Massa yang Rusuh Lebih Lunak ke TNI Karena Faktor Prabowo? Pasangan Prabowo-Sandi menggelar jumpa pers terkait kerusuhan dalam aksi protes depan Bawalu, Jakarta Pusat (MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Dalam sejumlah aksi massa dan kerusuhan di Bawaslu, massa cenderung lebih lunak terhadap aparat TNI daripada Polri. Bahkan, mereka tampak menyerang Polri entah dengan cara verbal atau non verbal.

Melihat hal itu, pengamat intelijen, Stanislaus Riyanta mengatakan, faktor Capres Prabowo Subianto yang merupakan mantan tentara dan purnawirawan Jenderal.

"Wajar saja seperti itu. Namanya sentimen atau dia punya emosional terhadap TNI wajar. Kita pahami itu lah," ujar Staniskaus kepada Merahputih.com, Jumat (24/5).

BACA JUGA:

Selain itu, sentimen terhadap Polri karena belakangan mereka melakukan penangkapan terhadap beberapa tokoh oposisi. Sebut saja Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. "Kan penegakan hukumnya kenceng ya. Jadi wajar saja," ungkapnya.

Ia memandang, fakta ini bukan masalah suka atau tak suka dengan Polri. "Ini kan reformasi sipil. Ketika reformasi sipil, Polri mau tak mau berada di garis terdepan untuk penegakan hukum. TNI akhirnya mundur dan lebih banyak di bidang pertahanan," kata Stanislaus.

Pasukan Marinir dari Batalyon Infanteri (Yonif) 7 Lampung yang menenangkan massa di kawasan Slipi, Rabu (22/5). (ANTARA News/M Risyal Hidayat)
Pasukan Marinir dari Batalyon Infanteri (Yonif) 7 Lampung yang menenangkan massa di kawasan Slipi, Rabu (22/5). (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Stanislaus menambahkan, ketika masyarakat melihat penegakan hukum lebih cenderung kuat di Polri, maka mereka memandang TNI lebih baik.

"Karena Polisi condong menegakan hukum, dan itu tugasnya. Nah, saya kira ini suatu fenomena yang wajar secara psikologi massa. Yang paling tepat mau gak mau TNI harus kompak," jelas dia.

BACA JUGA: Marinir Datang, Massa Aksi 22 Mei Jadi Nurut dan Tenang

Stanislaus menganggap, isu ini bisa mengadu domba TNI dengan Polri. "Ini kan propaganda kuat bahwa TNI seperti ini, Polri seperti ini. Ini bisa mengarah memecah belah TNI dan Polri," imbuh mahasiswa Doktoral UI ini. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH