Marosok, Jual Beli Hewan Ternak dengan Jabat Tangan Transaksi Sapi dalam budaya di Indonesia. (Unsplash/Alwi Hafizh)

SABAN jelang hari Idul Adha, penjualan hewan ternak menggeliat. Orang gegas membeli hewan kurban dengan cara kiwari dan mudah : transfer virtual atau elektronik. Namun, di pasar ternak Sumatra Barat, transaksinya sangat berbeda. Transaksi dilakukan lewat jabat tangan. Namanya Marosok. Ini tradisi turun-temurun orang-orang tua di sana.

Tradisi Marosok merupakan tradisi jual beli hewan (taranak) yang dilakukan antara pedagang (panggaleh taranak) dengan pembeli. Hewan ternak yang dijualbelikan adalah sapi, kerbau, dan kambing. Tradisi ini tersua di pasar ternak (balai) daerah Palangki, Kota Baru, Sungai Sariak, Muaro Paneh, Payakumbuh, dan Cubadak.

Tak ada yang tahu pasti kapan mula tradisi ini berlangsung. Para orang tua hanya menyebut tradisi ini telah berlangsung sejak zaman raja-raja di daerahnya masing-masing.

Baca juga:

Melacak Peradaban Masyarakat Minangkabau Tempo Dulu

Marosok Sapi ternak. (Unsplash Alwi Hafizh)
Sapi makan rumput di peternakan. (Unsplash/Alwi Hafizh)

Tradisi ini masih dipertahankan hingga sekarang karena diyakini mampu mengurangi persaingan harga antarpenjual. Dengan begitu, perdagangan yang sehat tercipta. Tradisi Marosok akan marak jelang hari Idul Adha.

"Marosok berarti memegang atau meraba. Proses jual beli dalam tradisi Marosok dilakukan dengan diam dan hanya menggunakan isyarat tangan. Hal ini menunjukkan bahwa isi dan kesepakatan antara penjual dan pembeli tidak terlihat," sebut Megasari Noer Fatanti dan Nirwana Happy dalam "Makna Kultural Tradisi Marosok", termuat di Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16 No 2, Tahun 2019.

Jari sebagai Bahasa

Ketika bersalaman itulah terjadi tawar-menawar harga ternak. Seringkali jabat tangan antara pedagang dan pembeli ditutup oleh topi, baju, atau kain sarung. Hal ini bertujuan agar kesepakatan harga tidak diketahui orang lain sehingga rahasia terjaga (basungkuik).

Selama bersalaman, pedagang akan memegang jari-jari calon pembeli. Tiap jari melambangkan angka 1-10 yang merujuk pula pada harga kambing, sapi, atau domba. Khusus jari jempol melambangkan dua setengah.

Di balai-balai ternak, kambing dihargai mulai dari 1 juta rupiah, sedangkan sapi mulai dari 10 juta. Pedagang dan pembeli sebelumnya telah bersepakat lebih dulu tentang hewan yang ingin ditransaksikan. Seumpama sepakat bertransaksi kambing, lalu terjadi Marosok, dan pedagang menyentuh tiga jari calon pembeli, itu berarti kambingnya seharga tiga juta. Jari yang disentuh melambangkan harga hewan tersebut.

Baca juga:

Ketika Etnis Tionghoa dan Orang Minangkabau Berbaur

Marosok Rumah Adat Minangkabau (Unsplash Erlia Abdul Hak)
Rumah adat Minangkabau. (Unsplash/Erlia Abdul Hak)

Sementara jika sepakat bertransaksi sapi dan pedagang menyentuh lima jari calon pembeli, itu berarti sapinya seharga 50 juta. Jika calon pembeli ingin menawar, mereka bisa balik menggerakkan jari ke arah bawah atau menyentuh jari pedagang.

Karena menggunakan isyarat tangan, calon pembeli harus bisa memahami maksud pedagang. Jika pembeli belum terlalu memahami isyarat tersebut, para pedagang akan membantunya dengan cara membisikan (bisiak) harganya.

Masih Relevan

Kesepakatan dalam Marosok tercapai jika pedagang dan calon pembeli melepas tangan masing-masing. Namun dalam beberapa kasus, melepas tangan tak selalu berarti sepakat. Bisa saja calon pembeli ingin menawar lagi. Sebagai kompensasi atas tawaran ini, calon pembeli harus menyerahkan ijok atau uang muka sebagai jaminan untuk pedagang.

Tradisi Marosok terkesan merepotkan pada zaman serba praktis ini. Namun, menurut Samia Fadhilah dan Evie Ariadne Shinta Dewi dalam "Pola Komunikasi Tradisi Marosok antara Sesama Penjual dalam Budaya Dagang Minangkabau", tradisi ini masih relevan dilakukan.

"Tradisi Marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang Minangkabau merupakan pola yang dibentuk atas dasar kesadaran untuk menjaga silaturahmi melalui forum diskusi antara sesama pedagang, keharusan mewariskan nilai penting dalam berdagang, dan keharusan membantu sesama," jelas Samia dan Evie.

Tertarik membeli hewan ternak dengan cara Marosok? Bergegaslah ke pasar ternak di Sumatra Barat. (dru)

Baca juga:

Salawat Dulang, Budaya Lisan di Minangkabau yang Masih Dipertahankan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya
Travel
Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya

Pemda dan Perkedwi akan mengangkat tema wisata bertajuk "Tracing the History of Jamu".

Hari Terakhir Gadis Maluku yang Abadi dalam Uang Rp 5 ribu Edisi 1985
Fun
Hari Terakhir Gadis Maluku yang Abadi dalam Uang Rp 5 ribu Edisi 1985

Martha Christina Tiahahu wafat di atas Kapal Eversten saat melintasi Laut Banda pada 2 Februari 1918.

Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial
Indonesiaku
Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial

Tak heran bila para biro perjalanan memasang tarif khusus kepada turis mancanegara

Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi
Indonesiaku
Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi

Serang kilat pasukan Bang Pi`ie membuat pasukan NICA mundur.

Pernikahan Berlatar Belakang Candi Prambanan, Berikan Kenangan Abadi
Travel
Pernikahan Berlatar Belakang Candi Prambanan, Berikan Kenangan Abadi

Yogyakarta memang selalu menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi semua orang.

GELAR Cetak 100 Pegiat Literasi Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
Hiburan & Gaya Hidup
GELAR Cetak 100 Pegiat Literasi Perkuat Ekosistem Literasi Nasional

Bertujuan mencetak 100 penggiat literasi serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan membaca anak-anak.

Makan Jeroan Terlalu Sering Bisa Mengancam Kesehatan
Kuliner
Makan Jeroan Terlalu Sering Bisa Mengancam Kesehatan

Risiko terlalu banyak makan jeroan bisa membuatmu memiliki kolesterol tinggi

Tetap Makan Sehat Walaupun Sedang Travelling
Travel
Tetap Makan Sehat Walaupun Sedang Travelling

Beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar tetap makan-makanan sehat saat sedang bepergian atau liburan.

Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu
Travel
Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menyulap kawasan legendaris ini seperti tempo dulu.

Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?
Indonesiaku
Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?

Perjalanan jemaah haji di masa kini jauh lebih cepat ketimbang sebelum menggunakan pesawat terbang.