Masih Status Tanggap Darurat, Pimpinan DPRD Minta Pilwagub Tak Terburu-buru Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari PKS Abdurahman Suhaimi meminta kepada anggota Dewan Parlemen Kebon Sirih untuk tidak terburu-buru melaksanakan pemilihan wakil gubernur (wagub) karena Jakarta masih status tanggap darurat COVID-19 sampai 19 April 2020.

Jika masa status darurat selesai, lanjut dia, DPRD bisa secepatnya menggelar penetapan pendamping Sandiaga Uno tersbut.

Baca Juga:

DPRD DKI Tetap Ngotot Gelar Pilwagub di Tengah Corona, Ada Apa?

“Tapi kalau sudah dinyatakan dicabut, ya mari dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bersih," kata Suhaimi di Jakarta, Kamis (2/4).

Ia mengatakan, ada banyak acara dan kegiatan ibadah dan keagamaan yang dihentikan atau ditunda demi kepentingan bersama dalam menghadapi penularan virus corona.

Panlih Wagub DKI Jakarta. Foto: @PSI_Jakarta
Panlih Wagub DKI Jakarta. Foto: @PSI_Jakarta

"Seperti pernikahan, salat berjamaah, salat Jumat, kegiatan kantor pun juga diarahkan dari rumah. Apakah pantas kalau kita ngotot menggelar paripurna (pemilihan Wagub)? Sementara masih darurat corona," jelasnya.

Ia pun berharap eksekutif bersinergi dengan legislatif dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Pemprov DKI dan DPRD harus kompak dalam mengurus DKI, sehingga mengalirkan rasa nyaman, damai dan ketentraman ke masyarakat.

Baca Juga:

KIPP Minta DPRD DKI Segera Gelar Pemilihan Wagub

"Apalagi dalam suasana sulit seperti ini dengan wabah COVID-19 yang menimbulkan banyak korban. Kita harus empati, kita harus simpati, kita harus bahu membahu membantu masyarakat," ungkapnya.

Suhaimi mengajak legislatif dan eksekutif untuk membangun semangat kekompakan, dan memberikan contoh yang baik dalam menghadapi pandemi COVID-19. (Asp)

Baca Juga:

Digelar Pakai Teleconference, Bagini Mekanisme Penyampaian Visi Misi Wagub DKI



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH