Martha Christina Tiahahu Menari Di Tengah Hujan Peluru Ilustrasi Martha Christina Tiahahu (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih Nasional - Sejak awal perjuangan melawan militer Belanda, Martha Christina Tiahahu selalu ikut mengambil bagian di medan perang mendampingi ayahnya, Paulus Tiahahu baik di Pulau Nusa Laut maupun di Pulau Saparua.

Tugas yang diemban Martha Christina bersama Paulus Tiahahu untuk menyerang Benteng Beverwijk di Nusa Laut ditunaikan dengan gemilang. Bersama-sama dengan pasukan rakyat ia merebut benteng Beverwijk di Negeri Sila Leinitu.

Kapitan Paulus Tiahahu dan Martha Christina Tiahahu menyusup masuk dengan cara gerilya. Disaat para penjaga benteng lengah, Kapitan Paulus Tiahahu segera bergerak merangsek masuk bersama ratusan pejuang Maluku lainnya. satu persatu Pasukan Belanda di benteng tersebut disergap dan dibunuh.Martha Christina, dengan memikul senapan rampasan, dia mengikuti ayahnya di belakang untuk memberi perlindungan.

Namun ahirnya gerak gerik serangan Paulus dapat diketahui dan pecahlah pertempuran antara para pejuang Maluku melawan tentara penjajah Belanda. Martha Christina pun memimpin pasukan menghadapi tentara Belanda, Dengan tak kenal lelah ia mengobarkan semangata paukan rakyat untuk terus maju merebut benteng tersebut. Serangan mendadak yang dilancarkan Kapitan Paulus Tiahahu dan Martha Christina di saat menjelang fajar tersebut membuat kewalahan tentara Belanda. Akhirnya para pejuang Maluku itu berhasil mengambil alih Benteng Beverwijk. Semua serdadu Belanda di dalam benteng itu mati dibunuh rakyat.

Dengan rambutnya yang panjang terurai berikat kepala sehelai kain merah, Martha Christina menjadi momok menakutkan bagi musuh saat bertempur di darat tetapi juga di laut. Martha Christina Tiahahu kerap turut serta melakukan sabotase terhadap kapal-kapal Belanda yang melintas di Nusa Laut.

Martha Tidak hanya berjuang dan mengangkat senjata saja, ia mengobarkan semangat kepada kaum wanita di daerahnya, agar ikut maju berjuang melawan penjajah. Banyak wanita dari Nusalaut yang terpanggil untuk turut bertempur lantaran ajakan Martha. Hal ini terbukti saat pertempuran sengit yang terjadi pada tanggal 11 Oktober 1817, di Desa Ulath dan Ouw, jasirah Tenggara Pulau Saparua. Martha Christina dan para laskar wanita Maluku melakukan perlawanan yang luar biasa.

Benteng Beverwijk di Nusa Laut menjadi salah satu medan pertempuran Martha Christina Tiahahu (Foto: kemdikbud.go.id)

Sepak terjang Martha Christina Tiahahu dan segenap laskar wanita tersebut direkam oleh seorang perwira dan penulis Belanda bernama Overste Verheul dalam catatannya sebagai peristiwa pertama kali yang dialami militer Belanda menghadapi prajurit-prajurit wanita yang gagah berani.

Verheul menulis, "Di tengah-tengah pasukan itulah muncul gadis Martha Christina dengan rambutnya terurai ke belakang, berbaju biru dan berikat kepala sehelai kain berang (merah). la menyertai ayahnya Paulus Tiahahu untuk memberikan semangat perjuangan kepada pasukan rakyat dan kepada wanita-wanita dari Ulat dan Ouw yang semuanya bersenjata. Untuk pertama kalinya Belanda menghadapi prajurit-prajurit wanita yang bersemangat tinggi dan berhasil memberi dorongan kepada rakyat untuk menghancurkan musuh,” papar Verheul.

Saat itu itu, 60 serdadu Belanda dibawah pimpinan Richemont berhasil dipukul mundur oleh Pasukan Rakyat. Musuh berhasil menerobos 7 kubu, namun pada waktu mencapai kubu ke-8, Richermont tertembak mati. Namun, pada tanggal 12 Oktober 1817, kemenangan perlawanan rakyat Maluku harus lenyap, kala Vermeulen Kringer memerintahkan serangan balasan secara besar-besaran. Walau dari segi jumlah pasukan dan dukungan persenjataan militer Belanda lebih unggul. Martha dan ayahnya tak gentar. Tekad Martha Christina Tiahahu yang sudah bulat untuk menghancurkan Belanda lewat pertempuran di Ulat dan Ouw.

