Masa Kampanye Perlu Dikendalikan Agar Pemilu Berjalan Lancar Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin. (Foto: DPR RI)

MerahPutih.com - DPR, Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menyepakati tahapan Pemilu 2024 dalam rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022.

Tahapan itu disepakati setelah ketiga belah pihak sebelumnya menetapkan masa kampanye selama 75 hari.

Baca Juga:

Simak, Tahapan dan Jadwal Pemilu 2024

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yanuar Prihatin, menilai masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 rawan carut-marut jika tak mampu dikendalikan dengan baik.

Sebab, masa kampanye di satu sisi adalah puncak dari pesta demokrasi, namun di sisi lain juga menjadi ajang luapan seluruh emosi, harapan, kekesalan, dan kegembiraan yang bercampur-baur menjadi satu.

“Orang yang punya kekesalan, punya kebencian, bisa disalurkan di tempat ini. Sehingga, kampanye itu bisa menjadi ajang yang carut-marut jika semua pihak tidak mampu mengendalikan suasananya,” jelas Yanuar di Kompleks DPR RI, Kamis, (9/6)

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berkaca di era Pemilu 2014 dan 2019. Meskipun perhelatan Pemilu telah usai, namun residu konfliknya masih terasa hingga kini.

Ditambah, adanya potensi kenaikan money politics yang tidak bisa hilang. “Kenapa naik? Karena 2024 ini pemilu di mana keadaannya berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dari sudut pilpres, semua kandidat dimulai dari awal,” ujarnya.

Baca Juga:

Aturan Jadwal dan Tahapan Pemilu Segera Diundangkan Ke Kemenkum HAM

Di sisi lain, tren money politics itu didorong oleh politisi yang hasrat untuk berkuasa jauh lebih kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Sehingga, semua peserta pemilu akan mencari jalan beragam cara untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya.

Jika suasana ini tidak terkendali, tidak ada kontrol berdasarkan aturan moral yang kuat maka akan terdorong untuk menghalalkan money politics yang jauh lebih kuat.

“Karena itu saya berkali-kali dengan Bawaslu juga menyampaikan ini bagaimana caranya mencegah suasana semacam ini. Kalau sudah terjadi tentu menindak. Tetapi jauh lebih penting bagaimana mencari jalan supaya mengantisipasi ini tidak terlalu parah,” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat X tersebut. (Bob)

Baca Juga:

Audiensi Dengan KPU, DPR Ingatkan Efektivitas dan Efisiensi Anggaran Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masjid Istiqlal Kembali Gelar Salat Id, Akan Dihadiri Wapres Ma'ruf Amin
Indonesia
Masjid Istiqlal Kembali Gelar Salat Id, Akan Dihadiri Wapres Ma'ruf Amin

Pengelola Masjid Istiqlal akan menggelar Salat Id dan menjadi perdana di masa pandemi COVID-19, setelah dalam dua tahun terakhir terpaksa ditiadakan imbas angka penularan yang tinggi.

Penyebab Angka Kemiskinan Jakarta Meningkat
Indonesia
Penyebab Angka Kemiskinan Jakarta Meningkat

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria menjelaskan, kenaikan angka kemiskinan karena disebabkan selama dua tahun Indonesia dilanda COVID-19.

Inflasi Nasional Bisa Tertangani dari Panen Bawang dan Cabai di Jawa
Indonesia
Inflasi Nasional Bisa Tertangani dari Panen Bawang dan Cabai di Jawa

Harga sejumlah bahan pokok dipastikan akan stabil menyusul sentra-sentra komoditas holtikultura pada bulan Agustus sudah mulai panen.

KSP Moeldoko Bela Dua Anak Jokowi yang Dilaporkan ke KPK
Indonesia
KSP Moeldoko Bela Dua Anak Jokowi yang Dilaporkan ke KPK

"(Masa) anak pejabat itu nggak boleh berusaha. Ini gimana sih," kata Moeldoko, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/1).

Sambut 3 Capres NasDem, PKS Siap Kolaborasi Merestorasi Indonesia
Indonesia
Sambut 3 Capres NasDem, PKS Siap Kolaborasi Merestorasi Indonesia

"PKS menyambut baik apa yang dilakukan oleh Partai NasDem," kata Syaikhu

Viral Nurhayati Tersangka, Kabareskrim Perintahkan Polres Cirebon Terbitkan SP3
Indonesia
Viral Nurhayati Tersangka, Kabareskrim Perintahkan Polres Cirebon Terbitkan SP3

Rekomendasi Bareskrim merujuk hasil gelar perkara tersangka Nurhayati yang berlangsung Jumat (25/2).

[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Minyak Goreng Kemasan Dibuang ke Laut
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Minyak Goreng Kemasan Dibuang ke Laut

Pemerintah juga sudah mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada upaya untuk menggelapkan bahan pokok.

PDIP Gelar Bukber hingga Ngaji Bareng Cak Nun
Indonesia
PDIP Gelar Bukber hingga Ngaji Bareng Cak Nun

PDIP menggelar acara buka puasa dan ngaji bareng bersama tokoh intelektual muslim Indonesia Muhammad Ainun Nadjib, Minggu (10/4).

Jabar Luncurkan Aplikasi Lowongan Kerja Bagi Calon Pekerja Migran
Indonesia
Jabar Luncurkan Aplikasi Lowongan Kerja Bagi Calon Pekerja Migran

Hingga saat ini pekerja migran asal Jabar masih di dominasi warga Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang dan Cianjur. Adapun jumlah angkatan kerja di Jabar angkanya mencapai 24,7 juta.

Aktivis Papua Filep Karma Dikabarkan Meninggal
Indonesia
Aktivis Papua Filep Karma Dikabarkan Meninggal

Seorang aktivis kemerdekaan Papua, Filep Karma ditemukan warga meninggal di Pantai Bse G Jayapura, Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIT.