Masjid Pacinan Tinggi Jejak Muslim Tionghoa masa Kesultanan Banten Masjid Pacinan Tinggi, Kampung Pacinan, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Banten. (Foto: penghubung.bantenprov.go.id)

MerahPutih Wisata - Berwisata ke kawasan Banten Lama seperti pergi ke masa lalu. Kawasan Banten Lama merupakan ibu kota Kesultanan Banten, sehingga peninggalan keislaman sangat lekat di daerah utara Banten ini.

Tidak jauh dari Benteng Surosoan, kurang lebih 500 meter ke arah barat, terdapat peninggalan mesjid tua pada masa lalu yaitu Masjid Pacinan Tinggi. Masjid Pacinan Tinggi ini salah satu tempat wisata sejarah di Banten yang selalu menarik perhatian terutama bagi mereka yang mencintai sejarah.

Masjid Pacinan Tinggi terletak di Kampung Pacinan, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang. Berbeda dengan Masjid Banten Lama yang hingga kini masih dapat digunakan, Masjid Pacinan Tinggi saat ini hanya meninggalkan sisa-sisa bangunan.

Nama "Masjid Pacinan" karena dahulu masjid ini dibangun untuk orang-orang Cina atau etnis Tionghoa muslim. Pada masa kesultanan Banten, banyak orang Cina berdagang dan bermukim di Banten. Orang Cina memang banyak melakukan kerja sama perdagangan dengan masyarakat Banten, selain dengan masyarakat Eropa.

Masjid Pacinan Tinggi menurut sejarah merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Pembangunan masjid ini kemudian dilanjutkan oleh putranya Sultan Hasanuddin.

Saat ini, Anda hanya bisa melihat sisa-sisa peninggalan melalui sebuah tiang dan pondasi induk, dan bagian mihrab. Masjid Pacinan Tinggi memiliki bahan banguan dari batu, batu karang, dan bagian atap dari kayu cendana. Bagian lain masjid yaitu menara masih menyisakan sisa-sisa kemegahannya. Menara masjid yang terletak di bagian halaman sebelah kiri ini dibangun dengan bata, sedangkan bagian pondasi menara dari batu karang.

Di bagian lain masjid, terdapat sebuah makam Cina. Namun tidak diketahui hubungan makam di sisi utara tersebut dengan keberadaan masjid. Sebuah catatan Kementerian Kebudayaan dalam situs resminya, tulisan Cina di makam dekat Masjid Pacinan Tinggi memberitahukan bahwa telah beristirahat di sana sepasang suami-istri bernama Tio Mo Sheng dan Chou Kong Chian. Keduanya berasal dari Desa Yin Shaao. Batu nisan itu didirikan pada tahun 1843.


BACA JUGA:

  1. Warga Karadenan Yakin Masjid Jami Al Atiqiyah Tertua di Bogor
  2. Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Masjid Tua Penuh Catatan Sejarah
  3. Masjid Cikoneng Akulturasi Budaya Lampung masa Kesultanan Banten
  4. Masjid Carita Banten Peninggalan Pasca Letusan Gunung Krakatau 1883
  5. Masjid Caringin Bukti Pemberontakan Rakyat Banten kepada Daendels


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH