Massa  Ormas Islam Unjuk Rasa di Polresta Surakarta, Protes Penangkapan Eggi Sudjana Ormas Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Eggi Sudjana dibebaskan di Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (15/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Puluhan organisasi massa (ormas) Islam yang tergabung dalam Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Solo di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5).

Pantauan Merahputih.com di lokasi, peserta aksi mulai berdatangan di Mapolresta Surakarta pada pukul 13.15 WIB. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Save Eggi Sudjana, Pejuang Pemilu Jurdil'.

Selain itu, membawa mobil bak terbuka sebagai komando serta orasi. Aksi tersebut sempat membuat arus di Jalan Adi Sucipto tersendat.

Aksi unjuk rasa ormas Islam tuntutan pembebasan Eggi Sudjana di Solo
Massa GAPRAK unjuk rasa depan polresta Surakarta tuntut pembebasan Eggi Sudjana dari tuduhan makar (MP/Ismail)

Humas aksi Gaprak, Endro Sudarsono, mengungkapkan melalui aksi ini ingin menyampaikan aspirasi pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian kalau penangkapan Eggi dengan pasal makar sangat tidak mendasar. Polisi harus cermat jangan asal menerapkan pasal makar terhadap orang lain.

"Pasal makar tiba-tiba ditudingkan pada Eggi saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu Bawaslu RI. Itu sangat tidak masuk akal," ujar Endro pada merahputih.com.

Endro mencontohkan kasus penembakan anggota TNI di Papua yan dilalukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan menggunakan senjata api ini sudah bisa dikategorikan makar. Namun, pemerintah hanya menyebut OPM sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"OPM yang jelas-jelas punya niat makar dibiarkan. Eggi yang hanya melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu RI malah dikatakan makar," kata dia.

Masa ormas Islam melakukan unjuk rasa di Polresta Surakarta
Organisasi massa (ormas) yang tergabung dalam Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (Gaprak) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Eggi Sudjana dibebaskan di Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (15/5). (MP/Ismail)

Ia menyebut Eggi sebagai aktivis demokrasi yang sedang dikriminalisasi penguasa. Penangkapan Eggi sebagai bentuk tindakan semena-mena dan melanggar UU tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

"Kami meminta agar Polri membebaskan Eggi. Makar yang ditudingkan tidak terbukti," tegas Endro Sudarsono.

Ia menuntut pada polisi agar menetapkan makar pada OPM bukan pada Eggi. Kemudin meminta pada Kapolri agar membebaskan Kivlan Zen, Lieus Sungkharisma dan Permadi yang ditangkap dalam kasus dugaan makar.

"Kami melihat penangkapan aktivis pemilu jurdil ini bagian dari kepanikan penguasa dalam menhadapi aksi tanggal 22 Mei mendatang," tandasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk Jawa Tengah.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH