Masyarakat Diharapkan Tidak Pertentangkan Islam dengan Paham Kebangsaan Cendikiawan muslim Azyumardi Azra. (MP/Ponoco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Pertentangan Islam dengan isme-isme kebangsaan kerap terjadi dalam masyarakat. Padahal Islam sendiri mengajarkan cinta kepada tanah air sebagai tanggung jawab pemeluk agama.

Guru Besar Universitas Islam Syarif Hidayatulah Profesor Azyumardi Azra meminta masyarakat khususnya kaum muda untuk tidak terjebak dalam pertentangan Islam dengan isme-isme kebangsaan.

"Para pemuda muslim untuk meyakini tiga hal agar dapat berkontribusi besar untuk kedaulatan bangsa," kata Azyumardi dalam Dialog Publik yang digelar pada Rakernas II DPP GEMA Mathla'ul Anwar di ICE BSD Tangerang, Jumat (30/11).

Ia menjelaskan hal pertama yakni meyakini bahwa Islam wasathiyah merupakan pilihan terbaik untuk hidup di tengah kehidupan bangsa yang majemuk. Menurut dia, Islam wasathiyah ialah tipologi Islam pertengahan yang tidak kaku sekaligus tidak longgar karena berada di pertengahan.

Presiden Jokowi dan Wapres JK saat dzikir kebangsaan
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) saat Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

"Kedua, pemuda muslim harus yakin cinta tanah air adalah bagian dari iman sehingga tak lagi mempertentangkan Islam dengan kebangsaan seperti yang sering digaungkan oleh tipe ajaran Islam impor yang datang belakangan yang belum tentu sesuai dengan Indonesia," katanya.

Azyumardi Azra juga menekankan agar kaum muda dan masyarakat tak mudah silau dan terpesona oleh ajaran Timur Tengah yang pro-kekerasan yang berbeda karakter dengan Indonesia.

Hal ketiga yakni pemuda muslim juga harus yakin bahwa kemajuan Indonesia adalah kemajuan umat Islam. "Anda lihat misalnya perusahaan penerbitan yang dulu didirikan para pastur ternyata pegawainya mayoritas muslim yang berjilbab," kata Azyumardi.

Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Mathla'ul Anwar, Prof. Abdul Gani Abdullah, meminta para pemuda memegang teguh Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa yang harus terus dipromosikan kepada siapapun.

"Pancasila dapat diterima oleh siapapun," katanya.

Sedangkan menurut mantan Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar Ahmad Mukhlis Yusuf sebagaimana dilansir Antara menyatakan, para pemuda muslim mau tidak mau harus menjadi pribadi teladan yang amanah agar dipercaya sebagai pemimpin masa depan yang dapat menyebarkan ajaran Islam damai.

"Dengan cara itu maka citra Islam di mata nonmuslim akan positif," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dampak Perang Dagang, Pengamat Sebut Kawasan Indo-Pasifik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH