Masyarakat Diminta Berpikir Jernih soal Aksi Pembakaran Produk Prancis Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (26/6). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Kepolisian meminta masyarakat berpikir jernih dan tidak melakukan aksi beli dan bakar produk Prancis apalagi sampai melakukan aksi sweeping produk Prancis sebagai bukti protes terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Memang tidak salah membakar barang yang dibelinya sendiri. Tapi, masyarakat diminta tak perlu melakukan hal semacam ini dan melakukan kegiatan lain yang lebih berguna bagi diri sendiri dan orang banyak saja.

"Yang terjadi di Jakarta Pusat (aksi beli dan bakar produk Prancis) bukan sweeping, beda. Itu mereka menyampaikan aspirasinya walaupun kita mengharapkan mari kita berpikir jernih," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (6/10).

Baca Juga

Kedubes Prancis Kembali Didemo, Polisi Bakal Lakukan Pengalihan Jalan Thamrin

Guna mengantisipasi aksi sweeping produk negara yang memiliki Menara Eifel itu, aparat pun disiagakan di pusat perbelanjaan, bahkan, jumlahnya pum ditambah.

Hal itu tak lain agar tidak mengganggu kemanan. Begitu pun di Bandara, sebagai langkah antisipasi sweeping turis asal Prancis, aparat ditambah. Namun, sejauh ini dipastikan belum ada aksi sweeping.

"Akan kami siapkan lapis pengamanan," kata Yusri.

Sebelumnya diberitakan, beberapa orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) membeli produk asal Prancis di sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka kemudian membakarnya.

Adanya aksi itu dibenarkan polisi. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng, Komisaris Polisi Gozali Luhulima, peristiwa itu terjadi 3 November 2020 lalu sekitar pukul 13.35 WIB.

Baca Juga

Borong Produk Prancis di Minimarket Lalu Dibakar

"Saudara Diko Nugraha dan kawan-kawan mengunjungi minimarket di Jalan Johar Menteng untuk membeli produk Prancis," ujarnya kepada wartawan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Tuntut Ganti Rugi Banjir, Wagub DKI: Kami Cari Solusi Terbaik
Indonesia
Warga Tuntut Ganti Rugi Banjir, Wagub DKI: Kami Cari Solusi Terbaik

Pemprov DKI Jakarta menanggapi santai soal masyarakat yang menuntut ganti rugi atas banjir.

Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta
Indonesia
Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta

Pembukaan sekolah tatap muka di seluruh Yogyakarta menunggu hasil evaluasi risiko penularan COVID-19 di perguruan tinggi.

Gerindra dan PDIP Berduet dalam Pertarungan Pilwalkot Tangsel
Indonesia
Gerindra dan PDIP Berduet dalam Pertarungan Pilwalkot Tangsel

Prabowo Subianto mengumumkan dan menyerahkan surat rekomendasi kepada Muhamad dan Sara secara langsung di kediamannya.

32 Terduga Teroris Ditangkap Terkait Pengeboman Katedral Makassar
Indonesia
32 Terduga Teroris Ditangkap Terkait Pengeboman Katedral Makassar

Sejumlah terduga teroris diamankan oleh Densus 88 Antiteror Polri pasca bom bunuh diri yang dilakukan L dan YSF di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel.

Dalami Kasus Benur, KPK Periksa Pejabat KKP Jadi Saksi Edhy Prabowo
Indonesia
Dalami Kasus Benur, KPK Periksa Pejabat KKP Jadi Saksi Edhy Prabowo

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Arik Hari Wibowo, Kamis (4/3).

Erick Thohir: Program Subsidi Gaji Rp600 Ribu Bisa Diteruskan
Indonesia
Erick Thohir: Program Subsidi Gaji Rp600 Ribu Bisa Diteruskan

Pemerintah memberikan subsidi kepada 15,7 juta pekerja yang gajinya di bawah Rp 5juta hingga Desember 2020.

Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai
Indonesia
Mabes Polri Beberkan Temuan Sementara di Balik Melonjaknya Harga Kedelai

Ia mengatakan, kendala yang ditemukan penyidik terkait dengan kenaikan harga tersebut tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat.

DPRD DKI Minta Anies Evaluasi Car Free Day
Indonesia
DPRD DKI Minta Anies Evaluasi Car Free Day

"NasDem meminta Pemprov DKI segera melakukan evaluasi dan penyempurnaan dan pengetatan Agar CFD berikutnya bisa aman dan sehat untuk warga DKI," kata Wibi.

Dalam Waktu 100 Hari, Kapolri Targetkan 10 Polda Gunakan Tilang Elektronik
Indonesia
Dalam Waktu 100 Hari, Kapolri Targetkan 10 Polda Gunakan Tilang Elektronik

ETLE dianggap sebagai salah satu cara menekan terjadinya pungutan liar

Ini Isu yang Dibawa Indonesia di KTT Asean Virtual
Dunia
Ini Isu yang Dibawa Indonesia di KTT Asean Virtual

Rangkaian KTT secara utama akan membahas langkah bersama untuk mencegah dampak yang lebih luas dari pandemi COVID-19 di kawasan