Masyarakat Diminta Beri Masukan Konstruktif ke Polisi Soal Pemberantasan Pungli Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo melakukan sidak ke Stasiun Tanah Abang, Senin (24/8). (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) mengapresiasi upaya Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo melakukan pembenahan terhadap lini-lini di jajarannya yang diduga terjadi pungutan liar (pungli).

Langkah-langkah yang telah dikerjakan Sambodo patut dihargai. Kendati dalam praktiknya masih ditemukan kekurangan.

Baca Juga

Polisi yang Lakukan Pungli Pengurusan SIM Bakal Diturunkan Pangkatnya

"Ini kan sudah ada niatan baik. Perkara masih ada pungli, itu soal lain. Mari kita benahi bersama, beri masukan yang konstruktif, yang membangun. Bukan malah menyudutkan apalagi menjatuhkan," ujar Ketua Presidium ICPW Bambang Suranto, Jumat (17/9).

Ia menegaskan bahwa tak ada institusi di Indonesia yang bersih dari korupsi dan pungutan liar. "Di KPK yang konon institusi paling suci saja 'tercemar'," imbuh Bambang.

Layanan Samsat. (Foto: Antara)
Ilustrasi: Layanan Samsat. (Foto: Antara)

Meski begitu, Bambang mengaku berterima kasih atas kritik dan masukan Emerson terhadap jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Namun, ia berharap hal itu tetap disampaikan secara proporsional atau tak berlebihan.

Sebab jika tidak, menurutnya hal tersebut justru menambah masalah, bukan malah sebaliknya.

"Kritik dan saran itu disampaikan secara terukur. Jangan melebar kemana-mana, sampai-sampai presiden dibawa-bawa. Presiden saya kira urusannya banyak. Persoalan seperti ini cukup diselesaikan dan dikomunikasikan melalui Dirlantas saya kira sudah tuntas," jelasnya.

Baca Juga:

Gerai Samsat Kini Tersedia di AEON Mall Jakarta Garden City

Adapun salah satu pernyataan yang dianggap berlebihan ialah saat Emerson menyebut pebalap MotoGP serta F1 Valentino Rossi dan Lewis Hamilton, tak mungkin bisa punya SIM kalau buatnya di Indonesia. Pernyataan yang disampaikan melalui surat terbuka kepada Presiden Jokowi itu dipandang terlalu hiperbola.

"Kalau istilah anak sekarang lebay. Sebab itu sama saja mengatakan bahwa puluhan hingga ratusan juta masyarakat Indonesia pemilik SIM, semua hasil dari suap. Ini kan bisa tersinggung banyak orang, termasuk keluarga dia sendiri pemilik SIM, yang seharusnya merasa terlecehkan dengan pernyataan itu," papar Bambang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga Poros Pasangan Capres-Cawapres Terkuat Versi Lembaga Survei
Indonesia
Tiga Poros Pasangan Capres-Cawapres Terkuat Versi Lembaga Survei

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi.

FWP Sebar Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Menag Yaqut akan Optimalkan Kuota Haji Hingga Meminta Tambahan
Indonesia
Menag Yaqut akan Optimalkan Kuota Haji Hingga Meminta Tambahan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pemerintah siap memberangkatkan jamaah haji dan berencana mengoptimalkan pemanfaatan kuota jamaah haji yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini.

Pelaku Pembuang Jasad Bayi di Kecamatan Nguter Terungkap!
Indonesia
Pelaku Pembuang Jasad Bayi di Kecamatan Nguter Terungkap!

Satreskrim Polres Sukoharjo, Jawa Tengah telah menangkap pelaku pembuangan jasad bayi laki-laki di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (3/12).

Erick Thohir Lakukan Pertemuan dengan Bill Gates, Bahas Apa?
Indonesia
Erick Thohir Lakukan Pertemuan dengan Bill Gates, Bahas Apa?

Ini merupakan pengakuan atas kapasitas Bio Farma

629 Orang Lolos Administrasi Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu
Indonesia
629 Orang Lolos Administrasi Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu

Dalam daftar pelamar yang lulus seleksi administrasi, ada beberapa nama petahana komisioner KPU dan Bawaslu.

Polisi Langsung Proses Laporan Terhadap Edy Mulyadi
Indonesia
Polisi Langsung Proses Laporan Terhadap Edy Mulyadi

Polri memproses laporan terkait dengan pencemaran nama baik yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh pegiat media sosial Edy Mulyadi.

Janji Pemerintah 2 Juta Vaksinasi COVID-19 per Hari Jangan Hanya Lip Service
Indonesia
Janji Pemerintah 2 Juta Vaksinasi COVID-19 per Hari Jangan Hanya Lip Service

“Janji pemerintah lakukan 2 juta dosis perhari hanya lip services. Realitanya, jumlah suntikan harian terus merosot”, kata Netty dalam keterangan media, Jumat (16/7).

[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan dan Jokowi Kembali Diangkat Jadi Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan dan Jokowi Kembali Diangkat Jadi Presiden

Akun Facebook bernama Suprayitno SA mengunggah sebuah video berdurasi 3 menit 24 detik dengan narasi bahwa Pilpres 2024 dibatalkan oleh rakyat dan Jokowi kembali diangkat menjadi Presiden.

Sejumlah Syarat Jika Ingin Nonton MotoGP Mandalika
Indonesia
Sejumlah Syarat Jika Ingin Nonton MotoGP Mandalika

Bagi Warga Negara Asing, diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksin serta hasil tes PCR/Antigen