Masih Muda Sering Lupa, Gejala Apa Ya? Lupa bukan monopoli kamum tua saja. (Foto: MavCure)

PERNAHKAH kamu atau melihat teman kamu yang masih muda tapi pelupa. Padahal baru saja, misalnya meletakan ponselnya di tas, tapi lupa diletakan dimana. Sebenarnya bukan kamu atau teman kamu saja yang lupa. Bahkan beberapa orang dengan usia yang masih muda kerap lupa.

Menurut laman Go Dok secara umum, kondisi ini bisa saja terjadi pada semua umur, baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Sebenarnya, cukup banyak faktor yang dapat menyebabkan mudah melupakan sesuatu. Go Dok mengungkapkan alasannya:

lupa
Sudah sering lupa padahal masih muda. (Foto: msandersmusic)


1. Kurang tidur

Banyaknya hal yang harus dikerjakan tak ayal membuat seseorang terjaga hingga larut malam. Jelas hal ini kemudian memaksa mengurangi pasokan jam tidur. Saat kamu kurang tidur, otak serta syaraf tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Hal inilah yang kemudian memengaruhi konsentrasi otak hingga membuat kamu mudah lupa dan mudah cemas.

2. Gangguan kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi untuk menghasilkan dua hormon yang bertugas mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, suhu tubuh, ritme jantung, serta produksi kalsium dan kadar kalsium dalam darah. Jika kelenjar tiroid terlalu banyak mengeluarkan hormon (hipertiroid), dapat memicu depresi yang sering menyebabkan sulit untuk tidur. Gangguan inilah yang kemudian dapat membuat penderitanya menjadi mudah lupa.

3. Konsumsi obat tertentu

obat
Mengonsumsi obat penenang dapat menjadi salah satu faktornya. (Foto: Pixabay/RonnyK)

Obat-obat penenang dan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan pada ingatan. Di awal pemakaian, memang tidak akan muncul gangguan apapun. Tapi jika mengonsumsinya secara terus menerus, asupan obat-obatan tersebut dapat mengakibatkan gangguan memori yang cukup serius.

4. Depresi dan rasa cemas berlebih

Syaraf-syaraf di dalam otak tidak mampu mengendalikan daya ingat karena gangguan yang ditimbulkan oleh depresi. Pada awalnya, hal ini hanya akan terjadi secara singkat, kemudian memori itu kembali. Tapi kalau kondisi depresi ini dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan yang serius, maka dapat menyebabkan gangguan memori parah. Karena otak mengalami kesulitan berkonsentrasi sehingga tidak bisa menangkap memori dengan baik.


5. Konsumsi alkohol

alkohol
Alkohol berefek pada ingatan. (Foto: Montpelier Liquors)

Kadar alkohol yang tinggi di dalam darah memiliki efek yang tidak baik pada ingatan. Jika mengonsumsi alkohol dalam kadar yang tinggi dan banyak bisa jadi kemampuan otak untuk mengingat menjadi berkurang.


Bagaimana cara mencegah dan menangani terjadinya kondisi ini. Jawabannya tentu saja adalah dengan mulai mengubah diet dan pola hidup Anda. Berikut Go Dok memberikan beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi lupa ini.

1. Konsumsi makanan peningkat fungsi otak

Konsumsi sayuran hijau, minyak ikan, dan susu kedelai agar fungsi otak lebih terjaga. Kurangi dan batasi pula kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan obat penenang.

2. Olahraga

olahraga
Olahraga dapat membantu sirkulasi darah pembawa oksigen. (Foto: Pexels/mentatdgt)

Olahraga teratur akan membuat sirkulasi darah di dalam tubuh lebih lancar. Sehingga darah akan mengalir ke otak tanpa hambatan. Dengan adanya suplai darah yang lancar, jaringan-jaringan saraf di otak akan senantiasa menerima asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.

3. Melatih otak

Otak perlu dilatih agar kemampuannya tetap terjaga. Kamu dapat melakukan berbagai cara seperti bermain puzzle, mengisi teka-teki silang, memperbanyak baca buku, serta bermain catur atau permainan strategi lainnya.

4. Istirahat


Ketika tidur, memori akan mengumpulkan kembali hal-hal yang telah terjadi, sehingga saat bangun kamu lebih mudah mengingat. Selain itu, cukup istirahat juga akan membuat tubuh bugar sehingga potensi stres bisa terhindarkan. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH