Masinton dan Fahri Kompak Klaim Pimpinan KPK 2015-2019 Sudah Tidak Ada Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu membawa koper saat mendatangi KPK, Jakarta, Senin (4/9).(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

MerahPutih.Com - Keberadaan pimpinan KPK periode 2013-2019 menurut anggota DPR Masinton Pasaribu dan Fahri Hamzah sudah tidak ada lagi.

Alasanya, menurut mereka karena pimpinan KPK yang dikomandoi Agus Rahardjo cs sudah menyerahkan mandat kepada Presiden.

Baca Juga:

Pengamat Heran Jokowi 'Bantai' KPK Saat Lembaga Itu Sedang Habisi Para Koruptor

Masinton yang juga anggota Komisi III DPR ini menilai penyerahan mandat yang dilakukan Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode M Syarif membuat pimpinan KPK praktis kosong.

"Bagi saya tiga pimpinan KPK ini sudah tidak ada karena juga sudah menyerahkan mandat," kata Masinton di Jakarta, Jumat (20/9).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebut pimpinan KPK Agus Rahardjo cs sudah cacat
Fahri Hamzah desak Presiden Jokowi segera lantik Firli Bahuri cs sebagai Pimpinan KPK (Foto: antaranews)

Oleh karena itu, menurut Masinton kini ada kekosongan kepemimpinan di KPK. Ia berharap Presiden Jokowi agar segera melantik Pimpinan KPK 2019-2023 yang sudah dipilih oleh DPR.

"Ini agar agenda pemberantasan korupsi di KPK tidak terhambat," Masinton.

Menurut Masinton aksi penyerahan mandat oleh tiga pimpinan KPK, yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode Syarif bukan saja di luar ketentuan perundang-undangan, tetapi juga menghambat agenda KPK dalam pemberantasan korupsi.

Baca Juga:

Fahri Hamzah Desak Presiden Jokowi Segera Lantik Pimpinan KPK Periode 2019-2023

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga sebagaimana dilansir Antara menyampaikan pendapat bahwa Presiden Jokowi sebaiknya segera melantik Pimpinan KPK 2019-2023 tanpa harus menunggu masa jabatan Pimpinan KPK 2015-2019 berakhir pada Desember mendatang.

Menurut Fahri, pelantikan pimpinan KPK lebih awal tersebut tidak melanggar undang-undang.

"Pimpinan KPK baru yang telah terpilih bisa sekaligus dilantik lima-limanya. Tidak ada masalah. Secara UU itu tidak masalah. Sebab Keppres hanya mengatur kapan dia mulai," tandas Fahri Hamzah.(*)

Baca Juga:

Jabat Ketua KPK Dengan Status Polisi Aktif, Irjen Firli Diduga Hanya Jadi Boneka



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH