Maskur Husain Akui Terima Rp 1,8 Miliar dari Azis Syamsuddin Advokat Maskur Husain menjadi saksi untuk terdakwa mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/12). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Pengacara Maskur Husain dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah, dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Maskur mengakui dirinya menerima uang Rp 1,8 miliar dari Azis Syamsuddin. Uang tersebut diduga untuk membantu mengamankan Azis dalam perkara yang sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga

Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada

Awalnya Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis bertanya soal komitmen fee yang dijanjikan Azis dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado untuk mengurus perkara suap dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah.

"Saudara minta uang berapa?," tanya Damis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (23/12).

Baca Juga

Eks Penyidik KPK AKP Robin Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin

Maskur mengaku dirinya meminta imbalan dari Azis dan Aliza yang merupakan mantan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tersebut masing-masing senilai Rp 2 miliar.

"Ya, saya bilang kalau nanti saya kawal, saya tangani kasus itu, ya masing-masing Rp 2 miliar," ujarnya.

Damis lantas menegaskan jumlah uang yang sudah diterima oleh Maskur. Maskur mengaku sudah mengantongi uang senilai Rp 1,8 miliar.

"Rp 1,8 miliar," ucap Maskur. (Pon)

Baca Juga

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Aktif Minta Bantuan Robin Urus Perkara di KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Presiden dan Wapres Hadiri Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama
Indonesia
Presiden dan Wapres Hadiri Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama

Sebelum menghadiri 1 Abad NU, Wapres membuka Muktamar Internasional Fikih Peradaban yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Hoaks Menara Masjid Sriwedari Ambruk, Gibran: Kasihan Pedagang
Indonesia
Hoaks Menara Masjid Sriwedari Ambruk, Gibran: Kasihan Pedagang

Ribuan pengunjung car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah tiba-tiba heboh berlarian, Minggu (39/5).

[HOAKS atau FAKTA]: Tiongkok Siap Bantu Indonesia jika Berperang Lawan Australia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tiongkok Siap Bantu Indonesia jika Berperang Lawan Australia

Video yang diunggah berisi beberapa potongan video pertempuran dan latihan perang.

[HOAKS atau FAKTA]: Orang Indonesia Peringkat 1 Dunia tidak bisa bedakan Hoaks/Fakta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Orang Indonesia Peringkat 1 Dunia tidak bisa bedakan Hoaks/Fakta

Beredar pesan berantai Whatsapp yang menampilkan sebuah gambar grafik yang dideskreditkan kemampuan masyarakat Indonesia

Tim SAR Hentikan Pencarian 17 Korban Kebakaran Kapal di NTT
Indonesia
Tim SAR Hentikan Pencarian 17 Korban Kebakaran Kapal di NTT

Data penumpang yang terverifikasi ikut menumpang Kapal Cepat Cantika Expres 77 mencapai 360 orang terdiri dari 323 selamat dan 20 meninggal serta 17 dinyatakan hilang.

Pimpinan Komisi III Minta Kapolri Jelaskan Peristiwa di Magelang
Indonesia
Pimpinan Komisi III Minta Kapolri Jelaskan Peristiwa di Magelang

Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diduga berawal dari peristiwa di Magelang.

Kasus COVID-19 Harian Bertambah 2.390 pada Rabu (19/10)
Indonesia
Kasus COVID-19 Harian Bertambah 2.390 pada Rabu (19/10)

Per Rabu (19/10) pukul 12.00 WIB, kasus COVID-19 bertambah 2.390 kasus dalam 24 jam terakhir.

Kemenkumham Belum Terima Pengajuan Penarikan Merek CFW dari Baim Wong
Indonesia
Kemenkumham Belum Terima Pengajuan Penarikan Merek CFW dari Baim Wong

Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (DJKI Kemenkumham), Razilu menyatakan pihak Baim Wong belum melayangkan permohonan penarikan pendaftaran merek CFW.

'Dewan Kolonel' Mulai Bergerak Dongkrak Elektabilitas Puan Capres 2024
Indonesia
'Dewan Kolonel' Mulai Bergerak Dongkrak Elektabilitas Puan Capres 2024

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI terus berupaya mendongkrak elektabilitas Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjelang Pilpres 2024.

 7 ABK asal Indonesia Hilang, Kemenlu Desak Penyelidikan Mauritius
Indonesia
7 ABK asal Indonesia Hilang, Kemenlu Desak Penyelidikan Mauritius

Berdasarkan keterangan saksi mata, Kapal Wei Fa dan Kapal De Hai meninggalkan dermaga Mauritius pada 26 Februari 2021 sebelum dinyatakan hilang di laut.