Masyarakat Diminta Tak Takut jika Dites Corona Ilustrasi Rapid Test COVID-19. Foto: Net

Merahputih.com - Pemerintah terus melakukan tes masif massal melalui rapid test untuk menemukan kasus COVID-19 di tengah masyarakat. Bahkan, di beberapa daerah terjadi penolakan pelaksanaan rapid test massal ini.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan rapid test ini tidak perlu ditakuti.

"Kalau sudah negatif, ya sudah berarti bisa beraktivitas. Aktivitas yang memang diperbolehkan dan harus selalu menjalankan protokol kesehatan," jelas Wiku, Jumat (19/6).

Baca Juga

Update COVID-19 Sabtu (23/5): 21.745 Positif, 5.249 Sembuh

Wiku menegaskan bahwa rapid test hanyalah proses skrining untuk memastikan memiliki kontak erat dengan riwayat positif COVID-19. "Jadi rapid test itu kan tujuannya sebenarnya skrining atau sebenarnya menapis," terang dia.

Jika ditemukan kontak erat dan hasil rapid test negatif, tes seharusnya diulangi lagi 7 sampai 10 hari kemudian. "Jadi yang dilakukan dalam rangka menapis. Jadi, tidak semua orang harus dites," jelas Wiku.

Wiku mengatakan, jika dalam rapid test tersebut ditemukan kasus positif maka akan dilanjutkan lagi dengan tes PCR untuk memastikan terinfeksi COVID-19 atau tidak. Sehingga, bisa segera dilakukan isolasi atau rawatan.

Wiku pun meminta selama menunggu hasil tes PCR, harus melakukan isolasi untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19.

"Selama menunggu hasil tes PCR, mereka harus isolasi. Isolasinya kan bisa isolasi mandiri dulu di rumah, tidak pergi ke mana-mana. Atau mungkin kalau ada fasilitas publik yang digunakan untuk isolasi, isolasinya di situ," terang Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat UI ini.

Seorang dokter menunjukkan alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Seorang dokter menunjukkan alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Ia mengklaim, penanganan COVID-19 di Tanah Air dalam kurun waktu tiga bulan terakhir menunjukkan tren lumayan. "Memang kasus COVID-19 meningkat, tetapi kenyataannya tidak seperti proyeksi banyak pihak bahwa kasusnya bisa ratusan ribu," ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan, jumlah kematian akibat COVID-19 semakin menurun, jika awalnya 10 persen dan sekarang berkurang menjadi 5 persen. Tak hanya itu, Wiku menyebutkan, angka kesembuhan juga semakin meningkat yaitu 39,2 persen.

"Jadi kondisinya relatif terkendali," katanya.

Masyarakat yang juga bekerja sama mulai sadar untuk menangani virus ini kemudian membuat situasinya membaik. Artinya, yang memutus mata rantai penyebaran virus adalah masyarakat.

Baca Juga

Update Corona DKI Sabtu (23/5): 6.443 Positif, 1.587 Orang Sembuh

Sebelumnya, pemerintah mencatat penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 1.331 orang dalam 24 jam terakhir pada Kamis (18/6).

Angka itu kembali menyentuh rekor tertinggi kasus harian sejak kasus COVID-19 perdana di Tanah Air diumumkan pada awal Maret 2020 lalu. Dengan penambahan kasus hari ini, angka kumulatif kasus positif di Indonesia sebanyak 42.762 orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LPSK Berharap Presiden Jokowi Turun Tangan dalam Penuntasan Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
LPSK Berharap Presiden Jokowi Turun Tangan dalam Penuntasan Kasus Djoko Tjandra

LPSK mendorong keterlibatan Presiden agar proses penegakan hukum berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Survei Indo Barometer: Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin
Indonesia
Survei Indo Barometer: Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Dalam survei tersebut ditemukan permasalahan paling penting di Indonesia adalah perekonomian

Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB
Indonesia
Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 14.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT

Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong, PKS Rayu Purnomo Maju Pilwakot Solo
Indonesia
Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong, PKS Rayu Purnomo Maju Pilwakot Solo

Salah satu cara yang dilakukan PKS adalah berkomunikasi dengan Purnomo untuk maju dengan partai lain.

Kriteria 'Pembantu Baru' Jokowi dalam Melewati Badai COVID-19
Indonesia
Kriteria 'Pembantu Baru' Jokowi dalam Melewati Badai COVID-19

Memang, per Senin (6/7) jumlah kasus positif COVID-19 terus meroket

Warga DIY Dilarang Salat Idul Adha di Lapangan
Indonesia
Warga DIY Dilarang Salat Idul Adha di Lapangan

Namun, warga masih diperbolehkan salat di masjid.

Mahfud Jelaskan Pertimbangan Pemerintah Tunjuk KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID
Indonesia
Mahfud Jelaskan Pertimbangan Pemerintah Tunjuk KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID

Kalau panglimanya sudah bilang ini, itu langsung cepat

1.564 Pasien Isolasi Mandiri Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, Mayoritas Laki-Laki
Indonesia
Warga Kasihan Lihat Pije, Si Pembakar Mobil Via Vallen
Indonesia
Warga Kasihan Lihat Pije, Si Pembakar Mobil Via Vallen

Dalam video yang diunggah, kobaran api membakar bagian atas mobil putih milik Via Vallen

Depok dan Bogor Lakukan Jam Malam, Wagub: Ini Jadi Masukan DKI
Indonesia
Depok dan Bogor Lakukan Jam Malam, Wagub: Ini Jadi Masukan DKI

Kota Bogor telah memberlakukan jam malam sejak 29 Agustus 2020. Sedangkan Kota Depok memberlakukan jam malam sejak 31 Agustus 2020.