indonesia
Ini Peran Lima Tersangka Kasus Penggunaan Alat Tes Antigen Bekas

Para pelaku yang diungkap ini terbukti mendaur ulang stik yang digunakan untuk tes uji cepat COVID-19

70 Persen Masyarakat Ogah Pakai Masker, Mata Rantai COVID-19 Tak Mungkin Terputus
Indonesia
70 Persen Masyarakat Ogah Pakai Masker, Mata Rantai COVID-19 Tak Mungkin Terputus

Beberapa wilayah berhasil menekan penyebaran corona karena ketegasan masing-masing kepala daerah.

Ancaman Teror Meningkat, Tempat Ibadah Rawan Jadi Sasaran
Indonesia
Ancaman Teror Meningkat, Tempat Ibadah Rawan Jadi Sasaran

Peningkatan kewaspadaan ini tidak hanya dilakukan di tempat ibadah

[HOAKS atau FAKTA]: Sistem Informasi Personel Polri Dibobol Peretas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sistem Informasi Personel Polri Dibobol Peretas

Pengguna media sosial Twitter dihebohkan dengan kabar peretasan terhadap data anggota Polri yang bertugas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.