Masih Ada 2.149 Kasur Kosong di RSD Wisma Atlet Kemayoran Dokumetasi tenaga medis beraktivitas di halaman Menara 5 RS Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9). Foto: ANTARA FOTO/Ariella Annasya

Merahputih.com - Pemerintah menyatakan bahwa di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat masih tersedia ribuan tempat tidur kosong bagi pasien yang akan menjalani isolasi disana.

"Wisma Atlet yaitu tower 4 dan 5, kapasitasnya cukup besar. Jumlah bed-nya ada 3.116 pada saat ini pasiennya ada 867 dan bed yang masih kosong adalah 2.149," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/9).

Baca Juga

9.734 Warga Disanksi Gegara Langgar Protokol Kesehatan Saat PSBB Jakarta

Pemerintah membuka Tower 4 dan 5 di Wisma Atlet Kemayoran sebagai flat isolasi bagi pasien positif corona yang rumahnya tak memiliki fasilitas memadai untuk isolasi. Flat isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran memiliki kapasitas besar untuk menampung pasien, yakni sekitar 3.000 orang.

"Pasien terdeteksi COVID-19, maka otomatis ia harus melakukan isolasi. Salah satunya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah," beber Wiku.

"Khusus DKI yang disediakan adalah di flat isolasi mandiri Kemayoran di RS darurat Wisma Atlet, yaitu tower 4 dan 5. Kapasitas besar, jumlah bed ada 3 ribuan, dan bed masih kosong 2.149," sambung dia.

Penampakan antrian ambulance saat masuk RSD Wisma Atlet. Foto: istimewa
Penampakan antrian ambulance saat masuk RSD Wisma Atlet. Foto: istimewa

Wiku memastikan semua fasilitas bagi pasien corona yang diisolasi maupun menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran gratis. Termasuk untuk fasilitas swab yang mendeteksi kesembuhan pasien dari virus corona.

"Untuk pelaksanaan yang kaitannya dengan swab, itu apabila untuk penderita, untuk fasilitas kesehatan semua ditanggung pemerintah. Dan demikian isolasi mandiri ditanggung pemerintah," ungkap Wiku.

Baca Juga

4 Anggota Positif COVID-19, Gedung DPRD DIY Ditutup Sementara

Jika ke depannya ketersediaan tempat tidurnya berkurang, maka pemerintah menyiapkan hotel-hotel berbintang dua dan 3 sebagai lokasi isolasi.

"Apabila kapasitas kurang khususnya Jakarta, akan ada hotel bintang 2 dan 3 yang digunakan isolasi mandiri dan dibiayai pemerintah," tutur Wiku. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH