Massa Alumni 212 Tetap Geruduk MK, TKN: Prabowo Sudah Tak Lagi Didengar Pendukungnya Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: MP/Fadli)

MerahPutih.Com - Rencana unjuk rasa damai dari elemen ormas Islam yang terdiri dari PA 212 dan GNPF di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) jelang pengumuman keputusan sengketa Pilpres menurut Wakil Ketua TKN, Arsul Sani menunjukkan bahwa suara Prabowo tak lagi didengar para pendukungnya.

Arsul mengatakan hal itu, lantaran sebelumnya capres 02 Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk tidak menggelar unjuk rasa dengan menggelar halalbihalal akbar di sekitar Gedung MK mulai tanggal 25-28 Juni.

"Karena Pak Prabowo dari awal sudah menyampaikan untuk tidak usah untuk berbondong-bondong datang ke MK," tutur Arsul kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/6).

Prabowo Subianto bersama para pendukungnya
Capres Prabowo berpidato di depan pendukungnya yang menghadiri syukuran kemenangan versi sendiri di Kertanegara, Jaksel (MP/Ponco Sulaksono)

Menurutnya, alasan aksi dilakukan untuk halal bi halal sangat tidak tepat. Mengingat lokasinya yang berada di sekitar MK.

"Kalau itu katakanlah ekspresi keagamaan dalam langkah silaturahmi atau halalbihalal kan enggak usah harus di depan MK atau di sekitar MK, kan bisa di tempat-tempat lain di Masjid," jelas Sekjen PPP ini.

"Kalau pun di Istiqlal bahkan lebih baik lagi karena itu Masjid yang bisa menampung banyak orang," ujar Arsul.

Diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) akan menggelar aksi massa pada sidang putusan gugatan sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi pada 28 Juni mendatang.

Rencananya, aksi massa itu akan dihadiri oleh 100 ribu orang.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH