Masyarakat Diminta Berhati-hati dengan Klaim Obat Corona Viral di Medsos Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am)

MerahPutih.com - Di media sosial tengah marak tentang produk herbal yang diklaim sebagai obat penyembuh dan pencegah COVID-19 oleh sosok Hadi Pranoto. Pria yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi, kadang juga disebut sebagai profesor ini, viral setelah diwawancara Youtuber Anji.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diakui oleh Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Baca Juga:

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat COVID-19, Kemenkes Minta Saring Sebelum 'Sharing' Informasi

Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 menjelaskan, setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik.

"Masyarakat kami himbau agar berhati-hati terkait produk herbal yang belum terbukti kebenarannya untuk dicek ke sumber resmi terpercaya seperti Kemenkes atau BPOM," jelas Ali Ghufron dalam keterangan persnya, Selasa (4/8).

Ia menuturkan, setiap klaim yang disebutkan harus melewati kaidah penelitian yang benar dan melakukan uji klinis sesuai protokol yang disetujui oleh BPOM.

Kemenristek/BRIN akan terus memantau dan menindaklanjuti berita/isu ini serta terus memperbaharui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19.

"Berita atau isu tersebut tidak dirilis resmi oleh Kemenristek/BRIN, melainkan murni atas nama pribadi yang bersangkutan," jelas dia.

Video Anji (kanan) dan Hadi Pranoto yang sempat viral di You Tube.(Tangkapan layar dari Youtube Anji)
Video Anji (kanan) dan Hadi Pranoto yang sempat viral di You Tube.(Tangkapan layar dari Youtube Anji)

Ali menambahkan, isu yang disampaikan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Ia menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan COVID-19.

"Apalagi bukan dikeluarkan secara resmi atau dibenarkan oleh instansi terkait seperti BPOM, Kemenkes, Kemenristek/BRIN atau kementerian/lembaga pemerintah lainnya," tutur Ali.

Namun, Kemenristek/BRIN menghargai dan mengapresiasi setiap upaya riset dan inovasi dengan prosedur tertentu untuk dapat menangani pandemi COVID-19.

Hadi Pranoto, peramu obat herbal yang diklaim bisa menyembuhkan pasien virus corona mengatakan ramuannya itu digratiskan bagi orang yang membutuhkan. Dia bahkan tak memberi merek ke ramuan herbal.

"Saya tidak pernah jualan online. Kalau dijual, tergantung siapa yang beli, kalau orang kaya, saya minta untuk menyumbang lebih banyak kalau yang tidak punya saya gratiskan. Ada yang nyumbang Rp 50 ribu, Rp20 ribu, Rp100 ribu, tergantung keikhlasan mereka menyumbang," kata Hadi kepada wartawan.

Baca Juga:

Polisi Segera Selidiki Klaim Hadi Pranoto soal Obat COVID-19

Hadi juga mengatakan ramuannya itu sudah terdaftar di BPOM.

"Saya tidak memberikan label karena memberi jaminan kualitas bahan ini. Izin BPOM sudah ada, semua sudah ada, cuma untuk label tak kita pakai karena kita ingin memberi kepastian kepada saudara-saudara kita mencari kepastian untuk mendapat kesehatan. Saya takut di kala pandemi seperti ini dipalsukan diperjual berikan sendiri. Di Bogor sudah hampor 16 ribu botol," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Corona, DPR Minta Ada Tindakan Hukum


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH