Masa Berlaku Tes PCR untuk Penumpang Pesawat Kini Diperpanjang Ilustrasi - Peserta SKD Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjalani tes COVID-19 di halaman The Sultan Convention Center, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (3/9/2021). ANTARA/Nova Wahyudi

Merahputih.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan aturan baru terkait masa berlaku pemeriksaan screening virus Corona (COVID-19) dengan menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada moda transportasi udara. Kini, masa berlaku tes PCR yang awalnya 2x24 jam menjadi 3x24 jam.

Aturan ini sesuai SE Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang diteken Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Ganip Warsito.

"Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke wilayah Pualu Jawa-Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan," bunyi ketentuan tersebut.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Swab Test PCR Dapat Merusak Otak

Perpanjangan masa berlaku tes PCR juga berlaku untuk masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi laut dan darat dari dan ke wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

Dengan syarat menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama, surat keterangan hasil negatif tes PCR dengan kurun waktu 3x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan tersebut sama berlakunya untuk pelaku perjalanan ke luar wilayah Pulau Jawa dan Bali.

"Addendum Surat Edaran ini berlaku secara efektif mulai tanggal 27 Oktober 2021 dan pelaksanaannya akan dievaluasi lebih lanjut," terangnya.

Ilustrasi - Salah satu warga menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala
Ilustrasi - Warga menjalani swab PCR (polymerase chain reaction) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala

Sebelumnya, Pemerintah menetapkan tarif baru untuk tes usap atau swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR) sebagai tindak lanjut permintaan Presiden Joko Widodo terkait penurunan harga tes PCR.

"Sesuai instruksi Presiden Jokowi," ujar Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir dalam konferensi pers, Rabu (27/10).

Baca Juga:

Resmi! Harga Tes PCR Jawa-Bali Rp 275 Ribu dan Luar Jawa Rp 300 Ribu

Adapun tarif baru untuk tes PCR di Pulau Jawa dan Bali seharga Rp275 ribu. Sementara di luar Pulau Jawa-Bali ditetapkan tarif Rp300 ribu. Kemudian hasil pemeriksaan akan dikeluarkan maksimal 1x24 jam dimulai dari pengambilan swab spesimen COVID-19. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Langgar Aturan PSBB, Kafe dan Hotel Transit di Jaktim Disegel
Indonesia
Langgar Aturan PSBB, Kafe dan Hotel Transit di Jaktim Disegel

Pemilik tempat penginapan akan dipanggil ke Kecamatan Makasar

Bupati Banjarnegara Terancam Pasal Pencucian Uang
Indonesia
Bupati Banjarnegara Terancam Pasal Pencucian Uang

KPK menyatakan pihaknya membuka kemungkinan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Ketua DPD: Terima Kasih Eko Yuli, Selalu Bawa Pulang Medali di Empat Olimpiade
Indonesia
Ketua DPD: Terima Kasih Eko Yuli, Selalu Bawa Pulang Medali di Empat Olimpiade

Pemerintah untuk memberi dukungan penuh kepada atlet-atlet yang berhasil mengukir berprestasi di berbagai kejuaraan.

Pasar Tanah Abang Membeludak, Pemprov DKI Batasi Pengunjung 50 Persen
Indonesia
Pasar Tanah Abang Membeludak, Pemprov DKI Batasi Pengunjung 50 Persen

Mulai hari ini, Pemprov DKI melakukan pengetatan pengawasan prokes di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas.

Warga Serbu Penjual Tabung Oksigen Pasar Pramuka
Indonesia
Warga Serbu Penjual Tabung Oksigen Pasar Pramuka

Tren lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta yang drastis membuat masyarakat panik dan memburu tabung oksigen medis di toko-toko.

Din Syamsudin Anggap Jabatan Wamendikbud untuk Abdul Mu'ti Merendahkan Muhammadiyah
Indonesia
Din Syamsudin Anggap Jabatan Wamendikbud untuk Abdul Mu'ti Merendahkan Muhammadiyah

Din Syamsudin memuji langkah Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang menolak menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) di kabinet Presiden Joko Widodo.

Barak Polisi Rusak Akibat Digoncang Gempa Sulbar
Indonesia
Barak Polisi Rusak Akibat Digoncang Gempa Sulbar

Jika memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal

Digitalisasi Ekonomi Bikin Gen-Sy Indonesia Berkembang
Indonesia
Digitalisasi Ekonomi Bikin Gen-Sy Indonesia Berkembang

Anak muda saat ini juga mendominasi generasi syariah atau dikenal juga dengan istilah Gen-Sy. Sehingga, hal itu semakin memperkuat sumber daya muda.

Satpol PP DKI Buru Pelaku Vandalisme Instalasi Seni Sepatu
Indonesia
Satpol PP DKI Buru Pelaku Vandalisme Instalasi Seni Sepatu

"Pelanggaran ini sedang ditindaklanjuti," tulis Riza

Gaet Wisatawan, Gibran Ingin Kawasan Gatsu dan Ngarsopuro Seperti Malioboro
Indonesia
Gaet Wisatawan, Gibran Ingin Kawasan Gatsu dan Ngarsopuro Seperti Malioboro

Gibran ingin melanjutkan revitalisasi Taman Balekambang dengan luas lahan 11 hektar.