Masih Ada Jarak Pelaku Politik-Masyarakat, Fahri: Bangsa Kita Masih Mengedepankan Perasaan Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

Merahputih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, menyebutkan, hingga kini dalam pelaksanaan demokrasi masih terasa berjarak dengan pelaku politik maupun masyarakat. Karena, demokrasi belum dijadikan sebagai tradisi berpikir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Sedangkan bangsa kita ini masih mengedepankan perasaan. Demokrasi masih belum terbentuk sebagai kekayaan gagasan universal kehidupan suatu bangsa," ucap Fahri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/2).

Baca Juga:

Petinggi KAMI Diborgol dan Dipamerkan ke Publik, Fadli Zon: Belanda Lebih Manusiawi

Hal itu dikatakan Fahri dalam webinar nasional yang diadakan Moya Institute bertajuk Partai Politik dan Tantangan Demokrasi Terkini, Kamis (11/2).

Untuk itu, sudah saatnya Indonesia ke depan meningkatkan lagi inovasi agar makin lebih baik lagi dalam melihat masalah yang terjadi. Sementara, Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo maldini mengatakan, seharusnya politikus dapat memberikan solusi terhadap segala masalah yang hadir di tengah masyarakat. "Aktivitas politik itu lahirkan proses politik. Yang kemudian memunculkan aktor-aktor politik dan mampu secepatnya selesaikan persoalan di masyarakat," ujar Faldo.

Politikus Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengkritisi Erick Thohir saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019). (ANTARA/Abdu Faisal)
Politikus Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengkritisi Erick Thohir saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019). (ANTARA/Abdu Faisal)

Menurut dia, sudah waktunya partai politik dapat mencontoh ke pengembang teknologi supaya mampu melahirkan produk aplikasi yang diterima serta bermanfaat bagi masyarakat. Pembicara lainnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan memaparkan, data pada Februari 2020 lalu tingkat ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap demokrasi sangat tinggi. Menurut Djayadi, bila sebagian saja demokrasi telah dipandang buruk oleh masyarakat, maka sudah sepatutnya dianggap secara keseluruhan. Faktor tersebut, kata Djayadi, disebabkan partai politik dalam aktivitasnya lebih banyak ke ranah negara ketimbang masyarakat. Padahal partai politik dalam fungsinya haruslah berimbang antara negara dan masyarakat. "Partai politik lebih asyik urusan ke negara, dengan mainan-mainannya sehingga lupa dengan tuntutan masyarakat. Aspirasi masyarakat belum jadi pertimbangan utama," kata Djayadi.

Baca Juga:

Syahganda Nainggolan Cs Dinilai Tak Pantas Diborgol dan Pakai Baju Tahanan

Sementara itu, pengamat politik internasional sekaligus mantan Diplomat senior, Imron Cotan, menyampaikan, agar mulai kini partai politik benar-benar dapat menjadikan Pancasila sebagai landasan aktivitasnya. Imron meyakini, jika partai politik konsisten berdasarkan Pancasila dalam marwahnya, maka akan mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang unggul dan mencetak generasi emas tahun 2045. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harapan Fraksi Demokrat Terhadap Jenderal Andika Perkasa
Indonesia
Harapan Fraksi Demokrat Terhadap Jenderal Andika Perkasa

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan, harapan besarnya pada pengangkatan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI.

KPK Periksa Tiga Orang Swasta Terkait Suap Gubernur Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Periksa Tiga Orang Swasta Terkait Suap Gubernur Nurdin Abdullah

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar.

Kapolri Beberkan Alasan Rekrut Novel Baswedan Cs
Indonesia
Kapolri Beberkan Alasan Rekrut Novel Baswedan Cs

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melantik 44 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur negeri sipil (ASN) Korps Bhayangkara.

Eks Pegawai Sebut Ada Tangan Berkuasa yang Ingin Membunuh KPK
Indonesia
Eks Pegawai Sebut Ada Tangan Berkuasa yang Ingin Membunuh KPK

"Orang-orang yang selama ini berjuang tegak lurus di atas integritas itu dengan mudah dipatahkan oleh enggak tahu ini tangan siapa. Saya kira tangan-tangan yang berkuasa dan tentu inilah yang terjadi di internal KPK hari ini," kata Nanang

Kapolda Metro Jaya Doakan Napi yang Tewas Diampuni Dosanya
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Doakan Napi yang Tewas Diampuni Dosanya

Dari delapan korban luka bakar, enam diantaranya mengalami luka bakar di atas 50 persen

Penembakan Berujung Tewasnya Anggota TNI, Kapolri Langsung Keluarkan Instruksi Khusus
Indonesia
Penembakan Berujung Tewasnya Anggota TNI, Kapolri Langsung Keluarkan Instruksi Khusus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan telegram pasca-aksi barbar Bripka CS yang menembak tiga orang hingga tewas di RM Cafe, salah satu di antaranya anggota TNI.

Polisi Sebut Persekongkolan Karutan Depok-Napi Narkoba Dilakukan Sejak 2009
Indonesia
23 Mobil Damkar Tangani Kebakaran Apartemen Taman Sari Sudirman
Indonesia
23 Mobil Damkar Tangani Kebakaran Apartemen Taman Sari Sudirman

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan mengerahkan 23 unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran di lantai bawah tanah Apartemen Taman Sari Sudirman, Setiabudi.

Kasus COVID-19 Bandung Turun, Oded Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
Indonesia
Kasus COVID-19 Bandung Turun, Oded Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Penurunan juga terjadi di tempat isolasi terpusat yang disediakan Pemkot Bandung

Celengan Kurban Polda Metro Jaya Berhasil Kumpulkan 256 Sapi dan 280 Kambing
Indonesia
Celengan Kurban Polda Metro Jaya Berhasil Kumpulkan 256 Sapi dan 280 Kambing

Fadil mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan warung nasi padang untuk memasak daging hewan kurban milik anggota. Dengan cara tersebut, daging kurban yang akan disalurkan ke masyarakat sudah dalam keadaan matang.