Pandemi Corona
 Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona Ketua DPD RI La Nyalla minta anggotanya tinjau kesiapan daerah dalam menghadapi pandemi corona (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Jadwal Reses anggota DPD RI yang masih berlangsung hingga 22 Maret mendatang sebaiknya juga diisi dengan melihat secara langsung kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman pandemi virus Corona COVID-19. Demikian dikatakan Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Jumat (13/3).

Dikatakan La Nyalla, dirinya menghimbau agar semua senator di dapil masing-masing di 34 provinsi dapat melihat secara langsung bagaimana daerah melakukan mitigasi bencana terkait virus ini.

Baca Juga:

Pemerintah Dinilai Tak Transparan Soal Penyebaran Corona

“Termasuk kita dapat mengetahui apa yang dikeluhkan pemerintah daerah yang dapat kita suarakan ke pusat,” ujarnya.

Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti (MP/Ponco Sulaksono)

“Sebaiknya diluangkan waktu di masa reses ini, untuk bertemu kepala daerah, kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit rujukan di daerah. Terutama bagaimana kesiapan daerah-daerah di luar Jawa. Sehingga nantinya dapat kita petakan setelah reses usai, untuk menjadi fokus bahasan di alat kelengkapan DPD,” urainya.

Karena, lanjut La Nyalla, dirinya yakin beberapa daerah masih mengalami hambatan dan keterbatasan beberapa hal dalam melakukan mitigasi bencana ini.

“Terutama kesiapan rumah sakit rujukan. Berapa ruang isolasi yang disiapkan, apa peralatan yang kurang. Intinya, semangat kita membantu daerah untuk lebih siap,” tuturnya.

Menurut mantan ketua umum Kadin Jatim ini, melakukan mitigasi secepatnya sangat penting. Karena perkembangan jumlah orang yang dirawat semakin hari semakin bertambah.

Baca Juga:

Tetap Gelar Kongres, Anies Sarankan Partai Demokrat Bawa Dokter

“Prinsip mitigasi kan upaya kita untuk mengurangi resiko bencana, melalui beberapa cara. Nah ini yang penting kita lihat. Seberapa serius,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia terus bertambah. Kini ada 69 kasus positif Corona. Dari 69 kasus ini, total ada 4 orang yang telah meninggal dunia. Sebaliknya, ada 5 orang yang dinyatakan sembuh.(Pon)

Baca Juga:

Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona Hanya Ciptakan Kepanikan di Masyarakat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satelit Australia tak Sanggup Jelaskan Misteri Hilang Sinyal ELT Sriwijaya Air
Indonesia
Satelit Australia tak Sanggup Jelaskan Misteri Hilang Sinyal ELT Sriwijaya Air

Basarnas telah mengecek ke sistem satelit yang dimiliki Australia untuk mencari tahu penyebab tidak adanya sinyal ELT, tetapi hasilnya tetap gelap

Atasi Banjir, Pemprov DKI Bangun 150 Ribu Sumur Resapan di 2021
Indonesia
Atasi Banjir, Pemprov DKI Bangun 150 Ribu Sumur Resapan di 2021

Program ini sudah dimatangkan Komisi D DPRD DKI Jakarta

Ada 'Jasa' Sukarno di Balik Ekstradisi Maria Lumowa
Indonesia
Ada 'Jasa' Sukarno di Balik Ekstradisi Maria Lumowa

Faktor sejarah panjang antara Indonesia dan Serbia sehingga hubungan kedua negara berjalan baik.

Pekik Takbir Menggema Saat Perwakilan FPI Minta Jokowi Mundur dan Cabut UU Ciptaker
Indonesia
Kantor BPJS Bakal Digeruduk Buruh karena Dianggap Menaikan Tarif yang Memberatkan
Indonesia
Kantor BPJS Bakal Digeruduk Buruh karena Dianggap Menaikan Tarif yang Memberatkan

Setidaknya ada lima alasan mengapa buruh menokak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Bawaslu Sebut Pandemi COVID-19 Berpotensi Ganggu Pilkada 2020
Indonesia
Bawaslu Sebut Pandemi COVID-19 Berpotensi Ganggu Pilkada 2020

Hasil penelitian Bawaslu menyebutkan, pandemi berpotensi mengganggu pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.

Kasus Corona Capai 13.717, Brazil: Kami Butuh 40 Juta Masker dari Tiongkok
Dunia
Kasus Corona Capai 13.717, Brazil: Kami Butuh 40 Juta Masker dari Tiongkok

Brazil telah melaporkan 13.717 kasus virus corona dengan 667 kematian.

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Corona, Sandiaga: UMKM Tahan Turbulensi Ekonomi
Indonesia
Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Corona, Sandiaga: UMKM Tahan Turbulensi Ekonomi

UMKM adalah bentuk usaha yang akan menolong ekonomi Indonesia

Katulampa Siaga 1, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Katulampa Siaga 1, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Berdasarkan data kronologi di atas, kenaikan TMA dari level Siaga 4 menjadi Siaga 1 terjadi dalam kurun waktu kurang lebih satu jam saja.

Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang
Indonesia
Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Solo menemukan adanya klaster penularan corona di warung makan soto. Jumlah pasien Corona yang terpapar di klaster ini sebanyak lima orang.