Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Masjid Tua Penuh Catatan Sejarah Masjid Agung Al-Jihad Ciputat Tangerang Selatan (foto: Facebook)
indonesiaku-singlepost-banner-2
indonesiaku-singlepost-Mobile-banner-7

MerahPutih Budaya- Masjid Agung Al-Jihad Ciputat adalah salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah lajunya pembangunan kota Tangerang Selatan.

Masjid yang berlokasi di Jalan H.Usman no.1 Ciputat Tangerang Selatan ini, disebut menjadi saksi bisu penyebaran islam dan perlawanan pejuang terhadap penjajahan belanda.

Masjid yang dibangun di atas lahan sekira 1 haktare ini dulu tidak semegah dan seluas saat ini.
Berdasarkan rangkuman data yang diperoleh merahputih.com, masjid yang dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya mushalla kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk. Mushalla itu dibangun seorang tuan tanah keturunan arab, Tuan Salim yang telah menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa.

Disebutkan rumah ibadah itu merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim Tangerang Selatan.

Seiring perjalanan waktu, penduduk muslim ciputat kian berkembang, sehingga mushalla itu mengalami perubahan fisik bangunan dan dijadikan masjid pertama di kawasan Tangerang Selatan.

Menurut catatan, Pada awal berdiri masjid Agung Al-Jihad sangat akrab dengan para pejuang tempo dulu, tak hanya dijadikan sebagai tempat beribadah shalat, masjid juga kerap dijadikan lokasi berdiskusi.

Tak heran, markas veteran pejuang asal ciputat berdiri dekat dengan masjid. Tepat berada di depan kantor pos Ciputat. Di sekitar area masjid juga ada sebuah tugu nasional yang didirikan para pejuang. Sayangnya, tugu itu telah dihancurkan pada saat berkecamuk pemberontakan G 30 PKI.

Pada tahun 1970an masjid Agung Al-Jihad mengalami renovasi permanen hingga terlihat kokoh dengan bahan bangunan modern. Dominan berwarna hijau dengan ukiran kaligrafi islam di dinding, masjid Al-Jihad kini menjadi salah satu masjid megah di Tangerang Selatan.

Sebagai salah satu pusat kajian islam di Ciputat, Masjid juga kerap disinggahi para ulama besar masa lalu. Begitu juga masjid Al-jihad. Rumah ibadah muslim yang berloksi tak jauh dari pasar ciputat ini, kerap dikunjungi Buya Hamka, untuk sekadar mengisi pengajian dan memberikan kontribusi bagi pembangunan masjid.(fdi)

BACA JUGA:

  1. Masjid Cikoneng Akulturasi Budaya Lampung masa Kesultanan Banten
  2. Masjid Carita Banten Peninggalan Pasca Letusan Gunung Krakatau 1883
  3. Masjid Caringin Bukti Pemberontakan Rakyat Banten kepada Daendels
  4. Uniknya Masjid Asmaul Husna Hasil Desain Ridwan Kamil
  5. Masjid Cut Meutia Adalah Kantor Real Estate Zaman Belanda

indonesiaku-singlepost-Mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


indonesiaku-singlepost-banner-4
indonesiaku-singlepost-banner-5
indonesiaku-singlepost-banner-6