Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan

Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi dengan awak media.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEPEKAN menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, industri media di Tanah Air sedang tak baik-baik saja. Tema Hari Pers Nasional, yakni Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, terasa ideal. Namun, di lapangan, pers sedang berada dalam kondisi yang jauh dari kata sehat, terutama dari sisi ekonomi media.

Praktisi dan pengamat media Naek Pangaribuan menilai sumber kehidupan utama media pers, yakni iklan, kian tergerus oleh dominasi multiplatform digital global seperti Google, YouTube, Facebook, Instagram, TikTok Ads, dan berbagai platform lainnya.

Belanja iklan berpindah masif ke platform digital, sedangkan perusahaan pers nasional, baik cetak, siber, radio, maupun televisi harus berjuang keras mempertahankan keberlangsungan hidup mereka.

“Akibatnya, tekanan ekonomi menjadi persoalan paling mendesak yang berdampak langsung pada kemerdekaan pers dan profesionalisme wartawan,” jelas Naek dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/2).

Menurut Naek, setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti persoalan ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital serta regulasi belum berpihak penuh pada pers. Krisis ekonomi media tidak hanya memukul perusahaan pers, tetapi juga menghantam kesejahteraan wartawan. Dalam kondisi ekonomi yang rapuh, independensi wartawan rawan terganggu.

Baca juga:

Pesan Presiden Prabowo di Hari Pers Nasional: Waspadai Pengaruhi Opini Rakyat Dengan Gunakan Modal Besar



“Profesionalisme pun terancam ketika wartawan dipaksa bekerja dengan upah minim, status kerja tidak pasti, bahkan kehilangan pekerjaan,” ucap Naek yang juga mantan Ketua Forum Wartawan Polri ini.

Data menunjukkan, sejak 2024 hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 800 pekerja media mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka itu diyakini lebih besar karena tidak semua kasus tercatat secara resmi. Belum lagi sejumlah media arus utama dan media kecil terancam mati suri bahkan gulung tikar. “Ini menjadi alarm keras bagi masa depan pers Indonesia,” ucap Naek yang juga pengurus PWI ini.

Naek meminta Presiden Prabowo Subianto perlu mendengar kegundahan insan pers hari ini.Persoalan ekonomi media kini sudah berada pada titik sangat mendesak dan urgen. “Tanpa intervensi kebijakan yang berpihak, pers nasional terancam kehilangan daya hidup, dan bangsa ini berpotensi kehilangan salah satu pilar demokrasinya,” sebut Naek.

Naek meyakini, jika negara sungguh-sungguh menginginkan pers yang sehat dan bangsa yang kuat, wartawan sebagai ujung tombak pers harus disejahterakan. Kini bola ada di tangan Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan kehadirannya.

"Sebab ketika pers dibiarkan sekarat, yang sesungguhnya sedang dikuburkan ialah demokrasi itu sendiri,” tutup Naek.(knu)

Baca juga:

Revisi Undang-Undang Hak Cipta: Upaya Melindungi Royalti Karya Jurnalistik dari Platform Digital Besar



#Presiden Prabowo #Hari Pers Nasional #Pers
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - 1 jam, 50 menit lalu
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Sejak pagi hari, ucapan selamat, doa, dan harapan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Indonesia
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani karhutla.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Indonesia
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Berdasarkan laporan Kepala BNPB, masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Asap Karhutla Ganggu Malaysia dan Singapura, Presiden Prabowo Minta Penanganan Diperkuat
Indonesia
Sugiono, Arrmanatha Nasir hingga Sekjen Golkar Tiba di Istana Negara, Bersiap Dilantik Presiden Prabowo
Dari informasi yang beredar, Sugiono akan dilantik menjadi Menko PMK. Sementara itu, Arrmanatha akan mengisi pos Menlu yang ditinggalkan Sugiono.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Sugiono, Arrmanatha Nasir hingga Sekjen Golkar Tiba di Istana Negara, Bersiap Dilantik Presiden Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Militer di Lubang Buaya
Prabowo tampak mengenakan setelan jas berkelir abu-abu lengkap dengan peci.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Militer di Lubang Buaya
Bagikan