Headline
Masyarakat Badui: Kalau Bisa Kolom Agama Ditulis Selam Wiwitan Ratusan warga suku Baduy berjalan menuju Kantor Gubernur Banten untuk mengikuti Upacara Seba di Serang, Banten, Sabtu (29/4). (Foto: ANTARA/Aseffathul Rahman)

MerahPutih.Com - Keputusan Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan penganut aliran kepercayaan dalam Administrasi Kependudukan membawa angin segar bagi masyarakat adat Badui.

Namun ketika dijelaskan bahwa yang dicantumkan di kolom agama hanya Penganut Kepercayaan, salah seorang warga Badui bernama Santa mengaku agak keberatan.

"Kami tentu keberatan jika kolom agama itu dicantun penganut kepercayaan," kata Santa (45) warga Badui saat dihubungi di Lebak, Sabtu (11/11).

Santa (45) berharap putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan uji materi UU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan direalisasikan, dan pada kolom agama baik dalam kartu tanda penduduk maupun kartu keluarga ditulis Selam Wiwitan.

Menurut Santa sebagaimana dilansir Antara kepercayaan masyarakat Badui tetap agama Selam Wiwitan karena peninggalan nenek moyang. Apabila, pemerintah mencantumkan agama penganut kepercayaan pada KTP dan KK tentu warga Badui sangat keberatan.

Bahkan, masyarakat Badui akan kembali menolak pencantuman agama penghayat kepercayaan. Sebab, masyarakat Badui dari dulu hingga kini penganut agama Selam Wiwitan. Apalagi, masyarakat Badui semua kaum laki-laki disunat juga kawinya juga melalui penghulu juga bersahadat.

"Kepercayaan kami Selam Wiwitan dalam sejarah cukup tertua sebelum Islam," katanya.

Menurut Santa, sejak tahun 1970-2013 agama masyarakat Badui tercantum pada kolom KTP dan KK sebagai agama Selam Sunda Wiwitan.

Karena itu, putusan MK yang mengabulkan UU tentang Administrasi Kependudukan bisa kembali dicantum kolom agama Selam Wiwitan pada identitas KTP dan KK. Selain itu juga pihaknya mendapat perlakuan yang adil dari pemerintah ketika mengurus administrasi setelah diakui agama Selam Wiwitan tersebut.

"Kami berharap pemerintah tidak mendiskriminasi kepada warga Badui setelah agama Selam Wiwitan tercantum KTP dan KK," katanya menjelaskan.

Kepala Adat yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Saija mengatakan pihaknya bersyukur dan segera mengurus perubahan pada identitas KTP dan KK dengan mencantum agama Selam Wiwitan sebagai kepercayaan warga Badui. Apabila, kolom KTP dan KK dicantumkan agama penghayat kepercayaan dipastikan masyarakat Badui akan menolaknya.

Pihaknya akan segera menyosialisasikan kepada seluruh warga Badui yang terdapat sekitar 3.500 kepala keluarga yang sudah wajib memiliki KTP dan KK.

"Kami minta aturanya tidak dipersulit lagi setelah dikabulkan putusan MK dan mencantum Selam Wiwitan sebagai agama Badui dan ditulis pada kolom KTP dan KK," ujarnya.(*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Ribuan Karyawannya
Indonesia
Lion Air Buka Suara Terkait Pengurangan Ribuan Karyawannya

Lion Air Group mengumumkan pengurangan 2.600 tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate).

KPK Tetap Kasasi Putusan PT DKI Meski Romahurmuziy Sudah Bebas dari Bui
Indonesia
KPK Tetap Kasasi Putusan PT DKI Meski Romahurmuziy Sudah Bebas dari Bui

KPK telah mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung sejak 27 April 2020 lalu

Dituduh Persekusi Umat Islam, Pemerintah India: Itu Politisasi dan Propaganda
Indonesia
Dituduh Persekusi Umat Islam, Pemerintah India: Itu Politisasi dan Propaganda

Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menampik adanya persekusi maupun diskriminasi terhadap muslim di India.

Masih Terjadi Keramaian Saat PSBB, IKEA Alam Sutera Ditutup
Indonesia
Masih Terjadi Keramaian Saat PSBB, IKEA Alam Sutera Ditutup

IKEA tetap mematuhi peraturan pemerintah

Kasus Jiwasraya, Ahli Jelaskan Direksi Punya Hak Diskresi Ubah Kebijakan Strategi Investasi
Indonesia
Hindari Penumpukan di Kereta, Warga Bogor Pilih Malam-Malam Berangkat ke Jakarta
Indonesia
Hindari Penumpukan di Kereta, Warga Bogor Pilih Malam-Malam Berangkat ke Jakarta

Penumpukan penumpang KRL di Stasiun Bogor lebih renggang daripada Minggu lalu saat hari kerja.

Dampak Positif dan Negatif Pembukaan Bioskop Saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Dampak Positif dan Negatif Pembukaan Bioskop Saat Pandemi COVID-19

Menurut Trubus, dampak positifnya adalah ekonomi kembali bergeliat.

Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun
Indonesia
Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun menduduki peringkat ketiga penyakit mematikan di dunia. Bahkan, di Indonesia penderita Autoimun antara 5 sampai 10 persen.

Jabat Menparekraf, Sandi Sebut Ada Jutaan Lapangan Kerja Mesti Diselamatkan
Indonesia
Jabat Menparekraf, Sandi Sebut Ada Jutaan Lapangan Kerja Mesti Diselamatkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menggantikan Wishnutama.

Kematian akibat COVID-19 Lebih 900.000 Jiwa
Dunia
Kematian akibat COVID-19 Lebih 900.000 Jiwa

Amerika Serikat masih menjadi negara di dunia yang paling parah dilanda virus corona.