Saat bedil yang kerap ia sandang sudah tidak dapat digunakan lagi karena kehabisan peluru, Martha Christina Tijahahu tak kehabisan akal, diraihnya sebongkah batu untuk menyerang musuh. Martha melempar batu ke arah salah satu pimpinan pasukan militer Belanda kala itu, Kapten Vermeulen Krieger. Krieger yang terkejut dengan lemparan batu itu pun naik pitam. Ia pun membidik Martha dengan senapannya. Dengan sigap, ayahnya menarik tubuhnya menghindari timah panas dari moncong senjata Krieger yang diarahkan ke tubuhnya.

Ahirnya Pada tanggal 16 Oktober 1817 jatuhlah pertahanan terakhir Paulus Tiahahu beserta segenap kaum pejuang di Lease. Seluruh Ulat dan Ouw rata dibumihanguskan oleh militer Belanda hingga rata dengan tanah.

Para tokoh pejuang Maluku yang antara lain; Raja Said Perintah,Kapitan Paulus Tiahahu, Martha Christina Tiahahu, Hehanussa dari Titawai, Raja Ulat dan Patih Ouw; ditangkap dan ditahan di Kapal Perang Eversten.(Man)

BACA JUGA:

  1. Martha Christina Tiahahu Srikandi Nusa Laut
  2. Butet Manurung, Kartininya Suku Anak Dalam
  3. Martha Tilaar, Kartini Kosmetik Masa Kini
  4. Mooryati Soedibyo, Sosok Pebisnis Wanita Sukses yang Menginspirasi
  5. Sambut Hari Kartini, Komunitas Pernik Gelar Acara 'Perempuan dan Kuliner'

 

 

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
54 Orang Lulus Seleksi Tertulis Calon Anggota KPI Pusat
Indonesia
54 Orang Lulus Seleksi Tertulis Calon Anggota KPI Pusat

Sebanyak 54 orang yang dinyatakan lulus seleksi tertulis sebagai calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2022 hingga 2025.

Pernikahan Kaesang Pakai Tradisi Tumplek Ponjen dan Dodol Dawet
Indonesia
Pernikahan Kaesang Pakai Tradisi Tumplek Ponjen dan Dodol Dawet

Presiden Jokowi dan Iriana akan menikahkan putra bungsunya Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono.

Ketua Fraksi NasDem DPR Ahmad Ali Diganti
Indonesia
Ketua Fraksi NasDem DPR Ahmad Ali Diganti

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem melakukan perubahan struktur kepengurusan fraksi di DPR.

Besok PPN Naik Jadi 11 Persen, Ini Barang yang Harganya Berpotensi Naik
Indonesia
Besok PPN Naik Jadi 11 Persen, Ini Barang yang Harganya Berpotensi Naik

Masyarakat akan mengeluarkan lebih besar uang untuk belanja segala hal. Pasalnya, mulai Jumat 1 April 2022 besok, pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar 11 persen.

Wantimpres Dorong Solo Terima Turis Asing
Indonesia
Wantimpres Dorong Solo Terima Turis Asing

Ia pun meminta Kota Solo bersiap menerima turis asing, agar mereka tak melulu berkunjung ke Bali dan Yogyakarta.

Bupati Mamberamo Tengah Dicegah ke Luar Negeri
Indonesia
Bupati Mamberamo Tengah Dicegah ke Luar Negeri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menginformasikan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap Bupati Mamberamo Tengah Papua, Ricky Ham Pagawak, Senin (18/7).

Kapolri Pastikan Keamanan di Bali Berjalan Tanpa Gangguan Jelang Berakhirnya KTT G20
Indonesia
Kapolri Pastikan Keamanan di Bali Berjalan Tanpa Gangguan Jelang Berakhirnya KTT G20

Semenjak operasi kepolisian dengan nama Operasi Pura Agung digelar pada 8 November, ia menyatakan bahwa semuanya sudah sesuai rencana pengamanan.

Upacara HUT RI, Jokowi Pakai Baju Adat Dolomani dari Sulawesi Tenggara
Indonesia
Upacara HUT RI, Jokowi Pakai Baju Adat Dolomani dari Sulawesi Tenggara

Presiden Jokowi memiliki tradisi mengenakan baju-baju adat pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Catatan Legislator Golkar Terkait Penghapusan Premium dan Pertalite
Indonesia
Catatan Legislator Golkar Terkait Penghapusan Premium dan Pertalite

Indonesia memasuki masa transisi di mana Premium akan digantikan dengan Pertalite.

PSI Pertanyakan Pemanfaatan Tanah Pembelian Dinas Kehutanan DKI
Indonesia
PSI Pertanyakan Pemanfaatan Tanah Pembelian Dinas Kehutanan DKI

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mempertanyakan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI yang kerap membeli tanah.