Massa Tandingan Tolak Deklarasi KAMI, Polisi Bikin Dua Lapis Barikade Aksi tandingan menolak deklarasi KAMI (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Puluhan massa tandingan menggelar aksi unjuk rasa menolak acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) siang.

Pantauan merahputih.com di lapangan, puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Milenial Indonesia (KAMI) tersebut menggelar aksi tepat di Jalan Proklamasi menuju Tugu Proklamasi.

Baca Juga

Jadi Deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo Keluhkan Kondisi Ekonomi, Sosial, dan Ideologi

Mereka menilai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia merupakan sebuah perkumpulan yang akan mengganggu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jangan tulari rakyat dengan virus kebencian pada pemerintah," demikian tulisan yang ada di poster yang dibawa massa aksi tandingan.

Aksi tandingan menolak deklarasi KAMI (MP/Ponco Sulaksono)

Merespons aksi tandingan tersebut, sejumlah massa yang menggelar deklarasi pun geram. Mereka meminta aparat kepolisian untuk membubarkan aksi tandingan agar tidak terjadi bentrokan.

Baca Juga

Rocky Gerung hingga Rizal Ramli Hadiri Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi

Hingga saat ini, pihak kepolisian membuat barikade dengan dua lapis untuk menghindari terjadinya bentrokan antar kedua massa. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes Khawatir Kasus COVID-19 Melonjak setelah Libur Lebaran
Indonesia
Menkes Khawatir Kasus COVID-19 Melonjak setelah Libur Lebaran

Kasus COVID-19 diprediksi akan melonjak seiring dengan dimulainya libur Lebaran 2021. Hal ini pun memunculkan kekhawatiran dari pemerintah.

Penyaluran Subsidi Rumah Program FLPP Lampaui Target
KPR
Penyaluran Subsidi Rumah Program FLPP Lampaui Target

Berdasarkan dashboard management control PPDPP, saat ini sebanyak 255.635 calon debitur sudah mengakses aplikasi Sistem Informasi KPR Sejahtera (SiKasep).

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Dreamtel
Indonesia
Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Dreamtel

"Kalau identitas sudah diketahui. Tapi belum bisa kami timbulkan ke publik," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, AKP Paksi Eka Saputra

Diberi Potongan Pajak, Harga Kendaraan Diharapkan Turun
Indonesia
Diberi Potongan Pajak, Harga Kendaraan Diharapkan Turun

Relaksasi PPnBM tersebut negara berpotensi kehilangan sekitar Rp1,6 triliun sampai Rp2 triliun.

Polda Metro Gagalkan Pemudik yang Bersembunyi di Truk Muatan Sayur
Indonesia
Polda Metro Gagalkan Pemudik yang Bersembunyi di Truk Muatan Sayur

“Pukul 01.05, Polri amankan kendaraan truk bermuatan sayur yang juga membawa Pemudik di KM 31 Tol Cikarang arah ke Cikampek,” demikian keterangan di akun Instagram @tmcpoldametro, Kamis (6/5).

Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac
Indonesia
Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac

Tingkat kemanjuran/efikasi CoronaVac lebih rendah jika dibandingkan dengan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Comirnaty/BNT162b2.

Tabrak Ibu Muda Hingga Tewas di Ragunan, Karyawan BUMN Terancam Dipenjara 12 Tahun
Indonesia
Tabrak Ibu Muda Hingga Tewas di Ragunan, Karyawan BUMN Terancam Dipenjara 12 Tahun

Awalnya, kasus kecelakaan ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan

Anggota Polri Dilarang Pergi ke Tempat Hiburan dan Minum Miras
Indonesia
Anggota Polri Dilarang Pergi ke Tempat Hiburan dan Minum Miras

Pelarangan tersebut buntut aksi Bripka CS, anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat yang menembak tiga orang di kafe di Cengkareng dalam kondisi mabuk

[Hoaks atau Fakta]: Batuk Setelah Tahan Napas 10 Detik Terindikasi Kena COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Batuk Setelah Tahan Napas 10 Detik Terindikasi Kena COVID-19

Cara terbaik untuk mengonfirmasi virus COVID-19 adalah melalui tes laboratorium, atau saat ini dikenal sebagai tes PCR.

[HOAKS atau FAKTA]: Penggunaan Lahan PTPN untuk Markas FPI Diberi Izin Eks Gubernur Jabar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penggunaan Lahan PTPN untuk Markas FPI Diberi Izin Eks Gubernur Jabar

Akun Facebook bernama Minx Minx menyebarkan sebuah artikel dari Media Sintesa yang mengklaim eks Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan izin penggunaan lahan PTPN untuk Markas FPI Megamendung.